PT. Dumai Gusur Lahan Warga, Pemda Bengkayang Jangan Tidur


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

PT. WKN

Merasa kebal hukum, PT. WKN menanam sawit dipinggir sungai Setango, Kecamatan Seluas

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang kembali membuat masalah, kali ini dilakukan oleh PT. Dumai Inti Utama yang beroperasi di Kecamatan Teriak. Dimana pada bulan Juni 2012 lalu perusahaan tersebut telah menggusur lahan milik beberapa warga di Dusun Ampar, Desa Ampar Benteng, Kecamatan Teriak tanpa ijin dan sosialisasi terlebih dahulu. Kejadian ini selayaknya menjadi alarm agar Pemda Bengkayang melalui instansi terkait jangan “tidur” dalam melihat permasalahan tersebut. Artinya, apabila penggusuran lahan yang dimaksud telah melanggar hak-hak masyarakat setempat mestinya ada tindakan yang tegas dari Pemerintah sehingga masyarakat tidak disengsarakan.

Perlu diketahui bahwa pada 4 Juni 2012 yang lalu, tanpa melalui sosialisasi dan ijin dari masyarakat Dusun Ampar, PT. Dumai Inti Utama dengan menggunakan 3 unit alat beratnya (2 Buldoser dan 1 Ekskavator) telah menggusur lahan karet milik Ajil dan Sipon yang luasnya masing-masing ± 1 Hektar. Sementara selama 3 hari mulai tanggal 5, 6 dan 7 Juni pihak perusahaan bekerja keras menggusur lahan milik Markus (41) seluas ± 5 Hektar. Padahal lahan tersebut terdapat tanaman karet yang sudah produksi.

“Perusahaan telah menggusur ‘periuk nasi’ kami,” ungkap Markus mengumpamakan periuk nasi sebagai sumber utama penghasilan mereka ketika mendatangi kantor perwakilan Koran ini di Jalan Basuki Rachmat Bengkayang, Kamis (19/7).

Ditanah seluas 5 Hektar itu, Markus menyebutkan sudah ada sekitar 900 batang karet yang produktif meski tidak semuanya dapat ditoreh, belum lagi ditambah dengan batang karet yang berumur muda. Adapun rata-rata berat karet yang dihasilkan dalam sehari ialah seberat 15 Kg yang mana bila dikalikan dengan harga perkilogramnya sebesar Rp.12 ribu itu berarti dalam satu hari Ia bisa menghasilkan uang Rp.180 ribu sehingga dalam satu bulan Markus mampu mendapat penghasilan berkisar Rp.2,7-3,6 juta perbulan.

Markus mengganggap penggusuran yang dilakukan pihak perusahaan itu sebagai tindakan penyerobotan dan pelecahan terhadap hak-hak masyarakat Dusun Ampar Benteng yang sebagian besar berasal dari suku Dayak. Bagaimana tidak, Ia sendiri tidak pernah mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu, baik melalui proses sosialisasi maupun pemberitahuan langsung dari pihak perusahaan. Padahal lahan miliknya itu sudah memiliki SPT jauh sebelum pihak perusahaan datang.

“Saya sendiri mengetahui lahan saya sudah digusur dari pihak keluarga, karena pada saat itu (5 Juni) seharian tidak berada dirumah,” terangnya.

Merasa dilecehkan, malam harinya Ia pun mengambil inisiatif untuk segera melaporkan aksi penyerobotan kepada Kepala Desa Ampar Benteng, Samsuri Asok. Dimana Kades dibuatlah Surat Teguran kepada perusahaan (8 Juni) dan ditembuskan ke Camat Teriak, Polsek Teriak serta Kades Tanjung agar menghentikan aktivitas penggusuran. Kemudian pada 10 Juni, Kades bersama para korban, Ketua BPD maupun Ketua RT meninjau langsung kelokasi milik Markus, Ajil dan Sipon dan disitu mereka masih menemukan aktivitas penggusuran. Khawatir lahan mereka akan habis digusur, para korban kemudian menyita kunci salah satu alat berat (Buldozer) kemudian kunci tersebut diserahkan kepada Kepala Desa. Akan tetapi, seakan tak bersalah, keesokan harinya pihak perusahaan mengadakan pertemuan dengan masyarakat setempat guna mensosialisasikan perihal keberadaan mereka di rumah salah seorang perangkat desa.

“Sejak itu, selama satu bulan aktivitas penggusuran berhenti,” sebutnya.

Namun terhitung sejak 9 Juli dan hingga kini perusahaan kembali beraktivitas, menggusur tanah milik masyarakat setempat . Menurut pengakuan Markus, total tanah miliknya yang tergusur ± 7 Hektar yang semuanya ditumbuhi karet. Ia sangat menyayangkan tindakan semena-mena pihak perusahaan dan berharap agar pihak Pemda Bengkayang tidak tidur dalam melihat permasalahan tersebut. Sementara, mewakili korban lainnya, Ia telah membuat laporan ke pihak kepolisian agar dapat membantu warga dalam menyelesaikan masalah.

“Mudah-mudahan ada tindakan langsung dari pemerintah agar permasalahan ini segera teratasi dengan prinsip mengutamakan kepentingan masyarakat,” tandasnya.

1 Comment

  1. warning bagi pemkab bengkayang,
    next bagi kita sebagai warga dayak tidak boleh di diamin begitu saja mari kita ambil tindakan yang tegas terhadap pelaku penyerobot lahan hak milik wagra,
    karna bagai mana pun segala hak milik org dayak haruslah di hargai dan di hormati sebagai mana mestinya.
    soo bagi pemkab bengkayang jangan tutup mata melihat kejadian seperti itu yg sangat membunuh warga dayak
    ambil lah tindakan yang tegas dan beri sanksi yg berat bagi pt.dumai
    thank

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s