YOU WANT A TOUR OF NATURE


VISIT TO SUB-DISTRICT LUMAR

ENJOY THE BEUTY OF NATURE HERE

WE ARE SURE YOU WILL BE FASCINATED BY IT AND WILL NOT FORGET

IT WILL BE AN UNFORGETTABLE MEMORY

GREETINGS FROM KRISANTUS

Masyarakat Molo Butuh Perhatian Pemerintah


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[SEREN SELIMBAU] – “Mungkin saja tindakan yang kami lakukan itu tidak ada artinya bagi pemerintah, tetapi tindakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah yang terkesan kurang memberikan perhatian kepada daerah kami,” ungkap salah seorang pemuka adat Dusun Molo, Desa Seren Selimbau, Lumar, Lakeng, yang menceritakan perihal tindakan mereka pada hari Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu.

Adapun tindakan yang dimaksud itu adalah tidak menggibarkan bendera sebelum dan sesudah HUT RI ke-66 baru-baru ini. Tindakan itu terpaksa mereka lakukan sebab hingga memasuki usia ke-66 tahun kemerdekaan RI, perhatian pemerintah terhadap pembangunan di daerahnya sangatlah minim.

“Bila saja perusahaan tidak masuk (investasi) disini, mungkin jalan menuju Molo itu masih berupa jalan setapak,” ucapnya.

Data penduduk Dusun Molo saat ini berjumlah 66 Kepala Keluarga. Mereka juga sangat membutuhkan dibangunnya sarana pendidikan maupun fasilitas lain utama penerangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Perlu diketahui, selama bertahun-tahun masyarakat Molo menyekolahkan anak-anak mereka di dusun tetangga, Jelatok yang jaraknya 4 Km. Sementara untuk kebutuhan penerangan (listrik), program PNPM yang membangun PLTA tahun 2010 yang lalu ternyata tidak berdampak kepada masyarakat karena tidak bisa dioperasikan. Akibat minimnya pembangunan terhadap infrastruktur tersebut, masyarakat merasa kesulitan untuk mengembangkan diri.

“Ini berarti 66 tahun kemerdekaan belum memberikan dampak yang besar bagi masyarakat disini,” pungkasnya.

Banyak Sampah, Pasar Tengah Bengkayang Semerawut


Oleh : JAMLI

KALBAR TIMES – BENGKAYANG

Pihak terkait diminta untuk mengadakan inspeksi mendadak (Sidak) disejumlah pedagang dipasar tengah Bengkayang, karena enggan membersihkan tempat berjualannya, “Tindak tegas pedagang yang membuang sampah sembarangan, terlebih kepada pelaku yang membuat kondisi pasar tengah berantakan” kata Puji Suswanto, LSM Karang Taruna yang sekaligus selaku Dewan Pengupahan Kabupaten Bengkayang saat ditemui Senin, 3 Oktober 2011.

Menurutnya, kondisi pasar tengah semerawut, membuat sejumlah pembeli kesal ketika melihat para pedagang yang berjualan tanpa menghiraukan kebersihan. “Sangat tak beraturan, jangan hanya mengambil untung saja, tetapi kepuasan pelanggan tidak perhatikan,” sambung Siti asal Bukit Taruna Bengkayang saat membeli sayuran dipasar tersebut.

Ketika dia melihat para pedagang banyak yang menjajakan jualannya tanpa memperhatikan dampak lingkungan, dan bahkan ada juga yang berjualan dipinggir jalan, sehingga mempersempit kondisi pemandangan pasar tersebut. Tak heran jika pintu masuk menjadi sempit dan becek. Selain itu parit dipenuhi sampah yang berserakan hingga kondisi tersumbat. “Harapan masyarakat selaku pembeli (konsumen) agar petugas pasar dan Satpol PP menertibkan para pedagang agar tidak semeraut seperti ini,” pintanya.

Potensi Wisata Bengkayang Perlu Promosi


Oleh : JAMLI

KALBAR TIMES – BENGKAYANG

Promosi potensi pariwisata Kabupaten Bengkayang belum berjalan efektif karena tidak didukung dengan informasi yang benar dan sehat melalui berbagai media informasi seperti pemasangan baliho di obyek wisata atau di batas wilayah.

Ia mengatakan pariwisata daerah ini tidak akan membuahkan hasil yang maksimal tanpa dukungan informasi massal seperti pemasangan baliho yang bisa menjadi petunjuk bagi wisatawan tentang obyek wisata daerah ini Saat berada di wilayah perbatasan kabupaten Bengkayang.

“Wisatawan bisa memperoleh petunjuk tentang obyek wisata melalui Continue reading

Pemda diminta Sosialisasikan Penghijauan Lingkungan


Oleh : JAMLI

KALBAR TIMES-BENGKAYANG

Penghijauan merupakan solusi tepat untuk mengatasi segala bencana akibat kerusakan lingkungan. Sistem drainase diperbaiki, sampah dikelola secara benar serta pembangunan dinding penahan banjir perlu dilaksanakan ditambah peran serta aktif segenap warga dalam hal penghijauan lingkungan termasuk menghentikan pembakaran hutan.

“Mulai dari sekarang, kita tingkatkan partisipasi Hijaukan Bumi Sebalo untuk mengantisipasi mengatasi pemanasan global dimulai dari rumah masing-masing, karena sesungguhnya sangat banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan” kata Usyanto Sekretaris KPUD Bengkayang.

Menurut Usyanto penghijauan (Go Green) adalah Continue reading

*Sekilas Sungai Betung
Sungai Betung Pasar Bersejarah 


Oleh : JAMLI

KALBAR TIMES, SUNGAI BETUNG

Jembatan tinggi “Ko Khiau” yang sekarang disebut pasar Sungai Betung, dahulunya terdapat beberapa toko yang disebut “Tiam theu” dan sebelumnya juga dikuasai oleh suku yakni rumpun “Theo ciu”.

Keberadaan pasar ini di desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, berjarak 8km dari pusat kota, dapat ditempuh dengan waktu 15 menit berkendaraan mobil atau motor. Pasar tersebut dibangun sekitar tahun 1921, hingga kini masih berdiri, “Sebelum zaman penjajahan kolonial Belanda, dahulunya merupakan pasar tradisional dengan sebutan “Sui Bathong” kata Nam Shung, seorang nenek yang diperkirakan sudah berumur 97 tahun.

Menurutnya, Sui Bathong juga dikenal sebagai pasar perjuangan karena perkiraan pada tahun 1948 penjajahan Belanda masuk. Namun sebagian pejabat, tentara, dan pejuang mengungsi ke Sungai Betung (Sui Bathong) yang berperan sebagai tempat penghimpun logistik lewat kerelaan dan kebersamaan pedagang serta tempat pertemuan sandi dalam menyusun strategi. Ternyata lokasi yang satu ini punya nilai sejarah tinggi.

Selanjutnya bagaimana kondisi terkini dan prospek pasar bersejarah ini, Seperti telah kita ketahui bersama bahwa pasar Sungai Betung dimaksud telah ditetapkan Pemerintah sebagai kota kecamatan, dan berdasar servey awal, lokasi ini sudah mulai dilupakan, dan mulai pupus dari legenda serta sebagai tempat bersejarah.