Berobat di RSUD, Ambil Obat di Apotik Luar


INSIDE of LUMAR, Bengkayang – Ingin mendapatkan pelayanan maksimal, terjangkau dan lebih hemat tapi yang didapat hanyalah keluhan. Adalah Ferianus Zebua yang mengeluh itu, setelah Mertuanya berobat di RSUD Bengkayang.

“Berobatnya di RSUD, tapi ambil obatnya di Apotik diluar Rumah Sakit,” begitu Ia mengeluh. Padahal, perobatan yang dilakukan menggunakan fasilitas berupa kartu BPJS.

Setidaknya ada lima jenis obat yang diberikan dokter usai pemeriksaan kesehatan jantung Mertuanya. Namun hanya satu jenis obat yang dapat diklaim di Apotik RSUD.

“Sisanya, empat jenis obat lain diarahkan agar dicari di Apotik yang ada diluar,” ujar Zebua, Selasa (23/12) di Bengkayang.

Menurutnya, keluhan mengenai ketersediaan obat itu cukup beralasan karena sekitar bulan Juni lalu, ketika pengobatan Mertuanya di RS Bethesda, Serukam, dirinya tak mengeluarkan sepersen pun.uang guna membeli obat dari Rp.27 juta klaim biaya pengobatan.

“Kasusnya sama. Pengobatan Mertua menggunakan kartu BPJS,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Bengkayang, Yosef, mengatakan tidak semua proses pengobatan pasien dapat ditanggung dalam BPJS. Ketersediaan obat, masa pembuatan kartu BPJS, ketidaktersediaan Dokter ahli diantara penyebab mengapa penggunaan kartu BPJS tidak mutlak.

RSUD Bengkayang saat ini hanya memiliki dua orang Dokter Spesialis. Yakni Spesialis Penyakit Dalam dan Radiology. Sementara pengobatan yang bisa diklaim dengan kartu BPJS adalah pengobatan yang dilakukan oleh dokter spesialis di Rumah Sakit yang menjalin kerjasama dengan lembaga tersebut.

Ketersediaan obat-obatan juga menjadi kendala. Meskipun RSUD Bengkayang sudah membayar klaim BPJS tetapi tidak bisa secara langsung mendapatkan obat-obatan yang dimaksud karena distribusi dari produsen obat tidak bisa dilakukan setiap saat.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bengkayang, Esidorus menyarankan agar pihak BPJS maupun RSUD dapat mencari solusi terbaik. Terutama mengenai ketersediaan obat-obatan maupun tenaga dokter ahli sehingga pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih maksimal.

“Jangan sampai pelayanan kesehatan masyarakat menjadi terkendala akibat masalah-masalah yang terjadi dalam lembaga,” tegasnya.

Terkait keluhan ini, Ia pun mengaku akan menjadikannya sebagai bahan masukan bagi DPRD Bengkayang, khususnya Komisi C yang menangani bidang Kesehatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s