Mafia Proyek Bengkayang Berkedok Dana Jolok


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Berbagai macam cara dilakukan oknum pengusaha (kontraktor) di Bengkayang untuk mendapatkan paket pekerjaan (proyek) yang ada didaerah ini tanpa mengikuti aturan main yang semestinya. Salah satu cara yang diduga kerap dijadikan senjata oleh oknum tersebut ialah dengan meminta-minta dana kepada pengusaha lain agar dapat mendatangkan banyak anggaran bagi daerah. Dana yang terkumpul kemudian dianggap sebagai “dana jolok”.

Dari informasi yang diperoleh dari beberapa pengusaha di Bengkayang yang enggan namanya dipublikasi menyebutkan besarnya dana yang dikumpulkan berkisar Rp.20 juta hingga ratusan juta. Setelah terkumpul, oknum pengusaha atau mafia proyek ini mengatakan pihaknya akan menyerahkan dana jolok kepada salah satu lembaga tinggi negara ini ditingkat pusat agar bisa menambah jumlah anggaran, terutama Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Dari dana jolok itu, oleh oknum pengusaha yang menjadi koordinator tadi setiap pengusaha yang telah menyerahkan sejumlah uang dijanjikan akan mendapatkan paket pekerjaan (proyek) sesuai dengan jumlah kesepakatan karena mereka dianggap telah melakukan pembayaran terlebih dahulu. Continue reading