Akmen-BS Bengkayang Kembali Wisudakan 43 Diploma


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Tahun 2012 ini, pihak Akademi Manajemen Bumi Sebalo (Akmen-BS) Bengkayang kembali menciptakan tenaga terdidik bagi daerah dengan mewisudakan 43 lulusan pada Sabtu (15/12) ini di Aula V Kantor Bupati Bengkayang. Demikian dikatakan Direktur Akmen-BS Bengkayang, Martono, SE.,MM, Rabu (12/12) di Bengkayang.

Tahun 2012 ini merupakan wisuda yang ke-IV, setelah wisuda angkatan pertama pada tahun 2005, 2009 dan 2011. Disebutkannya, hingga wisuda angkatan ke-IV, pihaknya telah berhasil menciptakan total Continue reading

KDRT, Istri Lapor Suami ke Polisi


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Jualam dilapor ke aparat akibat KDRT

KDRT Bengkayang

Bengkayang (Kalbar Times) –
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Saliman kembali terjadi Minggu (9/12) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari oleh suaminya sendiri, Jualam. Kekerasan yang dilakukan Jualam tersebut merupakan ulangan kasus yang sama dilakukan pada Minggu, 4 Juli 2010 lalu. Jika kejadian 2 tahun lalu diawali pertengkaran mulut karena sang suami ketahuan membeli pulsa untuk wanita lain, namun kali ini penyebabnya adalah karena si suami telah dipengaruhi minuman keras.

“Akibat kekerasan tersebut, Saliman mengalami luka memar pada pelipis kiri,” kata salah seorang anggota keluarga, Santi, yang turut mendampingi Saliman melaporkan kejadian tersebut pada aparat kepolisian. Continue reading

410 Guru Tunggu Dinas Cairkan Dana TPG


Oleh : JAMLI

Bengkayang (Kalbar Times) – Sedikitnya 410 guru dari berbagai daerah menunggu angin segar dari Pemda terkait pencairan dana sertifikasi Tunjangan Profesi Guru (TPG). Para guru ini menuntut haknya kepada pemda Kabupaten Bengkayang terkait molornya pembayaran dana TPG yang terhitung Enam bulan sejak Juli-Desember hingga penghujung tahun 2012 ini.

“Kami hanya mohon konsekwensi pemda saja, yang katanya pencairan paling lambat tanggal Dua Puluh Desember ini,” Kata Kepala Sekolah SD di salah satu Sekolah Negeri di Bengkayang saat ditemui diruang kerjanya pada Senin (10/12). Continue reading

Karyawan PT. Darmex Agro Diminta Hentikan Aktivitas


Oleh KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Ketidakmampuan Pemda Bengkayang untuk mendatangkan pengambil kebijakan di PT. Darmex Agro, yakni Komisaris maupun Direktur pada Jumat (7/12) sangat disayangkan. Akibat ketidakmampuan tersebut, pertemuan antara masyarakat dengan perusahaan yang sejatinya akan difasilitasi pihak Pemda akhirnya batal. Demikian ungkap Jumiat, S.Ip, Sabtu (8/12) di Bengkayang.

“Masyarakat benar-benar kecewa dengan ketidakberdayaan Pemda untuk mendatangkan pengambil kebijakan dalam perusahaan tersebut,” tegas Jumiat. Continue reading

Dana SL-PTT Disunat, Ketua Poktan Mengeluh


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL
Bengkayang (Kalbar Times) – Upaya Pemda Bengkayang yang mencanangkan swasembada pangan sepertinya tidak akan mudah. Salah satu rintangannya adalah pemberdayaan petani yang dilakukan separuh hati oleh instansi yang berkaitan langsung dengan para pahlawan pangan tersebut. Hal ini terungkap setelah adanya laporan yang disampaikan beberapa Ketua Kelompok Tani (Poktan) kepada wartawan ini mengenai keluhan mereka atas terjadinya

“penyunatan” dana SL-PTT (Sekolah Lapang Peningkatan Tanaman Terpadu) oleh oknum tertentu pada instansi terkait.

Akibat penyunatan dana bantuan itupula, Ketua Poktan, NRH (inisial) menyebutkan apabila dana yang diterima kelompoknya hilang hingga separuh. Dimana yang seharusnya dari bantuan tersebut mereka berhak mendapatkan dana sebesar Rp.3,7 juta, tetapi pada saat akan dikelola, dana yang jatuh ke tangan petani hanya sebesar Rp.1.850.000,-. Dijelaskannya ketika diperiksa, dana yang masuk dalam rekening Poktan (Bank BRI) adalah senilai Rp.3.7 juta, namun setelah dicairkan, oleh oknum dari instansi terkait dana tersebut langsung dipotong (disunat) dengan dalih bagi penggunaan Biaya Pembuatan Plang (Rp.150 ribu), Biaya Pendamping (Rp.500 ribu), Biaya Petugas Pembimbing (Rp.1.2 juta). Adapun pencairan dana SL-PTT ini secara keseluruhan sudah diterima oleh para Poktan pada bulan September 2012 yang lalu.

“Sisanya, yakni Rp.1.350.000 (Belanja Saprodi) dan Rp.500 ribu (Dana Rapat/Pertemuan Kelompok) itu saja yang diterima Poktan,” papar NRH.

Atas penyunatan yang dialaminya, NRH mengaku sangat kecewa. Ia berpendapat, seharusnya dana bantuan tersebut bisa membantu dalam meningkatkan pendapatan karena petani dapat mengurangi biaya usaha tani dari paket yang telah diberikan. Selain itu, tujuan SL-PTT juga berperan dalam meningkatkan Pengetahuan Keterampilan dan Sikap (PKS) petani. Ia pun mempertanyakan perihal penyunatan tersebut, terutama berkaitan dengan pemotongan dana bagi Pendamping maupun Petugas Pembimbing sebesar itu. Ia berasumsi, apabila di Kabupaten Bengkayang terdapat 600 Poktan, alangkah besarnya dana “Sunat” yang diperoleh para oknum pada instansi terkait. Setidaknya dana yang hilang tersebut berkisar Rp.1.110.000.000,- (600 Poktan x Rp.1.850.000).

Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman dan sumberdaya Terpadu yang sering disebut (SLPTT) ini berkaitan dengan pembelajaran bagi petani, disini yang paling berperan dalam kegiatan ini adalah Penyuluh Pertanian. Mereka inilah yang berfungsi untuk memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha, memfasilitasi pengembangan ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan, membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usahanya.