Jembatan Putus Telan Korban


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Seorang penyuplai sayur untuk PT. Eka Tambang Utama, Budi (50) yang berdomisili di Singkawang, meregang nyawa akibat terendam banjir ketika hendak melintasi salah satu ruas jembatan yang menghubungkan Kelurahan Mayasopa dengan Desa Kinande. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh anggota Polsek Samalantan, kronologis kejadian berawal ketika pada Minggu pagi (4/11) berangkat menuju PT. Eka Tambang Utama. Ia merupakan penyuplai sayur bagi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan tersebut. Kabar terakhir yang diterima pihak keluarga sekitar pukul 12.00 hari Minggu. Dimana pada saat dihubungi melalui telepon seluler, korban mengatakan apabila saat itu dirinya sudah selesai menghantar sayur di perusahaan dan sedang berbalik arah untuk pulang. Sampai disitu, hingga malam pihak keluarga tak kunjung mendapatkan korban datang kerumah. Karena khawatir, akhirnya pihak keluarga berinisiatif menanyakan pihak PT. ETU yang selanjutnya pihak perusahaan melaporkan kondisi tersebut ke pihak kepolisian, Polsek Samalantan. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian setempat kemudian segera melakukan pencarian di sekitar ruas jalan Mayasopa – Kinande. Pencarian baru menemukan hasil sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (5/11) tidak jauh dari jembatan kayu di areal perkebunan kelapa sawit milik PT. Darmex Agro. Diduga, korban terjatuh ketika hendak melintasi jembatan yang saat itu terendam banjir.

“Motor korban tersangkut, sementara korban sendiri terjatuh dan tenggelam terbawa arus. Kemungkinan besar korban tidak bisa berenang,” kata Kapolsek Samalantan, IPDA Isbandi saat dikonfirmasi, Senin (5/11) di Bengkayang.

Setelah ditemukan, oleh aparat, korban kemudian dibawa ke RS Bethesda Serukam untuk dilakukan otopsi. Dari hasil otopsi, tidak ditemukan adanya aksi kekerasan. Setelah diotopsi, korban akhirnya disemayamkan dirumah duka, Jalan Pramuka, Kelurahan Condong, Singkawang Tengah. Perlu diketahui, jembatan yang dilintasi Budi tersebut merupakan jembatan yang beberapa waktu lalu diputus oleh oknum tak bertanggungjawab usai pembahasan tapal batas antara Desa Kinande dengan Desa Godang Damar. Pemutusan jembatan diduga menggunakan alat berat milik sebuah perusahaan yang memiliki kepentingan terhadap ruas jalan. Adapun kondisi jembatan yang dilintasi korban pada saat itu merupakan jembatan darurat berukuran lebar 30 cm dan panjang 3 meter yang dibangun secara swadaya oleh warga Kinande.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s