Per Oktober, RSUD Bengkayang Hasilkan PAD Rp.1,7 Miliar


Oleh : YOPI C.
[BENGKAYANG] –
Hasil laporan rekapitulasi laporan keuangan hingga Oktober ini, manajemen RSUD Bengkayang menyebutkan telah melampaui target pencapaian PAD sebesar Rp.300 juta dari target yang dicanangkan pemerintah sebesar Rp.1.4 Miliar. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Bengkayang, Petrus Boli, M.Kes, Sp.Sp.S diruang kerjanya, Selasa (25/10).

Petrus mengatakan tingkat pendapatan tersebut akan terus bertambah karena masih ada sisa waktu yang dapat digunakan untuk menghasilkan PAD. Seperti dijelaskannya, pada tahun 2010, Pemda Bengkayang menargetkan PAD dari RSUD Bengkayang sebesar 700 juta rupiah. Namun pada akhir tahun, hasil rekapitulasi menunjukkan RSUD Bengkayang berhasil memberikan kontribusi sebesar Rp.1.2 Miliar. Kemudian pada tahun 2011, Pemerintah Daerah Bengkayang menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari RSUD Bengkayang sebesar Rp.1.4 miliar rupiah. Target itu telah tercapai dan mengalami kelebihan, karena rekapitulasi hingga bulan Oktober, PAD mencapai Rp.1.7 Miliar.

“Dari rekapitulasi sementara itu, kita telah melebihi target sebesar 300 juta, dan itu sebagai bukti nyata kerja RSUD Bengkayang, PAD itu telah disetor bendahara dan semuanya ada bukti,” jelas Petrus Boli.
Untuk pelayanan, Boli mengatakan pihaknya telah melakukan secara maksimal. Namun demikian yang dilakukan tetap terbatas karena beberapa permasalahan seperti jumlah perawat yang masih kurang sebanyak 30 orang.
Sementara untuk menambah perawat itu sendiri merupakan wewenang pemerintah daerah. Kami telah mengajukan, tapi itu kembali pada kewenangan daerah.Untuk tenaga medis sendiri, Boli menjelaskan pihak rumah sakit telah melakukan beberapa langkah.

Seperti menjalin kerjasama dengan pihak kementerian kesehatan dengan mendatangkan tenaga medis yang dikontrak. Saat ini ada satu dokter kontrak sepsialis kebidanan. Pihak pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebesar 12 juta setiap bulannya. Kemudian untuk rujukan. Boli menerangkan pihaknya tidak banyak merujuk pasien ke rumah sakit lain. Rumah sakit Bengkayang sudah bisa menangani pasien bedah kebidanan dan umum, kecuali pasien yang sangat tidak mungkin untuk ditangani.

“Untuk kasus bedah, setiap bulannya RSUD Bengkayang melakukan tindakan operasi bedah, rata rata 25 pasien per bulan. Pasien yang kami rujuk adalah pasien yang tidak mampu kami tangani dan pasien yang minta rujukan atas persetujuan keluarga,” jelas Yusnawati, Kasi Keperawatan.

Yusnawati menambahkan, sebagai rumah rumah sakit Tipe D, pelayanan RSUD sudah sangat baik. RSUD Bengkayang seharusnya sudah Tipe C, bila dilihat tempat tidur, tempat tidur RSUD bejumlah 80 buah, semnetara untuk ukuran tipe D sebanyak lima puluh buah.

Untuk perlengkapan dan peralatan RSUD Bengkayang, Marsalinus Lukas, Kasi Penunjang Pelayanan Medik mengatakan hingga saat ini RSUD memiliki alat yang lebih lengkap. Namun peralatan itu tidak sebanding dengan pelayanan terhdapap pasien yang terus meningkat.

“Untuk peralatan itu, kita terkendala pada laboratorium darah dan alat rongen, dan untuk perawata dua alat ini sangat mahal dan biaya pemiliharaan dari pemerintah sangat terbatas,’ jelas Lukas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s