Orgil Berkeliaran di Pasar


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang, BERKAT.

Penanganan terhadap Orang Gila (Orgil) di sekitar kota Bengkayang sepertinya belum pernah dilakukan oleh pihak pemerintah setempat melalui lembaga-lembaga terkait. Buktinya, sejak bertahun-tahun masih banyak ditemukan Orgil yang berkeliaran ditengah keramaian pasar Bengkayang. Kita tidak tahu apakah lembaga terkait seperti Dinas Sosnakertrans, Sat Pol PP maupun Dinas Kesehatan masih berpikir, mengurus Orang Gila tidak menghasilkan uang? Hanya mereka yang tahu.

Keberadaan Orgil di Bengkayang selain membuat kurang eloknya tatanan kota, Ianya juga sangat mengganggu ketentraman warga. Contohnya, kejadian beberapa waktu lalu, salah seorang pemilik kendaraan roda empat harus mengalami kerugian akibat kaca spionnya dipecah oleh Orgil. Bahkan terkadang, keberadaan Orgil ini juga mengganggu arus lalulintas. Termasuk tindakan mereka yang kerap meminta-minta uang kepada warga dengan paksaan.

Keresahan warga terhadap keberadaan Orgil, ditemui Wartawan ini ketika sedang berada pada Warung Kopi Anugerah, Jalan Uray Dahlan Suka, No. 17 atau kerap disebut Jalan Menuju Susteran, Jumat (7/6). Dimana sekitar pukul 13.50 WIB, tak lama setelah Wartawan ini memesan segelas kopi, tiba-tiba datang seorang pria lusuh mendatangi Warkop dimaksud, yang mana tanpa menunggu waktu lama Ia langsung meminta sejumlah uang kepada pemilik Warkop.

“Minta uang….!!! Saya mau berobat,” kata Orgil tersebut. Karena khawatir barang-barang diwarungnya diganggu oleh Orgil, mau tidak mau pemilik Warkop memberikan sejumlah uang walaupun diketahui dalam jumlah yang kecil.

“Sudah sering dia (Orgil) datang disini meminta uang, alasannya selalu sama, untuk berobat,” kata pemilik Warkop yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Kondisi yang dialami Pemilik Warkop Anugerah itu hanyalah salah satu gambaran kecil dari dampak keberadaan Orgil di Bengkayang.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Bengkayang, Johanes A. Dopong, melihat hal yang sama, dimana selama ini Orgil di Kota Bengkayang masih kurang mendapat perhatian dan pembinaan dari instansi terkait. Padahal sebagai warga negara, para Orgil ini memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang sama dengan warga yang lainnya.

“Mungkin kalau mereka tidak punya keluarga seharus bisa difasilitasi untuk dikirim ke RS Jiwa sebagai tempat yang layak, bukan dibiarkan begitu saja,” ujar pria yang juga menjadi pengurus KONI Bengkayang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s