Warga Kinande Amankan Dumptruck PT. Darmex Agro Mandiri


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

PT. Darmex Agro Mandiri

Dump Truck milik PT. Darmex yang diamankan oleh warga Desa Kinande

Bengkayang (Kalbar Times) –
Upaya masyarakat Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang untuk mendapatkan lahan plasma dari PT. Darmex Agro Mandiri (DAM) terus berlanjut. Jika beberapa hari yang lalu, yakni pada 15 September 2012, warga Desa Kinande telah mengamankan satu unit mobil Dumptruck dengan Nomor Polisi KB 9837 SL milik perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut. Kemarin, 26 September puluhan warga kembali mengamankan kunci-kunci alat berat, seperti exskavator, mesin pengaduk semen mini, yang hendak digunakan untuk membangun pabrik. Kini mobil dan kunci alat berat tersebut diamankan dihalaman rumah kepala desa dengan pemagaran secara adat.

“Adapun tujuan dari pengamanan yang kami lakukan tidak lain adalah agar pihak PT. DMA dapat memenuhi kewajiban mereka yang tak kunjung direalisasikan hingga detik ini,” tegas Kepala Desa Kinande, Pilipus, Rabu (26/9) dikediamannya.

Kewajiban yang dimaksudnya tak lain ialah mengenai pembagian kebun plasma kepada masyarakat Kinande yang sejatinya sebagai pemilik lahan atas lahan perkebunan yang dikelola oleh perusahaan. Ia menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan awal yang dibuat antara warga Kinande dengan PT. DMA sejak mulai sosialisasi (2004) maupun masa penanaman (2006), PT. DMA harusnya sudah bisa memenuhi kesepakatan mereka untuk menyerahkan kebun plasma kepada masyarakat setempat. Tuntutan atas kebun plasma tersebut merupakan hak yang mestinya diterima masyarakat karena kebun sawit yang ditanam oleh perusahaan berada diatas lahan masyarakat Kinande.

“Sudah berulangkali masyarakat menuntut agar pihak perusahaan segera menyerahkan kebun plasma, bahkan tuntutan tersebut selalu disertai dengan prosesi adat sesuai dengan adat budaya kami setempat, akan tetapi, pihak perusahaan tak henti-hentinya membohongi kami sebagai masyarakat,” ungkap Pilipus dengan panjang lebar.

Menanggapi permasalahan yang terjadi, Ketua Tim Solidaritas Masyarakat Kalbar, Rodianus Tumpok, SP menyebutkan bahwa permasalahan yang menimpa warga Kinande bukanlah hal baru. Menurutnya, permasalahan utama atas keberadaan perkebunan kelapa sawit selalu berupa hal-hal seperti itu, terutama kewajiban perusahaan untuk menyerahkan kebun plasma kepada masyarakat.

“Disamping itu juga, permasalahan ini terjadi karena tidak terlepas dari “pembiaran” yang dilakukan oleh Pemda Bengkayang yang terkesan tidak ambil pusing terhadap penyelesaian konflik,” terangnya.

Dikatakan pembiaran, karena selama ini tidak ada upaya serius yang ditunjukkan unsur pemerintah dalam penyelesaian masalah. Menurutnya, kebanyakan yang terjadi jika muncul permasalahan seperti yang dihadapi warga Kinande, kemampuan pemerintah hanya sebatas mendengarkan dan mencatat. Selebihnya, proses tidak pernah diketahui masyarakat.

1 Comment

  1. Sy merasa bangga dgn tindakan warga yg mana mereka walaupun sudah di berikan iming2 yg menjanjikan tapi tetap sabar menunggu janji manis yg tak kunjung terealisasi .sy juga org dayak. Disini sy katakan org suku dayak sekarang bukan masyarakat yg bisa di tipu seprti dulu.kami juga manusia bukan binatang yg tak ada akal pikirin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s