*Sosialisasi Pamsimas Martono : “Kesadaran Masyarakat Masih Kurang Dalam Menjaga Hasil Pembangunan”


image

Oleh : Krisantus Van Sebol

Bengkayang, BERKAT. Guna merealisasikan pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Bengkayang, Rabu (4/12), Panitia Kemitraan (Pakem) Pamsimas Bengkayang melakukan sosialisasi program kepada Kepala Desa, BPD dan Tokoh Masyarakat di Aula Kantor Bupati Bengkayang.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Konsultan Pamsimas Propinsi Kalbar, Martono, SE, MM dan Konsultan Pamsimas Kabupaten, Maizer Zein sebagai Narasumber dengan materi pengenalan program serta tata cara penyusunan proposal.

Program Pamsimas ini merupakan program baru yang digulirkan pemerintah bekerjasama dengan Bank Dunia guna menunjang pembangunan dibidang penyediaan air dan sanitasi. Menurut Martono, program ini sejatinya hampir sama dengan program pemerintah terkait pemberdayaan masyarakat yang lainnya seperti PNPM, P2DTK. Namun yang membedakannya adalah fokus yang dilaksanakan, jika PNPM mencakup beberapa bidang pembangunan yang dibutuhkan, sementara Pamsimas terfokus pada penyediaan air dan sanitasi. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam proses pendanaan melalui sharing dana in cash dan in kind dengan maksud agar masyarakat memiliki tanggungjawab yang besar terhadap hasil pembangunan yang diterima daerahnya.

“Selama ini sudah banyak program pembangunan pemerintah yang menjangkau masyarakat, hanya saja yang menjadi masalah adalah masih minimnya kesadaran mereka merawat/menjaga hasil pembangunan tersebut,” ungkap Martono.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan program ini, Ia berharap agar warga desa yang menjadi sasaran harus berkomitmen menjaga dan merawat hasil pembangunan yang diterima sehingga manfaat yang dirasakan berlangsung dalam jangka waktu lama.

Sementara itu, dijelaskan juga oleh Maizer Zein perihal prosedur yang mesti dilalui oleh masyarakat agar program Pamsimas bisa masuk ke Desa mereka. Dimana, untuk mendapatkannya, warga desa mesti membuat proposal pengajuan sesuai dengan perunjuk tekhnis yang diberikan. Selanjutnya, proposal yang dibuat dan diajukan diserahkan kepada Panitia Kemitraan untuk diverifikasi.

Verifikasi dilakukan guna mendapatkan desa mana yang memiliki skor tinggi sehingga layak ditetapkan sebagai desa sasaran. Adapun kriteria yang menjadi penilaian Pakem, diantaranya adalah komitmen masyarakat untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS), bersedia memberikan sharring dana in cash dan n kind, belum pernah mendapat bantuan program pemerintah, tingginya tingkat penderita diare, dan beberapa hal lagi yang sudah terdapat dibuku petunjuk.

“Penyerahan proposal oleh Kepala Desa (Tim Penyusun Proposal Desa) paling lambat tanggal 11 Desember ini,” tambah Anggota Pakem Pamsimas, Antonius Yewin.

Selanjutnya, pada tanggal 12 Desember, proposal akan diverifikasi oleh Panitia Kemitraan. Setelah diperoleh Desa yang mendapatkan skor tinggi, hari berikutnya panitia akan melakukan survei dilapangan terhadap desa tersebut.

“Tanggal 16 Desember data desa sasaran akan dikirim ke Kementrian untuk ditetapkan sebagai desa penerima bantuan program tahun 2014,” jelasnya.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s