Wisata Embun Pikat Ribuan Pengunjung


Menikmati Pemandangan

Menikmati Pemandangan

INSIDE of LUMAR, Bengkayang – Menikmati dinginnya embun pagi bagi sebagian besar orang sudah menjadi hal yang biasa. Tetapi berbeda jika dinikmati dialam terbuka dari ketinggian sekira 500 dpl disebuah Bukit tak jauh dari pusat kota Bengkayang. Pesona embun yang menyeruak dikala pagi dan terkadang sore hari menjadi sebuah pemandangan indah yang mampu membuat para penikmatnya seakan berada diatas awan.

Keindahan alam inilah yang sejak dua bulan terakhir ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan dalam satu periode pernah dikunjungi sebanyak 1.200-an pengunjung.

Bukit Panokgn Bile Maya atau populer dikalangan pengunjung disebut Bukit Jamur,

itulah tempat dimana wisata embun kini menjadi destinasi wisata baru di Bengkayang. Terletak di Dusun Jaku, Desa Bhakti Mulia, Kecamatan Bengkayang. Jaraknya cukup dekat, kira-kira 6 Km dari pusat kota.

Bukit ini sebagian ditumbuhi ilalang dan menyisakan sedikit hamparan dilereng bukit, 10-20 Meter sebagai tempat dimana para pengunjung dapat mendirikan tenda guna menantikan datangnya embun serta menikmati pemandangan alam pegunungan.

“Pengunjung yang datang disini dari berbagai daerah. Ada yang dari Jakarta, Pontianak, Singkawang, Sambas, Landak, Sanggau Kapuas,” kata Pengelola Kawasan Wisata, Aji kepada Suara Pemred sembari membuktikannya dengan menujukkan buku tamu.

Asep dan Sugeng diantara pengunjung yang kami temui dilereng Bukit tersebut. Kedua sahabat yang masih berstatus sebagai pelajar itu mengaku berasal dari Kota Pontianak. Kedatangan ke Bukit Panokgn merupakan yang pertama kali dilakukan termasuk berkunjung ke Kota Bengkayang.

Pengunjung

Pengunjung

“Kami mengetahui adanya keindahan alam di Bukit Jamur (Panokgn Bile Maya) dari pemberitaan di media massa maupun media sosial,” terang Asep.

Masih menurut Aji, wisata embun di Bukit Panokgn Bile Maya itu sebenarnya sudah sejak lama mulai dikunjungi, terutama oleh para Pencinta Alam (PA) sebagai tempat Camping, Latihan Pramuka (Jelajah) ataupun sekedar berlibur. Seingat dirinya, aktivitas kunjungan mulai rutin setiap bulan terjadi sejak tahun 2008.

“Minimal dalam sebulan dikunjungi satu atau dua kali,” ujar pria yang juga Ketua Kelompok Tani Ria Magang itu.

Namun untuk intensitas kunjungan mulai tinggi dikatakannya terjadi pada tahun 2014 periode April-Juni dan Nopember-Desember. Sedangkan pada pertengahan Juni-Oktober kawasan tersebut ditutup untuk umum akibat kebakaran hutan sekitar Bukit dan adanya prosesi adat. Disebutkan juga apabila tak jauh dari lereng tempat perkemahan pengunjung terdapat situs adat yang dikeramatkan warga setempat sehingga tak boleh dikunjungi sembarang orang.

Sementara, Andika, salah seorang Anggota Penempuh Rimba Bumi Sebalo (Perimbas). Kelompok Pencinta Alam yang digagas Alumni Grasapala SMAN 1 Bengkayang. Mengatakan ditemukannya tempat wisata Bukit Panokgn Bile Maya (Bukit Jamur) itu terjadi pada tahun 2003, ketika para Alumni Grasapala SMAN 1 Bengkayang mengadakan reuni dengan menjelajahi hutan disekitar Dusun Jaku. Hanya saja, pada saat itu tidak pernah dipromosikan kekhalayak umum.

Dan sejak 2003, tempat wisata tersebut kerap didatangi lagi dengan membawa siswa pencinta alam dari beberapa SMA/SMK yang ada di Bengkayang dengan tujuan sebagi wahana pelatihan anggota PMR, Grasapala dan Pramuka.

“Tapi semenjak dipublikasikan disalah satu media daerah beberapa waktu lalu, tempat ini akhirnya ramai dikunjungi wisatawan,” tambah Anggota Perimbas lainnya, Alian Topan.

Meski kini menjadi fenomena wisata baru di Bumi Sebalo. Ternyata hingga sekarang destinasi wisata tersebut belum dilirik instansi terkait, Dinas Budparpora Bengkayang.

“Rencananya dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Budparpora) Bengkayang,” tegas Aji. Koordinasi inipun diharapkannya dapat mendorong instansi yang dimaksud agar segera memperhatikan objek wisata dengan melakukan pembenahan-pembenahan lingkungan sekitar bukit dan pembuatan akses jalan.

Banyaknya jumlah kunjungan wisatawan di Bukit Panokgn tak hanya memberi kenikmatan tersendiri bagi pengunjung, tetapi juga bagi warga Dusun Jaku.

Diun misalnya, salah seorang warga yang memanfaatkan momen kunjungan dengan membuka warung kecil-kecilan disekitar rute pendakian. Ia tak sendirian, dua orang ibu-ibu juga terlihat sedang menawarkan dagangannya berupa nasi bungkus dan nasi goreng dilokasi perkemahan. Sementara disekitar perkampungan, jasa penitipan kendaraan roda dua juga dilakukan warga, sedikitnya ada tiga area parkir yang disediakan.

“Senang dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung. Selain menambah penghasilan, juga membuat kampung kami terlihat ramai,” ungkap Diun.

Kendati demikian, Ia pun tak berharap banyak dari objek wisata tersebut selagi sarana dan prasarana penunjang, terutama akses jalan menuju Bukit belum memadai. Menurutnya, perbaikan jalan merupakan hal yang paling penting agar para pengunjung dapat dengan mudah kembali datangi ditempat tersebut.

Tak mau kalah dengan warga setempat, Fransiskus, warga Tiga Desa, juga termasuk yang memanfaatkan kunjungan wisatawan dengan menjual jasa sebagai tourguide (pemandu wisata) bagi wisatawan yang berasal dari luar Bengkayang. Jasa yang ditawarkannya itupun sangat terjangkau.

Perjalanan Menuju Bukit

Perjalanan Menuju Bukit

“Menjadi tourguide satu tim biasanya mendapatkan bayaran sebesar Rp,200 ribu,” akunya. Pendapatan yang lumayan bagi seorang bujangan.

Melihat fenomena ini, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata,Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Bengkayang, I Made Putra Nagara, Minggu (4/1), mengakui jika dirinya sudah mendengarkan dan mengetahui adanya potensi wisata di Bukit Panokgn Bile Maya dan hal tersebut sudah disampaikan langsung dengan Bupati Bengkayang.

“Rencananya lusa (Selasa, 6/1) Saya akan memantau langsung kondisi dilapangan,” terang I Made.

Rencana tinjauan kelapangan itu dimaksud melihat kondisi objek wisata sekaligus berkomunikasi dengan warga tempatan guna mengadakan pelatihan terkait pemahaman masyarakat terhadap dunia pariwisata sehingga bisa terbentuk Kelompok Masyarakay Sadar Wisata (Pokdarwis) di Dusun Jaku.

“Kalau suatu objek sudah disenangi oleh banyak orang, berarti objek tersebut harus dikembangkan,” pungkas I Made.

Lokasi Perkemahan

Lokasi Perkemahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s