Bank Indonesia-Dinas Kumindag Gelar Pelatihan Finishing Klaster Bidai di Perbatasan


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang, BERKAT.

Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Jajaran Dinas Kumindag Bengkayang serta Peserta Pelatihan Finishing Kloster Bidai

Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Jajaran Dinas Kumindag Bengkayang serta Peserta Pelatihan Finishing Kloster Bidai

Kerjasama yang terjalin antara Bank Indonesia (BI) Kalbar dengan Pemda Bengkayang melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Kumindag) kembali ditunjukkan dengan menggelar pelatihan Klaster Finishing Bidai. Kegiatan yang berlansung selama dua hari pada 25-26 Juni kemarin dilaksanakan di Aula Kantor Camat Jagoi Babang. Para pesertanya semua berasal dari Kecamatan Jagoi Babang, seperti Jagoi Babang, Sekida”, Belidak dan Jagoi Take’, daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

“Secara keseluruhan ada 35 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut,” kata Kabid Perindustrian, Yustina Ita Wurini, S.Tp, MM, Kamis (27/6) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, pelatihan yang dilakukan itu dimaksud untuk menggali dan mengembangkan potensi kerajinan Bidai bagi masyarakat setempat untuk selanjutkan dipasarkan hingga menjadi kerajinan yang mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan mereka. Pada pelatihan tersebut, para pengrajin diberikan pengetahuan baru tentang desain anyaman dari instruktur Desainer Craft asal Bogor, Ratna M. Sedangkan yang berkaitan dengan pemasaran maupun modal, para peserta mendapatkan pengetahuan dari Instruktur BI Kalbar, Hatta Siswa Mahyaya dan Andi Sutan.

“Terselenggarakannya kegiatan ini tidak terlepas dari peran besar yang diberikan oleh Bank Indonesia bagi masyarakat Bengkayang,” sebut wanita yang akrab disapa Ita ini.

Adapun kerjasama yang terjalin disebutkannya telah berlansung sejak tahun 2012 lalu. Kerjasama pengembangan Klaster Bidai itu sendiri hanya berlansung 2 tahun. Selama kerjasama berlangasung, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan, seperti pengadaan bibit rotan dan cabai oleh BI, Studi Banding Kerajinan Tangan di Tasikmalaya (Jabar), Studi Banding di Yogyakarta terkait kerajinan pengolahan kelapa, ikut serta dalam pameran Inacraf 2012 & 2013 di Jakarta.

“Kerjasama itu telah memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan industri kerajinan di Kabupaten Bengkayang,” tandasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kumindag Kabupaten Bengkayang, yakni Drs. Stefanus Salikin, M.Si, Bank Indonesia diwakili oleh Hatta Siswa Mahyaya sebagai Ketua Panitia kegiatan dan Andi Burhanuddin Sultan. Dihadiri oleh juga Ratna M. Yoana seorang Desainer Craft dari Bogor, Camat Jagoi Babang yang diwakili oleh Sekcam Jagoi Babang, Jembo beserta jajarannya dan Yustina Ita Wuruni, S.TP, MM Kabid Industri Diskumindag beserta jajarannya.

Hatta menuturkan bahwa Klaster ini sudah dimulai sejak 2012 dimulai dengan sebuah sentra yaitu Sentra Kreatif di Kecamatan Seluas lalu setelah setahun berjalan dikembangkan sampai tingkat pemasaran di prop lainnya. Adapun kegiatan yg dilaksanakan adalah menjelaskan kembali tentang Program Klaster adalah pengenalan klaster di Kab Bengkayang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang akan dilakukan oleh instruktur Ratna yang diawali dengan melihat langsung satu persatu produk sampel kerajinan yang dibawa. Kemudian kunjungan ke tempat usaha, untuk mendapatkan sumbang saran mana produk yang siap diangkat, dikembangkan, dipromosikan dan dipasarkan serta bentuk-bentuk seperti apa yg bisa diterima di luar Pulau Kalimantan.

Hatta mengharap agar mendapat sebuah konsep atau rencana yang baru utuk pengembangan lebih lanjut hingga tahun 2014. Walaupun program klaster ini biasanya berjalan hanya 2 tahun tapi diharapkan tahun ketiga sudah bisa mengusahakan terbukanya pasar. Selama ini pasar yg terbuka adalah Malaysia dan ini musti tetap dipertahankan bahkan jika perlu ditambah dengan kualitas yang semakin baik. Bidai yang dijual di Malaysia yang kasar pun laku, tapi harus dilakukan finishing lagi barulah kemudian dijual kembali ke Bali padahal kita juga punya potensi utk itu. Hatta juga mengharapkan semoga tidak ada halangan pada tahun 2014 bisa terealisasi untuk punya toko klaster kerajinan di Yogyakarta. Hal ini dipandang lebih efektif dibanding dengan dilakukannya pameran selama lima hari. Selain itu, keberadaan Klaster ini juga dimaksud untuk memudahkan pihak luar mengetahui produk sekaligus daerah (Bengkayang).

Untuk itu kita akan siapkan mulai Januari 2014 tapi kita masih akan berkoordinasi lagi dengan Pemda Sambas yang juga merupakan mitra Bank Indonesia Perwakilan Propinsi Kalimantan Barat. Diharapkan produk kita bisa bersaing dan sudah ada standarnya, dan juga bisa diusahakan HAKI. Sehingga tidak terjadi lagi contohnya motif kita diklaim punya negara lain misalnya Malaysia, dan kalau bisa motif itu milik Kabupaten Bengkayang. Hatta menjelaskan bahwa waktu kunjungan ke Serikin kami tanya dengan orang Malaysia, bagaimana pendapat ibu ttg bidai ini, kalo bidai Indon ini kelas 2, buatan Sirikin kelas 1 padahal yang dijual disana semua buatan kita. Marilah kita coba membuat sesuatu yang kualitasnya baik dan tidak lagi dianggap kelas 2 oleh negara lain. Tapi perjalanan kita masih panjang. Dan kita tdk menjanjikan apa, yang penting kita berjalan bersama secara perlahan. Untuk bantuan alat BI percayakan pengelolaannya ke KUB (Kelompok Usaha Bersama) Ranting Kuat Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo. Perlu juga disampaikan bahwa dari tahun 2012 bantuan peralatan kerja yang dikelola oleh KUB Ranting Kuat sebagai koordinator klaster adalah pembelah rotan 1 set, mesin jahit tas 2 unit, sehingga bagaimana nanti dengan dikoordinator oleh dinas bisa masuk ke tahap produksi produk2 yang lebih banyak lagi dan kedepannya akan dilatih pembuatan tas. Moga moga seluruh anggota klaster bisa bersama memakai alat utk berbagai keperluan. Bantuan lain yang diberikan Bank Indonesia adalah bibit rotan saga sebanyak 2500 batang dan bibit kapuak sebagnyak 2500 batang yang dikelola oleh POK Pencinta Alam Gunung Temuak Kecamatan Tujuh Belas mulai dari penanaman sampai pupuk dasar.

Klaster adalah pengelompokan usaha yang sejenis, seperti bidai, anyaman rotan baik yang di Seluas maupun di Jagoi Babang. Kalau di tempat lain juga akan kita kembangkan lagi. Pada kesempatan ini Kepala Diskumindag Kabupaten Bengkayang mengharapkan agar para pengrajin bersedia bersama sama untuk bisa bisa berkembang, kita angkat kerajinan yg sangat bagus di Kab Bengkayang ini di utk dikenalkan di tingkat Nasional sehingga dapat memperkuat perekonomian kita dalam jangka cukup panjang karena kalo kita sudah mengalir kita bisa kewalahan, dalam proses produksi, bila sekarang ini kita buat utk kita jual sendiri tdk ada target waktu, tapi bila sudah mengalir dan bekerja sama dengan perusahaan penjual, maka akan ada target waktu dan jumlah yang harus dipenuhi apalagi bila ada pesanan dalam jumlah banyak, sehingga merubah jam kerja, merubah proses penyelesain. Semua ini akan memerlukan manajemen khusu apalagi pekerjaan pengrajin rata-rata tdk terfokus pada kegiatan menganyam melainkan ada pekerjaan utama lainnya.

Salikin mengharapkan agar pengrajin sebagai pelaku usaha bisa mandiri tidak tergantung bantuan dinas dan orang lain. Perlahan-lahan belajarlah menguasai kemampuan ketrampilan kita masing-masing utk mandiri. Hatta juga mengungkapkan bahwa kedepannya bisa dibantu permodalannya oleh perbankan. Di perbankan juga bisa dilihat dari segi bunga murah (disubsidi) dan penuh. Hatta mohon dukungan dari semua pihak dan kerjasama kita ini tdk hanya 2 tahun saja tetapi lebih panjang waktunya lagi untuk bekerja sama di utk pengembangan usaha kecil ini di kemudian hari.

Pada kesempatan ini Salikin juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Bank Indonesia Perwakilan Propinsi Kalimantan Barat yang telah menghadirkan Ibu Ratna selaku instruktur desainer craft dari Bandung, serta berbagai fasilitas yang telah diberikan untuk memperkuat Program Klaster Bidai di Kabupaten Bengkayang selama ini. Diharapkan hasil pelatihan ini bisa meningkatkan kualitas produk yang sudah ada dan meningkatkan kreasi menjadi produk yang memiliki nilai jual yang tinggi dan bisa memanfaatkan limbah hati rotan yang selama ini terbuang. Semoga semua yang kita harapkan bisa terealisasi dengan baik utuk memajukan dan memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Bengkayang. (release Diskumindag Bengkayang).

Bengkayang, 27 Juni 2012

Kabid Industri

Yustina Ita Wurini, S.TP, MM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s