Keluhkan Harga Karet


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang, BERKAT.

Tak menentunya harga karet yang cenderung menurun sejak beberapa waktu lalu menjadi masalah tersendiri bagi para petani karet. Kondisi pasar ini tentunya dikeluhkan, apalagi setelah harga-harga barang mulai merangsek naik.

“Harga karet menurun, sementara

biaya kebutuhan hidup semakin tinggi,” kata Ali (47) salah seorang petani karet kepada Berkat baru-baru ini.

Disebutkannya, untuk saat ini harga karet berkisar pada harga Rp.8000-Rp.10.000,-. Dengan rendahnya harga jual karet, pendapatannyapun jadi berkurang. Jika sebelumnya, dalam satu hari hasil torehanya bisa menghasilkan uang sebesar Rp.120 ribu sampai Rp.140 ribu, kini hanya berkisar Rp.80 ribu. Padahal, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, Ia juga mengaku dari hasil karet itu digunakan untuk membiayai pendidikan anaknya. Petani lainnya, sebut saja Marta (38) berpendapat yang sama dengan apa yang dialami oleh Ali. Masih rendahnya harga karet hingga saat ini membuat beban hidup semakin berat.

“Apalagi bulan ini anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Keperluan tentu bertambah besar,” ujarnya.

Terhadap kondisi yang dialami itu, baik Ali maupun Marta berharap agar dalam waktu dekat harga karet bisa naik lagi, setidaknya seperti pada beberapa waktu lalu dimana harga karet mencapai Rp.18-25 ribu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s