Tagihan Listrik Membengkak, Pelanggan Mengeluh


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – RRI Pontianak

PLN Bengkayang

Kantor PLN Ranting Bengkayang, Jalan Sanggau Ledo

PELAYANAN PLN Ranting Bengkayang Cabang Singkawang terkait biaya pemakaian listrik Rumah Tangga kembali mengundang keluhan masyarakat. Hal ini terkait terjadinya pembengkakan pembayaran yang tak biasanya pada periode Februari dimana pembayaran tarif melonjak lebih dari 100 persen. Keluhan ini tak hanya disampaikan oleh warga yang berdomisili di wilayah kecamatan Bengkayang, yang mana aliran listriknya tidak sering padam, keluhan juga disampaikan oleh warga di Kecamatan Lumar yang kerap mengalami pemadaman listrik, sebut saja Yordanus.

Seperti yang disampaikannya kepada Kontributor RRI siang ini, Ia mengaku takut untuk melakukan pembayaran listrik untuk saat ini karena kuatir uang yang dimiliki tidak cukup. Ini tak terlepas dari keluhan yang disampaikan beberapa warga termasuk Kepala Desa Tiga Berkat yang biasanya hanya membayar 80 hingga 100 ribu namun melonjak hingga 500 ribu. Kondisi ini dianggap cukup memberatkan ditambah lagi Ia sendiri tidak mengetahui alasan terkait lonjakan tersebut. Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Ferianus Zebua, salah seorang pelanggan PLN Ranting Bengkayang yang berdomisili di Kecamatan Bengkayang baru-baru ini. Dimana Ia mengaku sangat terkejut karena pembayaran biaya pemakaian yang biasanya hanya berkisar 44-45 ribu melonjak menjadi 121 ribu. Lebih parah lagi ketika Ia meminta pihak PLN melakukan pengecekan terhadap meteran listrik langsung dirumahnya karena setelah itu, biaya yang mesti dibayarnya semakin bertambah.

Dalam pengecekan lapangan tersebut ditemui catatan dalam meteran listrik miliknya sebesar 4092 KwH, sedangkan dalam kartu meteran tercatat lebih rendah yakni 2893 KwH sehingga terdapat selisih sebesar 1199 Kwh. Dari selisih itu pihak PLN kemudian menyebutkan bahwa tarif listrik yang mesti dibayar Zebua adalah sebesar 975 ribu rupiah. Sehingga Total biaya yang mesti dibayarkannya adalah berjumlah Rp. 1.096.000. Jumlah itu secara keseluruhan merupakan biaya atas tarif penggunaan listrik bukan beban dasar listrik. Adapun biaya sebesar 44-45 ribu yang mulai dibayarkannya sejak tahun 2009 hanyalah biaya atas pembayaran beban dasar listrik. Kontan saja hal itu membuat Zebua tak terima karena hal itu merupakan kesalahan yang pihak PLN yang tidak pernah melakukan pengecekan dilapangan maupun pemberitahuan kepada pelanggan terhadap beban dan biaya yang mestinya dibayarkan. Menurutnya, jika memang beban dasar dan tarif listrik menjadi beban pelanggan, seharusnya penagihan dilakukan pihak PLN sejak awal dirinya berlangganan.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala PLN Ranting Bengkayang, Adi Kurniawan yang ditemui tadi sore diruang kerjanya mengatakan bila pembengkakan biaya seperti yang banyak dikeluhkan oleh pelanggan disebabkan karena ketidakakuratan pencatatan entry data pada Meteran Listrik Pelanggan oleh petugas yang sebelum ini sudah diberhentikan. Besarnya biaya tersebut baru diperoleh setelah pencatatan dilakukan oleh petugas pencatat yang baru, sehingga ditemukanlah selisih yang jauh seperti yang dialami F. Zebua dan ketika data tersebut dimasukkan sekaligus ke PLN Pusat, maka terjadilah lonjakan pada penagihan biaya pelanggan. Agar para pelanggan bisa mendapatkan penjelasan yang akurat, Adi menyarankan agar mereka dapat mendatangi kantor PLN. Sedangkan mengenai besarnya biasa yang menjadi beban pelanggan, PLN memberikan keringanan agar biaya tersebut dapat dibayar dengan cara cicilan.

    “Seharusnya pelanggan juga proaktif untuk melakukan pengecekan terhadap meteran mereka. Kesalahan tidak semuanya terletak pada pelanggan, tetapi juga pada petugas PLN yang melakukan pencatatan,” saran Adi.

1 Comment

  1. Di desa kumba jga mengeluh kan semuanya dari tarif dan pemadaman,
    pemadaman di saparan desa kumba terus saja terjadi,
    kapan pt pln menyelesaikan nya?
    Sedang kan tarif nya terus saja naik, dan warga saparan tidak heran kenaikan seperti ini, yg penting sesuai, listrik harus stop.pemadaman di sini, by edy seluas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s