Empat Tahun Berdiri, Polindes Desa Kalon Tak Berpenghuni


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

“Jika ada ibu hamil yang hendak melahirkan, biasanya mereka memanggil bidan kampung untuk menolong proses kelahiran,” ungkap Kades Kalon, Bius, didampingi Sekdes, Ramli, Minggu (22/7) di Dusun Senanga. Kedua perangkat desa tersebut mengeluhkan rendahnya perhatian pemerintah terhadap masalah kesehatan di desa mereka.

Keluhan itu merupakan sesuatu yang wajar, mengingat kondisi geografis desa mereka yang tidak memungkinkan untuk mengakses fasilitas kesehatan dikota Kecamatan maupun RSUD Bengkayang ini disebabkan jarak antara Desa dengan Kota Kecamatan cukup jauh, yakni sepanjang 21 Km dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Continue reading

Final Kalon Cup, TQ FC Juara


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

Kejuaraan Sepakbola, Kalon Cup II 2012 yang diselenggarakan di Dusun Senangga, Desa Kalon, Kecamatan Seluas berhasil menetapkan TQ FC sebagai juara I setelah memenangi partai final melawan kesebelasan Asi Jago dengan skor tipis 1-0, Minggu (22/7) kemarin dilapangan sepakbola Senanga.

“Hasil yang diraih kesebelasan TQ FC itu merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut setelah pada tahun lalu mereka juga memenangi kejuaraan ini,” kata Ketua Panitia Kejuaraan, Asan, usai pertandingan. Continue reading

PT. Dumai Gusur Lahan Warga, Pemda Bengkayang Jangan Tidur


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

PT. WKN

Merasa kebal hukum, PT. WKN menanam sawit dipinggir sungai Setango, Kecamatan Seluas

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang kembali membuat masalah, kali ini dilakukan oleh PT. Dumai Inti Utama yang beroperasi di Kecamatan Teriak. Dimana pada bulan Juni 2012 lalu perusahaan tersebut telah menggusur lahan milik beberapa warga di Dusun Ampar, Desa Ampar Benteng, Kecamatan Teriak tanpa ijin dan sosialisasi terlebih dahulu. Kejadian ini selayaknya menjadi alarm agar Pemda Bengkayang melalui instansi terkait jangan “tidur” dalam melihat permasalahan tersebut. Artinya, apabila penggusuran lahan yang dimaksud telah melanggar hak-hak masyarakat setempat mestinya ada tindakan yang tegas dari Pemerintah sehingga masyarakat tidak disengsarakan.

Perlu diketahui bahwa pada 4 Juni 2012 yang lalu, tanpa melalui sosialisasi dan ijin dari masyarakat Dusun Ampar, PT. Dumai Inti Utama dengan menggunakan 3 unit alat beratnya (2 Buldoser dan 1 Ekskavator) telah menggusur lahan karet milik Ajil dan Sipon yang luasnya masing-masing ± 1 Hektar. Sementara selama 3 hari mulai tanggal 5, 6 dan 7 Juni pihak perusahaan bekerja keras menggusur lahan milik Markus (41) seluas ± 5 Hektar. Padahal lahan tersebut terdapat tanaman karet yang sudah produksi. Continue reading

Pembangunan di Lembah Bawang Butuh Perhatian Serius Pemerintah


Oleh KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

Kecamatan Lembah Bawang saat ini merupakan salah satu dari tiga Kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang masih dikategorikan terisolasi. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena minimnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur didaerah tersebut. Ironisnya, Kecamatan yang terdiri dari 8 Desa ini merupakan daerah asal dari pejabat teras Bengkayang, yakni Sekda Bengkayang, Drs. Kristianus Anyim, M.Si.

Mengenai hal itu, Sekretaris Desa Lembah Bawang, Lukas Inarko yang mengatakan pembangunan infrastruktur yang dimaksud adalah ketersediaan infrastruktur dibidang transportasi khususnya jalan dan dibidang energi yakni listrik bagi masyarakat. Perlunya perhatian pemerintah terhadap dua lini tersebut menurutnya akan mempermudah pembangunan disektor lain baik sektor ekonomi, pendidikan ataupun kesehatan dan pertanian. Akibat kerusakan jalan yang cukup parah itupula, saat ini kebanyakan masyarakat mengambil alternatif untuk melewati jalan-jalan perusahaan yang beroperasi didaerah tersebut. Continue reading