Sekolah Satu Atap Desa Lomba Karya Kekurangan Guru


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

Kades Lomba Karya

Ahyar Waliyan, Kades Lomba Karya, Kec. Ledo, Bengkayang

[LEDO] – Masalah klasik bidang pendidikan di Kabupaten Bengkayang kembali terungkap. Kali ini masalah kekurangan tenaga pendidik ditemukan di SD-SMP Satu Atap Desa Lomba Karya, Kecamatan Ledo. Dimana untuk tingkat SMP tenaga pendidik yang tersedia hanya 3 orang tenaga guru, itupun berasal dari guru SD tersebut. Akibatnya proses belajar mengajar siswa menjadi kurang maksimal.

Kepala Desa Lomba Karya, Ahyar Walian menuturkan bahwa SMP Satu atap yang berada di dusun Bentarat, Desa Lomba Karya tersebut menjadi pertanyaan masyarakat sekitar. yang ada dibeberapa dusun dan desa sekitarnya, seperti warga dusun Mensari, Tuhu, Pelomba dan Pagoh, serta wilayah Desa Sidai mencakup Dusun Tabalian dan Jugan. Masyarakat disini berharap. Anak-anaknya setelah tamat Sekolah dasar (SD) nantinya tidak perlu lagi melanjutkan pendidikannya ke luar daerah yang jauh dari pengawasan orang tua

Dikatakannya, dilain sisi yang menjadi persoalan di SMP tersebut adalah guru bidang studi, karena untuk sementara ini Empat orang tenaga guru PNS khusus untuk mengajar SD yang merangkap mengajar SMP, menyebabkan tidak semua bidang studi bisa diberikan kepada siswa. Ahyar mencontohkan, karena kebetulan anaknya ada yang sekolah di SMP Satap tersebut, ia sering melihat anaknya sudah pulang sekitar pukul 10.00 wib pagi. Saat ditanyakan kepada anaknya, alasan anaknya pulang tersebut karena di sekolah tidak ada guru. “Wajar-wajar saja, jika mereka tidak ada guru dan anak-anak pulang awal. Karena mana mungkin guru yang hanya dua orang bisa memberikan pelajaran kepada siswa yang ada tiga kelas, dengan jumlah murid yang cukup banyak” jelasnya.

Kondisi di SMP Satap tersebut menurut Ahyar, sangat memperihatinkan. Bahkan Ia sendiri bersama orang tua murid yang lainnya sudah berencana untuk memindahkan anak-anaknya ke sekolah di luar, lantaran tidak efektifnya proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat berharap kepada Dinas terkait supaya melakukan penambahan guru dan berdasarkan kapasitas, dari jumlah murid yang ada di SMP Satu Atap Lomba Karya Sudah layak dibangun SMP Reguler.

Menurut Ahyar, tenaga guru yang minim tidak sebanding dengan jumlah sembilan kelas yang ada. Di sekolah satu atap terdapat SDN Desa Lomba Karya, memiliki siswa sebanyak 205 orang. Jika dirata-rata, satu guru harus menangani 50 siswa. Padahal, menurut standar yang ditetapkan pemerintah, satu guru selayaknya melaya­ni 14 siswa saja. Sejauh ini menurut Kades, mutu pendidikan yang diberikan belum maksimal. Buktinya banyak siswa yang tidak lulus UAN sebelumnya, Sementara itu, salah satu gedung SDN telah mulai rusak dan membutuhkan perbaikan.  Halaman atau lapangan untuk kegiatan luar kelas, seperti olah raga tidak ada. Saat ini, tingkat pendidikan masyarakat Desa Lomba Karya masih rendah karena kepedulian warga terhadap pendidikan terhalang persoalan ekonomi.

“Orang di Bentarat dan sekitarnya hampir semuanya lulusan kejar paket dari A, B dan C sebelum ada SMP,” pungkasnya.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s