Pasca Kebakaran, Tanah Hilang


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

Kebakaran Bengkayang

Hj. Azizah : Korban Kebakaran Pasar Bengkayang

[BENGKAYANG] –

Kebakaran yang terjadi di Pasar Tengah dan Pasar Belakan Kota Bengkayang, 14 September 2010 lalu ternyata masih menyisakan kisah tragis bagi pasangan Kakek-Nenek, H.Agus Lazim (72) dan isterinya HJ. Ajizah (68) yang harus kehilangan bangunan maupun tanah sah yang mereka miliki. Dimana dua hari pasca kebakaran harus menerima teguran dari Camat Bengkayang pada saat itu (Aci Sood-–Red) yang meminta agar mengosongkan lokasi tempat berjualannya. Pernyataan Aci bertolak belakang dengan ucapan Lurah Bumi Emas yang merespon agar dibangun kembali ruko yang sudah terbakar.

“Sampai saat ini, hanya pondasi dan tiang ruko saja yang masih berdiri, padahal itu merupakan satu-satunya mata pencaharian kami sekeluarga untuk menyambung hidup,” keluh H.Agus.

Menurutnya, Continue reading

YOU WANT A TOUR OF NATURE


VISIT TO SUB-DISTRICT LUMAR

ENJOY THE BEUTY OF NATURE HERE

WE ARE SURE YOU WILL BE FASCINATED BY IT AND WILL NOT FORGET

IT WILL BE AN UNFORGETTABLE MEMORY

GREETINGS FROM KRISANTUS

Masyarakat Molo Butuh Perhatian Pemerintah


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[SEREN SELIMBAU] – “Mungkin saja tindakan yang kami lakukan itu tidak ada artinya bagi pemerintah, tetapi tindakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah yang terkesan kurang memberikan perhatian kepada daerah kami,” ungkap salah seorang pemuka adat Dusun Molo, Desa Seren Selimbau, Lumar, Lakeng, yang menceritakan perihal tindakan mereka pada hari Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu.

Adapun tindakan yang dimaksud itu adalah tidak menggibarkan bendera sebelum dan sesudah HUT RI ke-66 baru-baru ini. Tindakan itu terpaksa mereka lakukan sebab hingga memasuki usia ke-66 tahun kemerdekaan RI, perhatian pemerintah terhadap pembangunan di daerahnya sangatlah minim.

“Bila saja perusahaan tidak masuk (investasi) disini, mungkin jalan menuju Molo itu masih berupa jalan setapak,” ucapnya.

Data penduduk Dusun Molo saat ini berjumlah 66 Kepala Keluarga. Mereka juga sangat membutuhkan dibangunnya sarana pendidikan maupun fasilitas lain utama penerangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Perlu diketahui, selama bertahun-tahun masyarakat Molo menyekolahkan anak-anak mereka di dusun tetangga, Jelatok yang jaraknya 4 Km. Sementara untuk kebutuhan penerangan (listrik), program PNPM yang membangun PLTA tahun 2010 yang lalu ternyata tidak berdampak kepada masyarakat karena tidak bisa dioperasikan. Akibat minimnya pembangunan terhadap infrastruktur tersebut, masyarakat merasa kesulitan untuk mengembangkan diri.

“Ini berarti 66 tahun kemerdekaan belum memberikan dampak yang besar bagi masyarakat disini,” pungkasnya.

Banyak Sampah, Pasar Tengah Bengkayang Semerawut


Oleh : JAMLI

KALBAR TIMES – BENGKAYANG

Pihak terkait diminta untuk mengadakan inspeksi mendadak (Sidak) disejumlah pedagang dipasar tengah Bengkayang, karena enggan membersihkan tempat berjualannya, “Tindak tegas pedagang yang membuang sampah sembarangan, terlebih kepada pelaku yang membuat kondisi pasar tengah berantakan” kata Puji Suswanto, LSM Karang Taruna yang sekaligus selaku Dewan Pengupahan Kabupaten Bengkayang saat ditemui Senin, 3 Oktober 2011.

Menurutnya, kondisi pasar tengah semerawut, membuat sejumlah pembeli kesal ketika melihat para pedagang yang berjualan tanpa menghiraukan kebersihan. “Sangat tak beraturan, jangan hanya mengambil untung saja, tetapi kepuasan pelanggan tidak perhatikan,” sambung Siti asal Bukit Taruna Bengkayang saat membeli sayuran dipasar tersebut.

Ketika dia melihat para pedagang banyak yang menjajakan jualannya tanpa memperhatikan dampak lingkungan, dan bahkan ada juga yang berjualan dipinggir jalan, sehingga mempersempit kondisi pemandangan pasar tersebut. Tak heran jika pintu masuk menjadi sempit dan becek. Selain itu parit dipenuhi sampah yang berserakan hingga kondisi tersumbat. “Harapan masyarakat selaku pembeli (konsumen) agar petugas pasar dan Satpol PP menertibkan para pedagang agar tidak semeraut seperti ini,” pintanya.

Potensi Wisata Bengkayang Perlu Promosi


Oleh : JAMLI

KALBAR TIMES – BENGKAYANG

Promosi potensi pariwisata Kabupaten Bengkayang belum berjalan efektif karena tidak didukung dengan informasi yang benar dan sehat melalui berbagai media informasi seperti pemasangan baliho di obyek wisata atau di batas wilayah.

Ia mengatakan pariwisata daerah ini tidak akan membuahkan hasil yang maksimal tanpa dukungan informasi massal seperti pemasangan baliho yang bisa menjadi petunjuk bagi wisatawan tentang obyek wisata daerah ini Saat berada di wilayah perbatasan kabupaten Bengkayang.

“Wisatawan bisa memperoleh petunjuk tentang obyek wisata melalui Continue reading

Pemda diminta Sosialisasikan Penghijauan Lingkungan


Oleh : JAMLI

KALBAR TIMES-BENGKAYANG

Penghijauan merupakan solusi tepat untuk mengatasi segala bencana akibat kerusakan lingkungan. Sistem drainase diperbaiki, sampah dikelola secara benar serta pembangunan dinding penahan banjir perlu dilaksanakan ditambah peran serta aktif segenap warga dalam hal penghijauan lingkungan termasuk menghentikan pembakaran hutan.

“Mulai dari sekarang, kita tingkatkan partisipasi Hijaukan Bumi Sebalo untuk mengantisipasi mengatasi pemanasan global dimulai dari rumah masing-masing, karena sesungguhnya sangat banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan” kata Usyanto Sekretaris KPUD Bengkayang.

Menurut Usyanto penghijauan (Go Green) adalah Continue reading