Damianus Nado, Olah Minyak Tengkawang Secara Manual


image

Damianus Nado

INSIDE of LUMAR – Berawal dari sebuah pertemuan dengan pihak International Tropical Timber Organization (ITTO) disebuah Hotel di Pontianak, pertengahan 2014, Damianus Nado, kembali menekuni keahliannya yang berasal dari orang tua. Yakni, mengolah buah Tengkawang untuk dijadikan minyak murni. ITTO merupakan Organisasi Negara Produsen dan Konsumen Kayu Tropis.

“Ketika pada sebuah kesempatan saat Saya menyampaikan pengolahan buah Tengkawang menjadi minyak murni secara manual, perwakilan ITTO dari Kalimantan Timur menjadi tertarik dan menanyakan seputar pengolahan tersebut,” jelas Damianus, Minggu (21/12) di Bengkayang.

Ia pun menjelaskan, pengolahan yang dilakukannya masih sangat manual. Mulai dari buah Tengkawang dijemur, ditumbuk, diayak (saring), dikukus hingga penampungan hasil, semua menggunakan peralatan serta dilakukan dengan sederhana. Meski demikian, hasil minyak olahannya itu sudah Ia jual ke Kaltim, Yogyakarta dan Pontianak.

“Terakhir, baru-baru ini dikirim sebanyak 50 Kg minyak Tengkawang murni ke ITTO Kaltim,” sebutnya.

Damianus pun berharap agar industri kecil ini secepatnya dapat dilirik oleh Pemda Bengkayang. Sebab menurutnya, daerah ini masih sangat berpotensi mengembangkannya, terutama karena ketersediaan bahan baku yang memadai.

“Pendapatan dari Minyak Tengkawang juga memadai. Dimana per kilogram dihargai Rp.150 ribu,” pungkasnya dengan raut wajah optimis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s