Kepsek Jarang Ngajar, Orang Tua Mengeluh


SDN 16 Pagoh, Desa Lesabela, Ledo.

SDN 16 Pagoh, Desa Lesabela, Ledo.

Oleh : Yordanus

LEDO – Karena dianggap sering mengabaikan tugasnya sebagai seorang tenaga pendidik (guru), Kepala Sekolah SDN 16 Pagoh, Desa Lesabela, Kecamatan Ledo dikomplein oleh salah seorang orang tua murid. Padahal, selama ini, sekolah tersebut boleh dikatakan sering mendapat perhatian dari Pemda Bengkayang dari sisi pembangunan fisik sekolahnya.

Menurut AT, salah seorang orang tua siswa dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah memadai, seharusnya dapat semakin meningkatkan motivasi para guru untuk memberikan yang terbaik bagi para siswanya dengan mengefektikan pelajaran, khususnya aktivitas belajar mengajar di Sekolah.

“Yang bersangkutan memang jarang masuk. Namun ketika ditanya alasannya terkadang yang bersangkutan beralasan sibuk berurusan di Dinas Pendidikan,” ungkap AT.

Selama ini masih kekurangan guru,dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, serta tantangan yang sangat berat.bahkan Kepala Sekolahnya Liber jarang masuk mengajar dengan alasan sibuk di Dinas Pendidikan sehingga jarang masuk mengajar. Maka wajar jika masyarakat Dusun pagoh mempertanyakan mengapa Kepala Sekolah di sekolah kami jarang masuk.

“Bagaimana dengan anak-anak kami yang sekolah bisa pintar jika gurunya jarang masuk mengajar,” katanya dengan nada tanya. Lebih lanjut, AT menyebutkan apabila saat ini bahkan ada masyarakat yang tidak ada SK yang mengajar anak anak mereka termasuk perawat yang bertugas pun ikut mengajar.

Sementara itu, LN selaku guru honorer di sana mengatakan benar saat ini Kepsek jarang masuk, bahkan saya selaku guru honorer di berhentikannya dengan alasan saat rapat di dinas pendidikan Kepala Dinas mengatakan di setiap sekolah tidak ada guru pembantu atau honorer karena anaggaran tidak ada. Sekalipun di sekolah tersebut masih kekurangan pengajar, sehingga Lina meminta Surat Keputusan tersebut apakah benar di setiap sekolah saat ini tidak guru honorer?

“Akibat kekurangan guru dan guru yang jarang masuk tidak heran jika masih ditemukan adanya siswa kelas enam yang belum bisa membaca,” sebutnya.

Melihat kondisi ini, baik LN maupun AT meminta agar pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan dapat mengambil langkah bijak guna mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh orang tua siswa. Hal ini bertujuan agar anak-anak mereka dapat memperoleh ilmu yang seharusnya mereka dapatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s