Menang Atau Kalah, Akan Jadi Sejarah


image

Pencoblosan di TPS 2 Sebol, Pileg 9 April 2014

Lumar – Proses Pemilu Legislatif 2014 telah memasuki tahap penghitungan (rekapitulasi) suara ditingkat kecamatan. Mulai 14,15,16 April. Trik dan Intrik dalam memenangi pertarungan politik sudah dilakukan oleh masing-masing kandidat. Masyarakat (Pemilih) akhirnya tetap menjadi penentu.

Seratus bahkan seribu Pengalaman berharga didapat dari proses demokrasi tersebut. Berbagai pendekatan sosial selama bertahun-tahun, pembentukan jaringan, pendidikan politik, pendekatan melalui media ternyata belum mampu mengubah karakter pemilih dalam menentukan pilihannya terhadap figur yang memiliki kapasitas dan potensi untuk mewakili mereka di lembaga (DPRD/DPR).

Uang merupakan penentu dari proses demokrasi itu. Rp.100 ribu hingga jutaan Rupiah menjadi ukuran. Pemilih memposisikan diri sebagai objek dari permainan politik uang (money politics) dimana ketika salah seorang kandidat menyodorkan sejumlah uang, tanpa beban pemilih memasuki perangkap yang dipasang selama lima tahun kedepan.

Seketika waktu, dari kejadian ini, salah seorang pengurus Parpol berucap “Negara ini sudah rusak, lebih baik dirusakkan sekali,”. Artinya, jika masyarakat tidak mampu diberikan pendidikan politik yang baik, alangkah baiknya jika cara-cara kotor seperti itu (jual-beli suara) ikut dilakukan oleh semua pihak.

Beberapa hari lagi proses demokrasi (Pileg) akan segera usai. Lima tahun atau 60 bulan kedepan kita akan menikmati perbuatan yang telah kita jalani.

“Selamat berkarya,”