Mengejar Ringgit Dinegeri Jiran Anak Diterlantarkan


Nabila

Nabila

Oleh : JAMLI

Bengkayang, BERKAT.

Warga menemukan anak kecil yang diduga diterlantarkan kedua orangtuanya. Sebut saja Nabila (6) sudah Tiga hari menghilang dari kediaman pamannya ditemui warga dengan kondisi badan berlumpur dan baju kusam serta luka memar dan benjol dibagian kepala. Warga yang menemui anak tersebut langsung membawanya di-Kantor Kelurahan Bumi Emas Kecamatan Bengkayang pada Selasa (7/5/2013) untuk ditangani pihak petugas.

Pengakuan Nabila, dirinya lari dari rumah lantaran sering dipukul oleh anak-anak pamannya. Nabila anak pertama dan Arga Boncet adiknya merupakan buah hati dari pasangan Idik dan Daha asal Dusun Puaje Desa Suka Maju Kecamatan Monterado. Kedua orangtuanya mengejar Ringgit di Negeri Jiran Malaysia, hingga rela menitipkan kedua anaknya dengan Omang di-Tapang Sentagi Kecamatan Bengkayang. Omang sehariannya adalah tukang mabuk, hingga hilangnya Nabila dari kediamannya tidak pernah Ia hiraukan.

Pihak Kelurahan Bumi Emas mendengar hal tersebut langsung menghubungi pihak keluarga agar memberitahu bahwa kehilangan Nabila selama Tiga hari, namun sudah ditemui dengan selamat.
Iskandar selaku Lurah Bumi Emas saat ditemui menyampaikan kekesalannya terhadap orangtua asuh yang tega menterlantarkan anaknya. Anak seumur Nabila seharusnya perlu pengawasan, pendidikan dan kehidupan yang layak.

“Seharusnya anak seusia Nabila sudah seharusnya sekolah,” Kata Iskandar.

Terpisah disampaikan Zakarias, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kabupaten Bengkayang via telephone selulernya menyatakan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak, Anak merupakan individu yang berumur dibawah 18 tahun. Kekerasan terhadap anak adalah tindakan yang dilakukan pada mereka yang berumur di bawah 18 tahun sehingga menyebabkan kondisi fisik dan mentalnya terganggu. Kekerasan terhadap anak sangat menggugah rasa kemanusiaan kita terutama kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat bagi anak untuk mendapat kasih sayang orangtua namun ternyata justru anak merasakan ancaman dan ketidakbahagiaan di dalam keluarganya sendiri.

Meningkatnya angka kekerasan terhadap anak ini, menandakan perlindungan terhadap anak yang tertuang dalam UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak tidak berjalan. Hal ini dikarenakan semua kasus kekerasan anak ini sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat mulai dari ayah kandung atau ayah tiri, ibu kandung atau ibu tiri, ibu asuh, guru, paman, dan teman.

Lanjutnya, setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. “Hukuman bagi pelaku dengan maksimal pidana penjara maksimal 15 tahun,” Kata Zakarias Lebiha jauh menurutnya, anak-anak perlu perlindungan dalam hal mengurangi tindak kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak. Anak adalah tunas potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s