Warga Kumba Tuntut Plasma Pada PT. WKN


Oleh : JAMLI

PT. WKN dan warga Desa Kumba, Seluas

PT. WKN dan warga Desa Kumba, Seluas

Bengkayang (Kalbar Times) –
Banyaknya permasalahan antara perusahaan kelapa sawit dengan masyarakat seharusnya mampu membuka mata aparatur pemerintah. Tidak hanya permasalahan antara masyarakat PT. Darmex Agro dengan Masyarakat Kinande, kemudian PT. Dumai dengan Warga Desa Ampar Benteng, PT. TPA dengan warga Desa Sango, PT. Ledo Lestari dengan warga Semunying Jaya, tetapi saat ini dan termasuk dari tahun ketahun, hal ini juga dialami oleh warga Desa Kumba, Kecamatan Seluas. Dimana warga Desa Kumba kembali menuntut adanya itikad baik dari PT. Wawasan Kebun Nusantara (WKN) agar dapat merealisasikan kebun plasma bagi mereka yang sejak lama belum juga direalisasikan.

“Jika PT. WKN tak mampu menyerahkan kebun plasma, kembalikan saja tanah masyarakat yang telah mereka rampas,” kata Mantan Kades Kumba, Hambali pada saat pertemuan dengan perwakilan PT. WKN diruang Bappeda Bengkayang, Jumat (14/12) kemarin.

Menurut Hambali PT.WKN menurutnya sudah merampas tanah dan ingkar janji. Lebih lanjut Ia juga mengatakan apabila tidak ada kata lain selain kembalikan saja hak masyarakat. Hambali juga menambahkan, pertemuan sudah sering diadakan dan sudah tidak terhitung jumlahnya, namun setiap pertemuan pihak perusahaan tidak pernah hadir. Justru yang hadir pada pertemuan itu hanya satuan SKPD dan aparatur Desa saja.

“Saya menilai pihak perusahaan, hanya menitip pesan melalui Pemda saja,” sindirnya.

Berbagai orasi hingga perjanjian dan penandatanganan MoU telah dilakukan yang menuntut agar pihak perusahaan mengembalikan tanah yang dirampas oleh perusahaan. Salah satunya dengan membuat berita acara pertemuan yakni perjanjian bermaterai dan perjanjian tersebut dibuat melalui Akta Notaris yang disepakati oleh kedua pihak, masing-masing bertandatangan berikut saksi-saksi. Salah Satu komitmen yang disepakati yaitu: 1,Penyelesaian MoU Koperasi Basule Makmur. 2, Menyelesaikan masalah kepemilikan lahan sertifikat paling lambat tanggal 31 Desember 2012. 3, Melanjutkan pengembangan areal plasma tempasan Basule Makmur dengan pola 60:40 setelah areal sertifikat ditetapkan. Jika pada tanggal tersebut tidak ada kejelasan, maka masyarakat akan mengambil alih areal yang dimaksud sekaligus menghentikan aktivitas perusahaan.

“Kalau mereka ingkar janji, berarti PT.WKN sudah melakukan menejemen konflik dan ini sudah menjadi Bom waktu,” Katanya.

Pertemuan antara masyarakat dengan pihak perusahaan diruang Bappeda dipandu oleh DR.Yan,S,Sos. Dalam pertemuan ini membahas terkait sengketa lahan transmigrasi masyarakat Desa Sentango Jaya dan Desa Kumba Kecamatan Seluas dengan pihak perusahaan PT.Wawasan Kebun Nusantara (PT.WKN) yang berlangsung sejak 1984 lalu hingga sekarang belum menemukan titik terang antara kedua pihak.

“Kita hanya memfasilitasi saja, jadi jangan membebani masalah ini kepada pemerintah saja,” Kata Yan membuka acara pada Jumat. Satu-satunya Pimpinan SOPD (Kepala BPMPPT) yang memiliki gelar Doktor ini menyampaikan jika akhir-akhir ini pihaknya sudah sering membahas terkait masalah yang sama. Ia berharap agar pihak perusahaan mau mendengar keluhan warga yang selam ini menjadi tuntutan pembagian kebun plasma.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s