Final Kalon Cup, TQ FC Juara


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

Kejuaraan Sepakbola, Kalon Cup II 2012 yang diselenggarakan di Dusun Senangga, Desa Kalon, Kecamatan Seluas berhasil menetapkan TQ FC sebagai juara I setelah memenangi partai final melawan kesebelasan Asi Jago dengan skor tipis 1-0, Minggu (22/7) kemarin dilapangan sepakbola Senanga.

“Hasil yang diraih kesebelasan TQ FC itu merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut setelah pada tahun lalu mereka juga memenangi kejuaraan ini,” kata Ketua Panitia Kejuaraan, Asan, usai pertandingan. Continue reading

PT. Dumai Gusur Lahan Warga, Pemda Bengkayang Jangan Tidur


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

PT. WKN

Merasa kebal hukum, PT. WKN menanam sawit dipinggir sungai Setango, Kecamatan Seluas

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang kembali membuat masalah, kali ini dilakukan oleh PT. Dumai Inti Utama yang beroperasi di Kecamatan Teriak. Dimana pada bulan Juni 2012 lalu perusahaan tersebut telah menggusur lahan milik beberapa warga di Dusun Ampar, Desa Ampar Benteng, Kecamatan Teriak tanpa ijin dan sosialisasi terlebih dahulu. Kejadian ini selayaknya menjadi alarm agar Pemda Bengkayang melalui instansi terkait jangan “tidur” dalam melihat permasalahan tersebut. Artinya, apabila penggusuran lahan yang dimaksud telah melanggar hak-hak masyarakat setempat mestinya ada tindakan yang tegas dari Pemerintah sehingga masyarakat tidak disengsarakan.

Perlu diketahui bahwa pada 4 Juni 2012 yang lalu, tanpa melalui sosialisasi dan ijin dari masyarakat Dusun Ampar, PT. Dumai Inti Utama dengan menggunakan 3 unit alat beratnya (2 Buldoser dan 1 Ekskavator) telah menggusur lahan karet milik Ajil dan Sipon yang luasnya masing-masing ± 1 Hektar. Sementara selama 3 hari mulai tanggal 5, 6 dan 7 Juni pihak perusahaan bekerja keras menggusur lahan milik Markus (41) seluas ± 5 Hektar. Padahal lahan tersebut terdapat tanaman karet yang sudah produksi. Continue reading

Pembangunan di Lembah Bawang Butuh Perhatian Serius Pemerintah


Oleh KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

Kecamatan Lembah Bawang saat ini merupakan salah satu dari tiga Kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang masih dikategorikan terisolasi. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena minimnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur didaerah tersebut. Ironisnya, Kecamatan yang terdiri dari 8 Desa ini merupakan daerah asal dari pejabat teras Bengkayang, yakni Sekda Bengkayang, Drs. Kristianus Anyim, M.Si.

Mengenai hal itu, Sekretaris Desa Lembah Bawang, Lukas Inarko yang mengatakan pembangunan infrastruktur yang dimaksud adalah ketersediaan infrastruktur dibidang transportasi khususnya jalan dan dibidang energi yakni listrik bagi masyarakat. Perlunya perhatian pemerintah terhadap dua lini tersebut menurutnya akan mempermudah pembangunan disektor lain baik sektor ekonomi, pendidikan ataupun kesehatan dan pertanian. Akibat kerusakan jalan yang cukup parah itupula, saat ini kebanyakan masyarakat mengambil alternatif untuk melewati jalan-jalan perusahaan yang beroperasi didaerah tersebut. Continue reading

Penyaluran Dana BSM SMPN 4 Teriak Dipertanyakan


Oleh : JAMLI

Bengkayang – Kalbar Times

Proses penyaluran dana Beasiswa Siswa Miskin (BSM) dilingkungan SMPN 4 Teriak, Kecamatan Teriak, Bengkayang dipertanyakan. Hal ini karena pada tahun 2012 ada beberapa siswa yang sudah menamatkan pendidikannya di sekolah tersebut namun masih mendapatkan jatah beasiswa, lebih parahnya lagi, siswa yang sudah tamat tersebut didata duduk dikelas tujuh (kelas 1 SMP).

Seperti diketahui, Continue reading

BKD Bengkayang Belum Pastikan Penerimaan CPNS 2012


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – Kalbar Times

BKD Bengkayang

Kepala BKD Bengkayang, Drs. Lorensius

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bengkayang belum bisa memastikan apakah pada tahun ini akan dilakukan penerimaan CPNS, apalagi dengan adanya moratorium CPNS yang baru berakhir per 31 Desember 2012. Hal ini dikatakan Kepala BKD Bengkayang, Drs. Lorensius, Rabu (11/7) di Bengkayang.

“Pihak BKD Bengkayang juga masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” katanya.

Namun, guna mengantisipasi berakhirnya moratorium CPNS akhir tahun ini, mantan Kadis Dukcapil itu mengatakan pihaknya mempersiapkan diri dengan melakukan analisa kebutuhan daerah terhadap pegawai seperti perhitungan jumlah kebutuhan PNS, uraian jabatan struktural dan fungsional, menyusun peta jabatan, analisis beban kerja, dan proyeksi kebutuhan pegawai selama lima tahun.

Sementara itu, Lorensius juga menyebutkan, salah satu hal yang mesti diperhatikan dalam pengangkatan PNS adalah Continue reading

Pelantikan Panwascam Pilgub 16 Juli


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – Kalbar Times

Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Pilgub Kalbar Kabupaten Bengkayang memastikan bahwa pada Senin (16/7) mendatang akan melakukan pelantikan kepada 51 Anggota Panwas Kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada didaerah ini.

“Namun terlebih dahulu, Jumat (13/7) ini kami (Panwas Kabupaten) akan melakukan rapat pleno untuk menentukan anggota Panwascam tiap kecamatan dari hasil rekrutmen yang baru saja berakhir malam ini,” demikian ungkap Anggota Panwas Bengkayang Divisi Umum dan SDM, Martono, SE, Rabu (11/7) di Bengkayang.

Setelah dilantik, selanjutnya terhitung tanggal 19-30 Juli, Panwas Kecamatan diminta agar segera merekrut anggota Panitia Pengawas Lapangan (PPL) ditiap desa, dimana 1 desa akan ada 1 anggota PPL. Dengan terbentuknya anggota PPL tersebut, maka lembaga pengawas ini baru akan memulai proses pengawasan terhadap tahapan Pilgub yang telah berjalan selama ini.

“Sebenarnya, jika didasarkan Undang-Undang, keberadaan Panwas termasuk terlambat karena seharusnya Panwas terbentuk satu bulan sebelum tahapan Pilgub dimulai,” jelas Martono.

Meski demikian, dengan sisa waktu yang ada, Ia berharap agar seluruh elemen di Panwas Kabupaten Bengkayang dapat memaksimalkan kinerja mereka guna mensukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 22 September mendatang.

14 Tahun ke Malaysia, Paulus Atok Dikabarkan Meninggal Dunia


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – Kalbar Times

Daripada Hujan Emas di Negeri Orang, Lebih Baik Hujan Batu di Negeri Sendiri. Pepatah ini mungkin sudah tak lagi asing bagi masyarakat yang memiliki arti kurang lebih Bagaimanapun enak atau senangnya hidup dinegeri orang, masih lebih senang hidup di negeri sendiri.

Pepatah ini mungkin tepat ditujukan pada Paulus Atok, warga Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar. Iming-iming untuk meraup Ringgit membuat Ia harus meninggalkan keluarga besarnya, merantau ke negeri Jiran Malaysia. Bukannya uang melimpah yang didapat, sebaliknya orang tua Paulus Atok mendapatkan kabar bila putra keduanya itu sudah meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Itupun diketahui orang tuanya melalui informasi dari kenalan yang pernah bertemu dengan Atok pada Februari 2011 yang lalu. Continue reading