Filosofi Sapu Lidi : PKPI, PKB, PAN Bangun Kekuatan


Leonardus, Anggota DPRD Bengkayang

Leonardus, Anggota DPRD Bengkayang

Oleh : Krisantus Van Sebol
Disiarkan : RRI Pontianak

BENGKAYANG – Anda pasti mengenal sapu lidi. Ya, alat untuk menyapu pekarangan rumah atau tempat-tempat yang umumnya mayoritas terbuat dari tanah ternyata tidak hanya memiliki nilai fungsional saja. Sapu lidi memiliki nilai filosofis yang amat mendalam. Jika kita renungkan lebih jauh, sapu ini sangat erat kaitannya dengan PERSATUAN yang menimbulkan KEKUATAN.

Meski hanya menempatkan masing-masing satu orang perwakilan di kursi DPRD Bengkayang, namun merunut Filosofi sapu lidi ini M. Yunus SH (Partai Amanat Nasional), Asya’ri (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Leonardus (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) berhasil membangun kekuatan dalam sebuah Fraksi di rumah rakyat tersebut, yakni Fraksi Amanat Kebangkitan dan Persatuan Indonesia. Continue reading

Sejarah Bengkayang 2003, Petrus SA


Bengkayang, Kalbar, Pelita – Massa, sekitar seribu warga dari 11 kecamatan, mendesak pimpinan DPRD Kabupaten Bengkayang menonaktifkan Petrus SA dari jabatannya sebagai ketua DPRD setempat.

Dalam unjuk rasa damai, namun dengan ultimatum akan menduduki gedung dewan di Jalan Basuki Rachmat Kota Bengkayang, Kalimantan Barat itu, Kamis (22/5) siang, massa melalui juru bicaranya, Herman Planet, menyatakan, pimpinan dewan harus memutuskan menonaktifkan Petrus dari jabatannya, atau rakyat membentuk DPRD demisioner.

Pada 7 Mei 2003, di hadapan 25 dari 35 anggota DPD Kabupaten Bengkayang, Petrus, berusia 28 tahun dan baru empat bulan menjadi ketua dewan, menyatakan mengundurkan diri melalui surat yang dibuat sendiri dan ditandatanganinya di atas kertas bermeterai. Continue reading

PENERIMA DAMPAK UU PILKADA VIA DPRD


Pemilih Pemula Menggunakan Hak Suaranya Pada Pilkades Bani Amas

Pemilih Pemula Menggunakan Hak Suaranya Pada Pilkades Bani Amas

intriknews.com JAKARTA – Keputusan DPR yang mengesahkan revisi UU (Undang-Undang) pemilihan,dan menyetujui pemilihan lewat DPRD mempunyai dampak yang sangat serius terhadap berbagai fihak. Siapa yang bakal jatuh miskin dan bangkrut dan akibat pilkada melalui DPRD?

Pertama, yang bakal miskin dan bangkrut, yaitu Continue reading

Sarina : “Mutasikan Guru Malas Mengajar,”


Pelamar CPNS Bengkayang 2014

Pelamar CPNS Bengkayang 2014

Penulis : Yopi Cahyono, S.Hut
Diterbitkan : Harian Kalbar Times

BENGKAYANG – Fenomena guru malas masuk mengajar di Kabupaten Bengkayang masih banyak ditemui dilapangan. Memberikan sanksi disiplin maupun dengan mengembalikannya kedaerah asal merupakan upaya untuk menghilangkan fenomena tersebut. Dinas Pendidikan sebagai leading sector diharapkan selalu proaktif melihat dan menyelesaikan permasalahan itu.

Terkait banyaknya para tenaga pendidik yang malas masuk mengajar baik itu ditingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama, Sarina sangat mengkhawatirkan anak didik yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai. Continue reading

Sarina : “Guru BK Sangat Dibutuhkan,” 


Penulis : Yopi Cahyono, S.Hut
Diterbitkan : Harian Kalbar Times

BENGKAYANG – “Guru Bimbingan Konseling (BK) sangat dibutuhkan guna menekan perilaku menyimpang yang kerap terjadi dikalangan pelajar,” demikian ungkap Anggota DPRD Bengkayang dari Partai NasDem, Sarina, S.Pd belum lama ini.

Ia pun menyayangkan atas realita yang terjadi, dimana masih banyak sekolah baik SMP maupun SMA yang hingga saat ini belum memiliki guru BK, sementara disisi lain, Pemda Bengkayang dalam setiap penerimaan CPNS dinilai kurang memperhatikan keberadaan tenaga pendidik yang berasal dari Guru BK.

Menurutnya, dengan kondisi saat ini dimana pengaruh budaya asing cukup kuat merasuki generasi muda, keberadaan guru BK mau tidak mau harus segera mendapatkan perhatian. Sarina mengutarakan, sangat heran dengan Pemda Bengkayang yang tidak membuka formasi CPNS jurusan BK. Padahal saat ini sangat dibutuhkan demi memperbaiki etika dan norma pelajar yang sudah terinfeksi budaya asing.

Pelamar CPNS Cemas Pemadaman Listrik dan Gangguan Internet


Penulis : Yopi Cahyono, S.Hut
Dimuat di : Harian Kalbar Times

BENGKAYANG – Sudah menjadi rahasia umum bahwa di Kabupaten Bengkayang kerap terjadi pemadaman listrik yang tidak teratur dan gangguan jaringan internet. Kondisi seperti inilah yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sebab resikonya menjadi penentu kelulusan pelamar. Oleh karena itu, PLN maupun Pengelola Telkom Bengkayang diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadi gangguan tersebut pada saat ujian seleksi diselenggarakan.

“Pemerintah Bengkayang bersama PLN dan PT. Telkom sejak dini harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kedua hal tersebut,” ungkap warga Desa Tiga Berkat, Dedianto, ST, Selasa (16/9) di Bengkayang. Continue reading

Sejarah Perpolitikan Dayak di Kalimantan Barat


Penulis : Yohanes S. Laon
Alamat Blog : yohanessupriadi.blogspot.com

Pembaca yang terhormat,agar sejarah politik Dayak di Kalimantan Barat terdokumentasikan, saya mencoba untuk merangkainya dari berbagai sumber. mudah-mudahan dapat dilengkapi oleh kawan-kawan peminat sejarah dan politik Dayak. mohon kritik dan sarannya serta masukan datanya dikirim via email ke saya. terima kasih.

Yohanes S. Laon

Yohanes S. Laon


22 Mei – 24 Juli 1894
Musyawarah Besar Tumbang Anoi di Desa Huron Anoi Kahayan Ulu Kalimantan Tengah. Para kepala adat se-kalimantan berkumpul dan sepakat untuk menghentikan “pengayauan” antar orang Dayak. Musyawarah ini disaksikan oleh pemerintah kolonial Belanda.

1919
Berdiri Sarikat Dayak di Kalimantan Tengah. Pendirinya M. Lampe, Philips Sinar, Haji Abdulgani, Sian L. Kamis, Tamanggung Toendan, Achmad Anwar, Hausman Baboe dan Mohamad Norman.

20 Agustus 1938
Sarikat Dayak diubah menjadi Pakat Dayak. Kantor pusat dipindahkan ke Kalimantan Selatan. Ketua umumnya sdr Mahir Mahar. Continue reading

Asal Usul Kerajaan Singaok Menjadi Kerajaan Mempawah Saat Ini


Penulis : Yohanes S. Laon
Alamat Blog : yohanessupriadi.blogspot.com

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah perempuan janda ia mempunyai seorang anak perempuan yang cukup cantik, ia tinggal di desa yang tidak jauh dari desa lain di Motont Bawang ( Gunung Bawang dekat Bengkayang ) Namanya Maniamas, Di rumahnya numpang dua orang bersaudara, satu bernama Ranto dan yang kedua bernama Gurete. Adapun ibu Gurete dan Ranto masih bersaudara sepupu satu kali dengan ibu Maniamas jadi masih satu nenek,- Ranto dan Gurete masih berasal dari daerah seberang laut,- keduanya laki-laki,-

Yohanes S. Laon

Yohanes S. Laon

Ketika ada peristiwa di Motont Bawang, yaitu seorang laki-laki bernama Mamo, pendatang dari daerah lain,, melarikan seorang perempuan entah kemana perginya, jadi para pemuda di Motont Bawang bermupakat mencari Mamo, satu kampung berangkat Ngayo – Gurete adik Ranto ikut pergi dan abangnya, Ranto tidak mau ikut, katanya tidak sehat badan,- Sebenarnya Ranto beralasan, ia berpura-pura sakit, ia jatuh hati pada Maniamas. Rombongan ngayopun berangkat, Berbulan-bulan, malah sudah satu tahun, tidak ada kabar berita tentang Gurete apakah masih hidup ataupun mati, akhirnya Gurete pulang, dan dari jauh Gurete sudah berteriak, Nu’ Uda’ katanya, apa yang berbau busuk dirumah ini ! Jawab Uda’nya, Continue reading

ADAT KEMATIAN DAYAK SALAKO


Pantak

Pantak

Penulis : Yohanes S. Laon
Alamat Blog : yohanessupriadi.blogspot.com

Adat ka’ kamatiatn yang dimaksud disini ialah semua bentuk Adat yang berkaitan dengan hal-hal kematian seseorang dari sejak dia meninggal dunia hingga tiga tahun atau seribu ( 1000 ) hari ngalapasatn tahutn. Adt kakamatiatn itu meliputi antara lain yaitu :

1. Penguburan.
Apabila seseorng meninggal dunia pertama sekali jenasah harus dimandikan, diberi pakayan biasanya serba putih dan unyuri’ ( dibaringkan ) diruang depan ( sami’ ). Inilah yang dinamakan mangkorah. Sementara itu, beberapa orang diminta untuk memberitahukan kematian itu kepada ahli waris yang agak jauh tempatnya sambil ngango’nya. Pangago’ harus membawa paku pangkars dan setiap orang yang digago’ harus mengigit paku sebagai pangkaras, dan mereka mengucapkan kata-kata : Continue reading