Pelecehan Adat, Kepolisian Bengkayang Didenda Rp. 77 Juta


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Akibat telah melakukan pelecehan dan perusakan adat masyarakat diwilayah Desa Kinande yang termasuk dalam wilayah adat Binua Kananyatn, Kepolisian Resor Bengkayang Sektor Samalantan harus membayar adat sebesar Rp.17.264.900 dan harus dibayar 2 kali., serta denda adat sebesar Rp.77.777.777. Demikian informasi yang disampaikan Ketua I DAD Kecamatan Lembah Bawang, Kristianus kepada wartawan, Rabu (28/11) di Bengkayang. Continue reading

Pasar Inpres akan Berubah Menjadi Semi Modern


Ditulis Oleh : JAMLI

Pasar Inpres Bengkayang

Pasar Inpres Bengkayang Rencananya akan dipugar pada 2013

Bengkayang –
Pasar Inpres Bengkayang akan segera dibangun menjadi pasar semi modern. Pasalnya, kondisi pasar tersebut dinilai tidak nyaman, kotor, kumuh dan semerawut. Bahkan fisik bangunannya dinilai memprihatinkan. Selain bangunannya sudah lapuk dimakan usia, juga jumlah pedagangnya overload atau melebihi kapasitas bangunan pasar, termasuk PKL (Pedagang Kaki Lima). Continue reading

PUSTU Bumbung Terlantar


Ditulis Oleh : JAMLI

Puskesmas Pembantu Dusun Bumbung

TERLANTAR. Puskesmas Pembantu Dusun Bumbung, Seluas

Seluas –
Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang sudah mengalokasikan dana untuk pembangunan pusat pelayanan kesehatan terpadu PUSTU Desa Bengkawan Kecamatan Seluas pada 2008 lalu, namun sejak dibangunnya pasilitas kesehatan ini hingga sekarang belum ditempati oleh petugas yang ada karena letak PUSTU jauh dari pemukiman warga. Sejauh ini petugas kesehatan masih menempati bangunan lama yang berada ditengah pemukiman warga. Continue reading

Seluas Banjir Buah Berduri


Ditulis Oleh : JAMLI

Kecamatan Seluas

Bambang dan Buah Durian

Seluas –
Tepatnya dibawah jembatan atau di pelabuhan Seluas, bau menyengat kian mewangi sejak 2 pekan terakhir. Di salah satu sudut jalan, telah berubah menjadi pasar dadakan dengan jualan utama Buah Berduri yakni Durian yang dijajakan oleh pedagang dari berbagai arah perkampungan.

Menurut seorang pedagang Inah (36), Durian adalah buah musiman, diperkirakan, musimnya cuma berlangsung 1,5 bulan saja. Karena itu, mereka hanya berdagang kalau buah itu telah benar-benar memasuki masa puncak musim. Continue reading

Jembatan Tampe Atas Ambruk, Aktivitas Masyarakat Terganggu


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Kelurahan SebaloPada tahun 2010, telah dilakukan perehaban terhadap jembatan menuju Tampe Atas, Kelurahan Sebalo. Namun setahun kemudian, keadaan jembatan berada diatas sungai Sekong itu sudah mulai miring. Dan terakhir, pada Rabu (21/11) minggu kemarin, jembatan yang menghubungkan 66 Kepala Keluarga dengan jantung kota Bengkayang terputus. Masyarakat kesulitan.

“Ambruknya jembatan membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk aktivitas belajar mengajar di SDN 15 Tampe Atas juga terganggu. Dan saya sendiri tidak bisa menyadap karet karena motor saya tidak bisa melewati jembatan tersebut,” ungkap salah seorang warga setempat, Sihin (48), Senin (26/11) yang dijumpai wartawan ini sedang melintas. Continue reading

Kecewa, Warga Kinande Bakar Camp PT. Darmex Agro


Oleh : KRISANTUS VAN BENGKAYANG

PT. Darmex Agro

Kunci Alat Berat

Bengkayang (Kalbar Times) –
Kecewa karena tak kunjung direalisasikannya tuntutan mereka untuk memperoleh kebun plasma, Senin (26/11) sekira 600-an warga Desa Kinande melakukan pembakaran terhadap kantor dan gudang serta mesin genset milik PT. Darmex Agro yang berada di Divisi II dan III. Disamping itu, warga berhasil mengamankan satu unit alat berat (ekskavator). Amarah yang ditunjukkan warga tersebut dirasakan sebuah kewajaran, hal ini disebabkan karena tuntutan plasma dari masyarakat terhadap perusahaan tak kunjung direalisasikan, warga juga kecewa dengan lambatnya upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat dalam merealisasikan tuntutan mereka. Continue reading

Polisi Jangan Jadi Alat Perusahaan Untuk Berhadapan Dengan Rakyat


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

PT. TPA

Perkebunan Kelapa Sawit

Bengkayang (Kalbar Times) –
Upaya yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Resor Bengkayang Sektor Samalantan yang mengambil secara paksa empat kendaraan yang diamankan warga di Desa Kinande, pada Kamis (22/11), dianggap sebagai sebuah pelanggaran adat. Ketua DAD Kalbar, Yakobus Kumis, yang dikonfirmasi, Minggu (25/11) kemarinmelalui telepon mengungkapkan apabila kendaraan yang sudah dibuat (dipagar) secara adat, harusnya apabila dibuka, juga mesti melalui proses adat yang berlaku pada komunitas masyarakat adat setempat. Setidaknya aparat kepolisian berkoordinasi dengan pengurus mulai dari Kepala Desa, Timanggung, Pasirah, Kepala Adat, Kepala Binua, sesuai dengan yang ada di daerah tersebut. Continue reading