Serangan Jantung, Iyos Meninggal Dunia


Pihak Keluarga Iyos saat menjemputnya dari RSUD Pemangkat

Pihak Keluarga Iyos saat menjemputnya dari RSUD Pemangkat


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Lumar, BERKAT.

Diduga terkena serangan jantung, Iyos (35) warga Dusun Madi, Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar meninggal dengan tiba-tiba pada hari Selasa sekira pukul 07.00 WIB di RSUD Pemangkat, pihak keluarganya pun dibuat terkejut setelah mendengar kabar kepergian saudara laki-laki mereka untuk selama-lamanya. Sangat mengejutkan karena beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 21.00 WIB hari Senin, Ia masih menelpon keluarga di Kampung. Apalagi selama ini, Ia tidak pernah mengeluh tentang kondisi kesehatan sebenar yang sedang dideritanya. Hingga akhir hayatnya, anak ketiga dari lima bersaudara itu masih berstatus bujangan. Hampir dua tahun terakhir ini Ia bekerja pada sebuah unit usaha pengolahan minyak kelapa di Pemangkat, Kabupaten Sambas milik Titus.

Sekira pukul 07.00 WIB, telepon genggam milik Antonius berdering. Tanpa menaruh curiga sedikitpun akan mendapat kabar pahit, Ia kemudian menerima panggilan yang diketahui berasal dari Wilda, salah seorang rekan kerja Almarhum. Dari telepon tersebut, Wilda mengabarkan apabila saat itu Iyos telah dibawa ke RSUD Pemangkat dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri. Wilda merupakan rekan kerja sekaligus orang pertama yang mengetahui kondisi Iyos. Dimana menurut penuturannya, pada saat itu, sekira pukul 06.30 WIB Ia berniat untuk membangunkan Iyos karena tidak lama lagi mereka akan mulai bekerja. Meski sudah beberapa kali tubuhnya digoyang-goyangkan, Iyos masih tak juga segera terbangun. Wilda pun heran, apalagi tak biasanya Iyos terlambat bangun. Ia pun mulai menaruh curiga, dirabanya tubuh Iyos, kaku dan dingin itu yang dirasakan dari tubuh rekannya tersebut. Melihat kondisi Iyos yang masih tak sadarkan diri, Wilda kemudian bergegas memberitahukan hal tersebut kepada rekan yang lain serta pemilik pabrik, Titus maupun Istrinya, Lili. Dan segera setelah itu, mereka sepakat agar tubuh Iyos segera dibawa ke rumah sakit terdekat, RSUD Pemangkat untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan (Visum et Revertum) itu, pihak RSUD mendapati apabila keadaan umum Iyos sudah tidak sadarkan diri. Kedua pupil mata melebar ( midriasis) diameter 5 mm. Denyut jantung sangat lemah, nadi teraba kecil, lemah dan dalam. Akral teraba dingin. Serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Ia pun dinyatakan meninggal dunia pukul 07.15 WIB.

Sementara itu, Kapolsek Pemangkat, AKP Aryo Tri Wibisnowo, SH yang dikonfirmasi langsung, menyatakan apabila pihaknya telah menerima laporan dari Wilda maupun Titus terkait kejadian yang menimpa Iyos. Dan saat itu juga pihaknya langsung melakukan olah TKP.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan hingga menyebabkan Iyos meninggal dunia,” tegasnya. Ia pun memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga diperoleh kesimpulan yang selanjut akan dikomunikasikan dengan pihak keluarga. Pihak kepolisian sendiri menyerahkan raga Iyos kepada pihak keluarga setelah dilakukan visum.

Memiliki sifat periang dan mudah bergaul itulah sifat yang dimiliki Alm. Iyos. Pihak keluarganya sedikitpun tidak menyangka Iyos akan pergi selama-lamanya, karena beberapa jam sebelum itu, yakni pada hari Minggu siang, Ia masih berada dirumah. Memang, jika tidak ada jadwal ibadah di tempat kerja atau di Singkawang, Almarhum selalu menyempatkan diri pulang ke kampung halamannya di Madi pada hari Sabtu dan kembali lagi keesokan harinya. Pada saat pulang itulah Ia menyempatkan diri untuk bertemu kerabat dan rekan-rekannya bahkan tak jarang juga Ia mengunjungi keluarga yang ada di Dusun Sebol.

Sementara itu, menurut keterangan dari Andot, rekannya asal Bengkayang yang juga bekerja di Pemangkat, mengatakan bahwa pada Minggu malam, sekitar pukul 19.30 WIB mereka masih bersama dan berbagi cerita di sebuah warung sambil memesan minum. Hal itu sudah biasa mereka lakukan pada waktu sebelumnya dengan maksud agar semakin mengakrabkan hubungan sesama daerah. Andot sendiri bekerja di sebuah perusahaan pemasaran sepeda motor.

“Namun tidak lama kemudian, Ia meminta pamit pulang, alasannya sedang tidak enak badan, kepalanya pusing,” terang Andot. Diakuinya, kebersamaan dengan Iyos tidak berlangsung lama, bahkan belum sampai pukul 20.00 WIB Ia sudah pulang. Dijelaskan Andot, apabila kondisi semacam itu sudah sering disampaikan Iyos kepadanya. Namun, Ia sendiri tak menyangka apabila keluhan yang disampaikan malam itu merupakan keluhan yang terakhir. Sedangkan dari keterangan lain yang berhasil diperoleh, pada Minggu, pukul 21.00 WIB, Iyos masih sempat berbagi cerita dengan salah seorang adiknya, Nira. Dan itu bisa menjadi kontak terakhir dengan pihak keluarga hingga akhirnya Ia pergi selama-lamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s