Hari Ini Terlewatkan…..!!


Catatan KRISANTUS VAN SEBOL

[BENGKAYANG] – Hari ini, Selasa (1/11/2011) ketika bangun dari tidur, Aku melihat tanda waktu yang ada di telpon genggam (HP) Nokia 6300 telah menunjukkan pukul 10.58 WIB. Waa…aahhh…! Kesiangan lagi. Nyesal juga jadinya. Tapi kalau dipikir, wajarlah kalau bangun telat, mulai tidurnya saja pukul 04.25 WIB. Otak-atik dengan Google, Facebook, Email dan Blog ku ini.

Beberapa menit setelah bangkit dari peraduan, tanpa pikir panjang, ambil handuk dan langsung mandi. Oh… lupa, sebelumnya Aku kumpulkan beberapa helai pakaian kotor yang menumpuk di kamar untuk direndam. Biasa… jauh dari Istri, jadi baju pun tahan berhari-hari kotor.

Usai mandi kemudian mempersiapkan diri untuk keluar rumah. Rencananya ingin liputan, kembali mencari berita sekalian nanti singgah sebentar di Bank Kalbar untuk buat rekening. Kami, Aku, Yopi dan Syaiful membentuk panitia pelatihan jurnalistik bagi siswa SMA se-Kab. Bengkayang. Jadi rekening itu digunakan sebagai syarat yang diminta oleh salah satu donatur agar mereka dapat langsung mentransferkan uang yang diberikan kepada panitia.

Belum sempat keluar rumah, ternyata diluar cuaca tak mendukung. Siang itu langit mendung. Sepertinya sedang menahan beban berat air hujan yang sudah tak sabar lagi ingin membasahi bumi. Hujan dan rencana keluar rumahpun sementara waktu tertunda. Sembari menunggu hujan yang mengguyur kota Bengkayang reda, secangkir kopi kupesan.

“Mi (Mimi), nolok bulah kopi nyagalas (Mi, tolong buatkan kopi satu gelas),” pintaku pada Mimi, sepupu yang kesehariannya menjadi penjaga Warkop milik Om Kumas, tempatku menginap. Tak lama, secangkir kopi panas segera terhidu oleh hidungku yang tak sabar lagi ingin menikmati cairan bubuk hitam tersebut.

Hujan reda, rencana keluar rumah terlaksana. Kuhidupkan sepeda motor Jupiter Z (Yamaha) kesayanganku dan segera meluncur ke Bank Kalbar. Masuk, menunggu sebentar, kemudian langsung bertanya kepada salah seorang petugas Bank yang dua hari kemarin telah Aku temui, tak lama berkas yang diminta petugas Bank. 5 menit, selesai.

“Silahkan tunjukkan kartu ini kepada petugas disitu (maksudnya Teller),” kata petugas tadi sambil menyerahkan buku bank. Sesuai perintah, kuserahkan buku diberikan itu dan uang Rp.50 ribu kepada petugas yang dimaksud. Hanya tandatangan sekali lagi, akhirnya buku tabungan itu jadi. Oke.

Selesai disitu cerita di Bank. Kulihat penanda waktu ditangan, 14.10 WIB. Pikiranku bingung, mau kemana ini. Pikirku, rencana liputan hari ini nampaknya akan batal dan benar saja. Aku keluarkan sepeda motor dari area parkir, stang motorpun kuarahkan ke jalan BRC. Dimana itu artinya, Aku kembali kerumah lagi. Datang kerumah, duduk dan bingung lagi, sambil berpikir, apa yang mesti kulakukan disisa waktu menjelang malam ini..?? Dalam hati ku merasa malu, laki-laki kok santai melulu.

Next…!! Pukul 15.50 WIB ternyata semakin dekat dengan pukul 18.30 WIB waktu dimana Aku memiliki jadwal untuk menyampaikan informasi dari Bengkayang ke Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak. Karna sehari sebelumnya Aku telah memiliki janji dengan panitia Merdeka Cup I Bengkayang, berarti sebentar lagi akan meluncur ke Lapangan BRC tempat dimana diselenggarakan kejuaraan tersebut. Akan tetapi sesampai di TKP dan memperhatikan beberapa saat di meja panitia, ternyata Pak F. Are Adjie, orang yang berjanji denganku untuk laporan langsung tidak ada.

“Aku masih di Salon Kris, potong rambut dulu. Nanti, habis ini Aku kesana,” katanya dalam pembicaraan ditelpon.

“Oke Pak, Saya tunggu di Warkop Aphin ya…!!” jawabku.

“Okelah, nanti kita ketemu disitu,” jawabnya lagi dan HP kumatikan.

Waktu berjalan, jam ditangan menunjukkan pukul 17.25 WIB. Pertandingan lanjutan antara Wakil Kecamatan Lembah Bawang melawan Wakil dari Kecamatan Sungai Betung berakhir dengan skor 6-1 untuk kemenangan Sungai Betung. Mengingat waktu yang terus berjalan, Aku beranjak dari lapangan dan segera menuju Warkop Aphin, tempat kami akan bertemu. Sambil menunggu, papan catur menjadi sarana menghilangkan rasa bosan. Hingga dua kali permainan, orang yang ditunggu-tunggu ternyata belum juga datang. Pukul 18.10 WIB, Ku keluarkan telpon dan kirim pesan singkat.

“Pak, Saya masih tunggu disini,” begitu isi pesanku.

“Kris, besok saja kita ketemu, malam ini ada kegiatan ditempat kami,” balasan pesan tadi.

Membaca isi pesan tersebut, laporan akhirnya kubacakan tanpa narasumber yang bersangkutan. Selesai.

5 Comments

  1. Pingback: berita indonesia

  2. Pingback: Lingerie Pakaian Dalam

  3. Shelves are much more satisfying than toy boxes. These tubes are designed to be about the same diameter as a child’s windpipe. Castles can be decorated with all kinds of shapes – seashells, animal shapes – plenty of molds are available.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s