DAD Bengkayang Tak Bertaji dan Mandul


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

DAD Bengkayang

Drs. Kristianus Anyim, M.Si, Ketua DAD Bengkayang Dilantik Pada Saat Musdat II DAD Bengkayang 2010

Bengkayang (Kalbar Times) –
Sejak dilantik Januari 2010 yang lalu, peran Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bengkayang belum memberikan dampak yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat adat. Terutama terkait peran lembaga ini dalam menangani permasalahan yang dihadapi masyarakat adat dengan berbagai perusahaan sawit. Seperti Continue reading

Sewa Ambulance Lebih Mahal Dari Taxi


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Bagi masyarakat kabupaten Bengkayang, menderita suatu penyakit tidak hanya dirasakan oleh organ tubuh semata, tetapi kantong juga bisa bertambah sakit bila harus menyewa mobil ambulan karena biayanya yang terlampau mahal dibanding jika menyewa sebuah taxi. Untuk menyewa mobil ambulan masyarakat harus menyiapkan uang sebesar Rp.700 ribu, sementara untuk menyewa sebuah mobil/taxi perhari hanya berkisar Rp.350-Rp.400 ribu. Hal inilah yang ditemukan oleh salah seorang anggota DPRD Bengkayang, Herman. Continue reading

Website Bengkayang, Biaya Besar, Sulit Diakses dan Minim Informasi


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang, Kalbar Times –

Sulit diakses dan minim informasi pembangunan daerah merupakan gambaran atas kondisi website kabupaten Bengkayang dengan domain http://www.bengkayangkab.go.id yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Padahal anggaran daerah yang mesti dikeluarkan untuk pengelolaan sarana informasi tersebut cukup besar. Adapun besarnya anggaran yang diperuntukkan bagi perawatan website yang dianggarkan dalam APBD Bengkayang tahun 2012 yakni Rp.122 juta.

“Seringkali jika saya coba mengakses alamat website tersebut yang muncul hanyalah Server Not Found atau Server Tidak Ditemukan,” kata salah seorang Mahasiswa asal Bengkayang. Continue reading

Masyarakat Desa Kalon Minta Pembangunan Jalan


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

SELUAS, KALBAR TIMES –

Perbatasan RI-Malaysia

Kades Kalon, Bius (kiri) dan Sekdes, Ramli (kanan)

Berada jauh dari kota Kecamatan, masyarakat Desa Kalon, Kecamatan Seluas meminta agar Pemda Bengkayang dapat memperhatikan daerah mereka, tidak hanya pada masalah kesehatan, tetapi juga terkait masalah pembangunan jalan dari Desa menuju kota Kecamatan. Demikian dikatakan Kepala Desa Kalon, Bius., baru-baru ini. Adapun jalan yang dilalui selama ini merupakan jalan kebun milik perusahaan sawit yang beroperasi didaerah ini, akan tetapi kondisinya tidak layak. Continue reading

Hiburan Band, Dinas Pendidikan dan Kepolisian Mesti Tegas


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES – Maraknya hiburan malam di Bengkayang seperti Band atau biasa disebut Ganggong agar dapat menjadi perhatian pemerintah setempat maupun pihak kepolisian. Karena selain dapat mengganggu aktivitas belajar anak sekolah juga rawan terjadi tindak kriminal, misalnya judi dan perkelahian.

“Kedua lembaga tersebut semestinya bertindak tegas terkait keberadaan hiburan malam yang dimaksud,” kata Wakil Ketua I DPC Demokrat Bengkayang, Wardi, S.Si di Perwakilan Koran ini. Ia mengungkapkan hal ini karena sempat mengaku miris dengan diijinkan penyelenggaraan hiburan band dilokasi sekolah, diwilayah kecamatan Teriak (Sayung) beberapa waktu lalu yang mana antara sekolah dengan kantor Polsek Teriak saling berhadapan. Continue reading

Masyarakat Desa Ampar Benteng Sepakat Tolak Aktivitas PT. Dumai


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES– Tidak terima dengan perlakuan pihak perusahaan terhadap lahan mereka, masyarakat Desa Ampar Benteng sepakat menolak keberadaan maupun aktivitas PT. Dumai Inti Utama diwilayah Desa mereka.

Kecamatan Lembah Bawang

Kondisi Jembatan menuju Kantor Camat Lembah Bawang rusak parah

Menurut, Markus, salah seorang perwakilan masyarakat setempat saat menyambangi kantor perwakilan Koran ini menyebutkan, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan mereka untuk menolak aktivitas pembukaan lahan perkebunan sawit, yakni Continue reading

Empat Tahun Berdiri, Polindes Desa Kalon Tak Berpenghuni


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

“Jika ada ibu hamil yang hendak melahirkan, biasanya mereka memanggil bidan kampung untuk menolong proses kelahiran,” ungkap Kades Kalon, Bius, didampingi Sekdes, Ramli, Minggu (22/7) di Dusun Senanga. Kedua perangkat desa tersebut mengeluhkan rendahnya perhatian pemerintah terhadap masalah kesehatan di desa mereka.

Keluhan itu merupakan sesuatu yang wajar, mengingat kondisi geografis desa mereka yang tidak memungkinkan untuk mengakses fasilitas kesehatan dikota Kecamatan maupun RSUD Bengkayang ini disebabkan jarak antara Desa dengan Kota Kecamatan cukup jauh, yakni sepanjang 21 Km dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Continue reading