Mengais Rejeki Namun Tetap Menjaga Kelestarian Lingkungan


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Penambangan Tradisional

Memahat Batu yang diduga mengandung emas

Bengkayang (Kalbar Times) –
Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdapat di Kecamatan Lumar merupakan berkah yang tak ternilai bagi masyarakat setempat. Tidak dapat dipungkiri, sumber daya mineral, khususnya logam emas merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting dalam menopang perekonomian mereka. Sebab dari hasil penjualan emas itu, selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, juga dimanfaatkan untuk hal-hal lain seperti biaya pendidikan, membangun rumah, dan sebagainya.

Meski sudah mengetahui daerahnya memiliki kandungan emas yang luar biasa, masyarakat Lumar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dengan menggunakan alat-alat tradisional seperti pahat, palu, dulang, cangkul, kain keset untuk mendapatkan emas. Pekerjaan mencari emas tersebut mereka lakukan dengan cara mendulang di aliran sungai-sungai kecil maupun dengan memecah batu cadas disekitar Gunung Serantak. Dari hasil mendulang maupun memecah batu itu sendiri, dalam satu minggu seorang warga dapat mendapatkan uang berkisar Rp.500 ribu hingga jutaan.

Jon, salah seorang warga yang sejak dulu bekerja menambang emas secara tradisional mengaku pekerjaan tersebut merupakan sumber penopang ekonomi keluarganya, disamping bertani atau menoreh karet. Bermodal dulang, pengais besi (pao), cangkul, kain keset, saban hari Ia selalu datang ke Gunung Serantak untuk mencari emas dengan cara tanah yang dianggap mengandung logam mulia itu dihanyutkan melalui kain keset. Oleh masyarakat disebut Ngulur. Setelah dirasakan cukup banyak tanah yang berhasil diperoleh, kain keset kemudian dicuci pada sebuah wadah untuk selanjutnya didulang. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukannya itu sudah dimulai semenjak masih belum berkeluarga.

Lain halnya dengan Eko dan Albert, kedua pemuda ini melakoni pekerjaan tersebut hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan pribadi saja, karena memang belum memiliki pasangan hidup. Biasanya hasil yang mereka peroleh diserahkan kepada orang tua untuk disimpan.

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui baru-baru ini, penambangan secara tradisional yang mereka lakoni bukanlah sebagai pekerjaan utama mereka. Mereka mengaku aktivitas tersebut dijalani ketika pekerjaan utama mereka, yakni bertani sedang tidak membutuhkan perawatan. Misalnya menunggu masa panen. Sehingga waktu jeda benar-benar bermanfaat serta memberikan pemasukan.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s