Anggota Polsek Singkawang Selatan Makan Gaji Buta


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT

Warga Kecamatan Teriak

Yohanes, Korban pengeroyokkan.

KINERJA anggota Kepolisian Sektor Singkawang Selatan patut dipertanyakan. Padahal sebagai pengayom masyarakat, mereka dituntut bekerja dengan sepenuh hati dan tidak hanya menerima gaji buta setiap awal bulan. Hal ini buntut dari laporan Yohanes (42), Warga Desa Teriak, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang terkait pengeroyokkan yang menimpa dirinya pada 1 Januari 2012 yang lalu.

“Hingga saat ini kami tak kunjung menerima adanya laporan dari pihak Kepolisian Sektor Singkawang Selatan mengenai perkembangan penyelidikan terhadap kasus pengeroyokkan tersebut,” ungkap Yohanes, Selasa (24/1) dikediamannya.

Kasus pengeroyokkan yang menimpanya itu terjadi ketika Ia bersama keluarganya sedang menikmati liburan di Pasir Panjang Pak Lotai, 1 Januari 2012. Yohanes mengatakan dirinya dituduh telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap salah seorang keluarga pelaku yang pada saat itu sedang mandi dilokasi yang sama. Tak sempat melakukan pembelaan diri, Yohanes langsung dipukul oleh 3 orang yang menuduhnya tadi hingga sekujur tubuhnya mengalami luka memar. Merasa tak terima, Yohanes berupaya mengejar para pelaku namun tak lama, oleh salah seorang pengunjung yang tak lain merupakan intel kepolisian menyarankan agar Yohanes melaporkan ke Pos Polisi terdekat. Dan hal itu dilakukannya. Akan tetapi sesampainya di pos polisi yang dimaksud, Yohanes kemudian disarankan untuk membuat laporan pada Kantor Polsek Singkawang Selatan.

“Ternyata laporan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, hal ini diketahui ketika saya hendak melakukan visum di RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang pada tanggal 2 Januari 2012, dimana pihak RS meminta agar saya terlebih dahulu melampirkan surat laporan kepolisian,” terang Yohanes.

Atas petunjuk pihak Rumah Sakit, Ia kemudian mendatangi kembali Kantor Kepolisian Singkawang Selatan untuk meminta bukti laporannya yang dilakukan sehari sebelumnya. Tetapi apa yang didapat, jangankan arsip laporan, beberapa anggota malah melontarkan pertanyaan, “Laporan Apa” kepada dirinya. Setelah dijelaskan, ternyata petugas yang bertugas pada tanggal 1 Januari tidak menindaklanjuti laporan tersebut. Ini terbukti dari Tanda Bukti Laporan (TBL) yang dibuat pada tanggal 2 Januari, dengan Nomor : TBL/08/I/2012/Kalbar/Res Skw/Sek Sltn oleh Kapolsek Singkawang Selatan A.n AIPTU SUPARDI.

“Bahkan ketika kami melakukan ritual adat (Dayak) dilokasi kejadian, tidak ada seorangpun anggota Polsek Singkawang Selatan yang bersedia mendampingi padahal sudah diberitahukan sehari sebelumnya,” jelasnya.

Adapun dalam keterangannya, Yohanes menyebutkan dirinya dikeroyok oleh orang yang tak dikenalnya sekitar pukul 12.00 WIB. Meski demikian, satu-satunya petunjuk yang diharapkannya dapat menjadi sumber penyelidikan polisi adalah plat Mobil Toyota Avansa Silver nomor B 1412 BQP. Dengan diberitahukannya Plat mobil tersebut, Yohanes berharap agar pihak kepolisian dapat menemukan pelaku pengeroyokkan karena dirinya merasa dirugikan baik fisik maupun mental.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s