Lompat Jauh Effra Harumkan Sekolah


Effra Helmar

Effra Helmar

Suara Borneo Merdeka – Halaman parkir SMAN 1 Lumar yang berada tak jauh dari Jalan raya terlihat ramai oleh siswa-siswi ketika Wartawan ini baru saja tiba,menjelang pukul 11.30 WIB (Sabtu, 11/10). Jadwal pulang setelah beberapa saat sebelumnya mereka mengikuti latihan Pramuka. Setiap hari Sabtu, kegiatan belajar di SMAN 1 Lumar memang tidak penuh layaknya hari biasa.

Sementara itu, diruang guru, beberapa guru masih terlihat sibuk. Ada yang sedang mengisi absensi siswa, ada yang terlihat sedang buru-buru pulang, seorang guru lainya sedang serius berkomunikasi dengan seorang siswa, bahkan disalah satu ruang kelas masih terlihat seorang guru sedang memberikan latihan menari terhadap sekelompok siswa.

“Silahkan masuk,” sapa salah seorang guru, Benediktus Iwan, S.Pd.

“Tunggu sebentar, Ibunya (Kepala Sekolah) masih mengawasi anak-anak,” tambahnya.

Setelah masuk diruang guru, tak seberapa lama kemudian muncul seorang siswi masih dengan seragam pramuka dan langsung mengulurkan tangannya mengenalkan diri. Effra Helmar namanya, siswa kelas XII IPS.
Dia lah satu-satunya pelajar dari Kabupaten Bengkayang yang berhasil menjadi kontingen Kalimantan Barat di Ajang O2SN (Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional) 2014 tingkat nasional pada bulan Juni yang lalu melalui kemampuannya dalam olahraga Atletik, khususnya Lompat Jauh. Sayang, upaya gadis kelahiran 11 Juli 1997 itu ditingkat nasional belum maksimal.

Memanfaatkan waktu, sambil menunggu kehadiran Kepala Sekolah, kamipun berbincang. Effra menceritakan awal keberhasilannya menjadi wakil Kalbar di ajang O2SN tingkat nasional.

“Sejak masih SD Saya sudah menggemari olahraga yang berkaitan dengan Atletik, terutama lomba lari,” terang tamatan SDN 02 Sempayuk itu.

Meski demikian, hobi Effra ketika itu hanya bisa disalurkan pada saat ada jadwal pelajaran olahraga di sekolah maupun pada saat bermain dengan rekan sebaya. Belum ada perhatian dari orang tua maupun guru atas hobinya tersebut. Maklum, menekuni bidang olahraga belum menjadi daya tarik masyarakat, apalagi bagi masyarakat yang jauh dari kota. Begitu seterusnya hingga Ia menamatkan bangku SD.

Dibangku SMP, mulai ditunjuk saat O2SN tingkat UPT (Unit Pelaksana Teknis) Dinas Pendidikan Ledo. Putri sulung dari pasangan Adilianto (40) dan Lidia (37) itu dipercaya untuk mewakili tempatnya bersekolah, SMPN 1 Lumar. Kecamatan Lumar dan Ledo masih bergabung dalam satu UPT. Ia menjadi juara untuk lomba lari (sprint).
Menginjak bangku SMA, barulah bakat sejak kecil gadis asal Dusun Sekinyak, Desa Belimbing ini tampak semenjak Ia duduk dikelas XI Tahun Ajaran 2013/2014. Dimulai saat mewakili Kecamatan Lumar di ajang O2SN tingkat UPT. Keberhasilan meraih juara pertama lomba lari menempatkannya sebagai salah satu wakil UPT Disdik Ledo ditingkat Kabupaten. Menjelang pelaksanaaan O2SN tingkat kabupaten, April 2014 terjadilah aturan yang akhirnya mengantarkannya sebagai Wakil Kalbar.

“Satu Atlet (Atletik) dapat mengikuti tiga nomor lomba sekaligus,” sebut sulung dari empat bersaudara ini.
Oleh Pelatih Pengkab PASI Bengkayang, Herman, Ia pun diarahkan untuk memilih tiga nomor lomba, yakni Nomor Lari 100 Meter, Lompat Jauh dan Lompat Tinggi. Dari ketiga nomor yang diikuti, Effra berhasil meraih medali emas pada dua nomor, sedangkan untuk lompat tinggi, belum maksimal. Dengan keberhasilannya meraih dua medali emas, otomatis Ia pun dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Bengkayang pada ajang yang sama ditingkat Propinsi, April 2014.

“Waktu O2SN di Pontianak, Saya hanya berhasil meraih emas di nomor Lompat Jauh dengan jarak lompatan sejauh 4,5 Meter. Sedangkan ditingkat Nasional lompatan hanya sejauh 4,05 Meter dan kalah dari atlit lain,” jelas Effra.

Ia mengaku, keberhasilan yang dicapainya tersebut tentu tak terlepas dari pola pelatihan yang diselenggarakan secara teratur oleh Pengkab PASI Bengkayang sejak pertengahan 2013 silam. Dimana para atlet diberikan menu latihan selama tiga kali dalam satu minggu. Pelatihan yang diberikan baginya sangat bermanfaat. Tidak hanya fisik, pelatihan tetapi juga ilmu mengenai teknik-teknik pertandingan. Tak heran, Ia pun menjadi Herman sebagai Atlit panutannya. Tak lupa, Effra juga sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh pihak sekolah maupun rekan-rekannya sehingga bisa meraih prestasi yang membanggakan.

Kini, memasuki bangku kelas XII SMA, dan tidak lama lagi akan menamatkan sekolah, kesibukan Effra dibidang olahraga mulai dikurangi, dan Ia berharap selesai dari bangku SMA dirinya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dibidang olahraga.

“Kalau tamat mau kuliah ambil jurusan guru olahraga,” pungkasnya.

Roslin M.Pd dan Leonita Yuni, S.Pd

Roslin M.Pd dan Leonita Yuni, S.Pd


Roslin : “Sekolah di Kampung Tapi Bukan Kampungan,”

Beberapa menit sebelum mengakhir perbincangan dengan Effra Helmar, Kepala Sekolah SMAN 1 Lumar, Roslin, M.Pd sudah memasuki ruangannya. Menunggu sejenak sebelum akhirnya mempersilahkan Wartawan ini duduk. Setiap hari Sabtu, siswa tidak jadwalkan mengikuti pelajaran penuh, sebagian besar waktu digunakan untuk kegiatan-kegiatan ektra seperti gotong-royong membersihkan lingkungan sekolah, latihan pramuka, olahraga maupun ekstrakurikuler. Tak heran, pada hari tersebut para guru banyak yang menggunakan kostum olahraga, termasuk Kepala Sekolah.

“Maaf, tadi Ibu masih awas (mengawasi) anak-anak,” katanya membuka perbincangan.

Guru spesialis Pendidikan Bahasa Indonesia ini mengaku bangga atas keberhasilan dan prestasi yang dicapai anak didiknya hingga mampu mengharumkan nama daerah dan sekolah. Keberhasilan Effra Helmar bukanlah satu-satunya prestasi yang telah dicapai. Dibidang Akademik, nama-nama seperti Seta, Mawanti (2012), Jimi Christian (2013) berhasil menjadi juara I pada Kompetisi Matematika tingkat UPT. Rini Rely juara I Kompetisi Fisika. Dan baru-baru ini, pada 8 Oktober lalu, pelajar SMAN 1 Lumar berhasil menyabet lima juara pertama dalam Kompetisi Lomba Pidato tingkat UPT Ledo, dengan rincian 3 Putra dan 2 Putri.

“Atas prestasi yang mereka raih itu, pihak sekolah memperhatikan mereka dengan menyalurkan beasiswa, dan itu akan menjadi bekal bagi mereka kedepan,” jelas Roslin.

Terkait keberhasilan Effra Helmar yang mewakili Kalbar ditingkat nasional hingga mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional maupun para seniornya, bagi Roslin menjadi bukti bahwa pihak sekolah selalu berupaya menciptakan SDM yang berkualitas sekalipun berada jauh dari pusat kota dan menunjukkan apabila sekolah ini mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain.

“Upaya ini kita lakukan agar bisa menanamkan kepercayaan terhadap warga di Kecamatan Lumar agar tidak perlu jauh-jauh menyekolahkan anak-anak mereka,” terangnya. Setakat ini, pihak sekolah mencatat, sebagian besar siswa SMAN 1 Lumar berasal dari beberapa wilayah yang ada di Kecamatan Lumar, seperti Dusun Madi, Lumar, Sebol, Sempayuk, Sekinyak.Roslin juga memaparkan salah satu strategi penting yang dilakukan pihak sekolah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang berprestasi ialah menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua murid. Menurutnya, hubungan yang baik antara guru dengan orang tua murid diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar yang berujung pada pencapaian prestasi siswa.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bengkayang, DR. Yan yang dihubungi melalui telepon seluler, Senin (13/10) tidak memberikan banyak komentar karena pada saat yang bersamaan sedang mengikuti rapat. Namun secara singkat Ia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap prestasi yang diraih oleh SMAN 1 Lumar dan berharap agar apa yang telah dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

Ditulis : KRISANTUS ROY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s