*Merdeka Cup I
Wakil Kecamatan Lumar Game Over


Oleh : Krisantus Van Sebol

[BENGKAYANG] – Dua Kesebelasan yang mewakili Kecamatan Lumar pada Kejuaraan Merdeka Cup ke-I Kabupaten Bengkayang game over setelah Gasema FC kalah adu Penalti dengan skor 3-2 melawan Gerta FC dari Kecamatan Lembah Bawang, Senin (31/10). Dimana pada waktu normal dan perpanjangan waktu, kedua kesebelasan berbagi skor 1-1. Kekalahan yang diderita Gasema FC ini menyusul hasil buruk wakil Kecamatan Lumar lainnya, SEBOL FC yang sehari sebelumnya mengalami kejadian yang sama, kalah adu Penalti dengan skor 3-2 (5-4) melawan OMK Sanggau Ledo.

Praktis dengan demikian pada Merdeka Cup I kali ini Kecamatan Lumar dapat dikatakan Game Over alias permainan berakhir karena sistem pertandingan yang digunakan untuk babak I adalah sistem gugur sebelum dilanjutkan dengan sistem setengah kompetisi, 8 Kesebelasan dibagi menjadi 2 grup. Hingga hari keempat penyelenggaraan, selain Gasema FC dan SEBOL FC, tim lain yang juga gugur adalah 1 wakil Kecamatan Suti Semarang (vs Seluas) dan Teriak ( vs SMAK Sto. F.ASISI).

Merdeka Cup I 2011 yang diselenggarakan PSSI Kabupaten Bengkayang menghadirkan 18 kesebelasan dari 9 Kecamatan yang telah menyelenggarakan Merdeka Cup tingkat kecamatan pada Agustus kemarin. Masing-masing kecamatan berhak mengirim 2 kesebelasan terbaik mereka (juara I dan II). Kejuaraan ini digelar dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit pemain sepakbola didaerah ini sekaligus sebagai ajang pembinaan.

BELAJAR UNTUK TERUS BELAJAR


Sanggau Ledo

HUT Sumpah Pemuda ke-83 di Sanggau Ledo

Sabtu, 29 Oktober 2011 menjadi hari pertamaku hadir didepan umum untuk memberikan sedikit ceramah yang dalam aturan keprotokolan biasa disebut Kata Sambutan. Sungguh pengalaman yang menarik, karna disitu Aku tahu, ternyata masih banyak hal yang perlu aku ketahui agar mampu menyampaikan sesuatu yang lebih bermanfaat kepada semua yang mendengar.

Sabtu itu Aku diberikan kepercayaan oleh panitia perayaan HUT Sumpah Pemuda ke-83 Kecamatan Sanggau Ledo untuk menyampaikan kata sambutan mewakili organisasi Aliansi Wartawan dan Pemuda (Awanda) Kabupaten Bengkayang, karena pada saat yang bersamaan Ketua Awanda, Iyel Zainal tidak bisa hadir.

Meski para undangan tidak banyak, namun perasaan gugup tetap menyelimuti. Akibatnya, kata-kata yang kulontarkan tak beraturan, syukur saja masih merasa harga diri. Jika tidak, mungkin mimbar itu akan kutinggalkan. Terjadi banyak pengulangan kata, persiapan singkat yang kubuat secara lisan dalam otakku seolah terhenti ketika dipersilahkan untuk maju. Keberanian untuk melayangkan pandangan kepada para hadirin tak mampu mencairkan otakku agar lebih banyak lagi kata-kata yang dikeluarkan.

Jika ada kesempatan lagi, Aku ingin memberbaiki kekurangan ku itu agar bisa menjadi lebih baik dan berharap pengalaman pertama ini tak terulang lagi. Thanks buat rekan Saiful (Seluas) yang telah membuka peluang itu untukku.

Krisantus

Per Oktober, RSUD Bengkayang Hasilkan PAD Rp.1,7 Miliar


Oleh : YOPI C.
[BENGKAYANG] –
Hasil laporan rekapitulasi laporan keuangan hingga Oktober ini, manajemen RSUD Bengkayang menyebutkan telah melampaui target pencapaian PAD sebesar Rp.300 juta dari target yang dicanangkan pemerintah sebesar Rp.1.4 Miliar. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Bengkayang, Petrus Boli, M.Kes, Sp.Sp.S diruang kerjanya, Selasa (25/10).

Petrus mengatakan tingkat pendapatan tersebut akan terus bertambah karena masih ada sisa waktu yang dapat digunakan untuk menghasilkan PAD. Seperti dijelaskannya, pada tahun 2010, Pemda Bengkayang menargetkan PAD dari RSUD Bengkayang sebesar 700 juta rupiah. Namun pada akhir tahun, hasil rekapitulasi menunjukkan RSUD Bengkayang berhasil memberikan kontribusi sebesar Continue reading

PT. MBM Tak Mampu Sampaikan Laporan Keuangan


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

[BENGKAYAG] – Kepercayaan yang diberikan Pemda Bengkayang kepada PT. Membangun Bengkayang Mandiri (MBM) ternyata tidak disertai dengan kinerja yang baik. Setidaknya menurut Anggota DPRD Bengkayang, H. Mariadi, SE.,MM hingga saat ini PT. MBM belum membuat laporan keuangan dari jumlah dana sebesar Rp.1,5 Miliar yang disuntik oleh Pemda melalui dana APBD 2010. Oleh karena

“Pemda Bengkayang telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp.1.5 Miliar kepada PT. MBM namun hingga saat ini baru Rp.500 juta yang dibuat laporan penggunaan anggarannya,” tegasnya.

Mariadi yang juga Ketua DPC PAN Kabupaten Bengkayang saat ditemui diruang kerjanya lanta mempertanyakan sisa uang yang ada senilai Rp.1 Miliar tersebut. Menurutnya, laporan keuangan itu wajib dibuat oleh pihak PT. MBM selaku pengguna anggaran. Hal yang sangat disayangkan karena ketidakadaan laporan tersebut menjadi salah satu penyebab Continue reading

Tujuh Tahun Berjalan, baru Bahas MoU


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

PT. Bengkayang Subur

DPRD Bengkayang dan PT. Bengkayang Subur bahas MoU

[BENGKAYANG] – Setelah tujuh tahun berjalan sejak memperoleh izin lokasi pada tahun 2004, pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.Bengkayang Subur belum pernah membahas MoU dengan masyarakat terkait penanaman sawit di wilayah dua Kecamatan ini. Kecamatan Ledo yakni   Desa Rodaya, Desa Dayung, Desa Lomba Karya, sementara wilayah Desa Kamuh masuk pada konsesi Kecamatan Tujuh Belas. Pembahasan MoU tersebut baru dibahas Rabu (5/10). Dengan menghadirkan ratusan kepala Keluarga dari Desa Rodaya Dusun Baya. Pertemuan tersebut juga dihadiri pihak Muspika kecamatan, pihak desa, koramil, dinas terkait, serta Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang.

Perwakilan perusahaan PT.Bengkayng Subur  Emir, bagian Legal yang berkantor di Kota Pontianak mengakui keberadaan perusahaan saat ini telah beroperasi tanpa membuat kesepakatan (MoU) dengan masyarakat setempat. “Kami juga bingung. Dan ini adalah kesalahan pimpinan terdahulu,” jelas Emir dihadapan ratusan masyarakat saat berlangsugnya pertemuan.

Menurutnya, Perusahaan sudah sesuai dengan izin yang diperoleh  pada tahun 2004, luas lahan yang berhak untuk digarap seluas 19.000 hektar meliputi dua kecamatan dengan jumlah desa lima desa, yani Desa Rodaya, Lasa Bela, Dayung, Lomba Karya, dan Desa Kamuh. Kemudian berdasarkan izin lokasi 2010, pihak perusahaan hanya memperoleh sekitar 9.270 hektar. “Sesuai dengan luas itu, kami akan mengikuti aturan untuk menyediakan lokasi 20% untuk masyarakat dari luas lahan,” jela Emir menambahkan.

Pihak perusahaan menginformasikan, hingga saat ini areal yang baru terbuka 270 hektar dan posisinya masih stagnan. Kemudian dalam perjalanannya, perushaan baru melakukan pembebasan 70 hektar, jadi jumlah yang baru dibuka sekitar 340 hektar, itu khusus untuk Rodaya. Kemudian untuk Desa Dayung, pihak perusahaan sudah menjalankan sesuai undang undang, sebab beberapa waktu lalu sudah melakukan sosialisasi dan sebagian besar menyetujui. “Menyinggung Draf MoU, kami saat ini memiliki semacam drafnya, dan nanti penandatanganan per desa, cuma polanya yang harus diseragmkan,” jelas Emir lagi.

Mariadi, anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, juga mempertanyakan kejelasan MoU yang baru dibahas. Namun Mariadi mengatakan, untuk mencari penyelesaian tidak perlu menyalahkan antara satu pihak dengan pihak yang lain.

“Mari kita lihat prosedur perkebunan itu seperti apa, jangan sampai PT.Bengkayang Subur bikin Bengkayang Subur tapi Rodaya gersang,” kata Mariadi.

Ketua DPC PAN ini menilai, masyarakat hanya menginginkan kejelasan pola kerja sama dengan pihak Perusahaan. Senada dikatakan Alexander, Anggota DPRD Bengkayang yang juga ikut hadir menjelaskan, seyogyanya MoU itu ada sebelum ada kegiatan perkebunan dilakukan. Setelah ada izin lokasi, mulailah perusahaan mengurus Amdal. dan saat inilah MoU nya harus ada. Setelah MoU ada, baru perusahaan mendapatkan SIUP. Dengan dasar SIUP perusahaan mengurus izin, dan seterusnya.

Tak Profesional, Razia PETI Gagal


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

Razia PETI

Jajaran Polres Bengkayang adakan razia PETI di Kec. Samalantan

[BENGKAYANG] –

Tak profesional, Operasi Razia gabungan jajaran Polres Bengkayang terhadap aktivitas penambang liar (PETI) pada areal penambang liar di dusun Sungai Limau dan Kincir, desa Samalantan, Kecamatan Samalantan, oleh tim gabungan dari jajaran Polres Bengkayang, yang melibatkan satuan Brimob Singkawang, dan Sat Pol-PP Bengkayang, diduga bocor sebelum rajia dilaksanakan. Karena dalam operasi tersebut tidak satupun penambang liar yang tertangkap.

Razia dilakukan mengingat di daerah Dusun Sungai Limau dan Kincir marak terjadi penambang liar yang melakukan aktivitas tanpa izin hingga pada tingkat yang meresahkan, hal ini diperkuat dengan laporan dari berbagai pihak yang merasa dirugikan karena kegiatan ileggal sehingga merusak lingkungan. Operasi yang dilakukan jajaran Kepolisian Polres Bengkayang, dipimpin langsung oleh Continue reading

Sekolah Satu Atap Desa Lomba Karya Kekurangan Guru


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

Kades Lomba Karya

Ahyar Waliyan, Kades Lomba Karya, Kec. Ledo, Bengkayang

[LEDO] – Masalah klasik bidang pendidikan di Kabupaten Bengkayang kembali terungkap. Kali ini masalah kekurangan tenaga pendidik ditemukan di SD-SMP Satu Atap Desa Lomba Karya, Kecamatan Ledo. Dimana untuk tingkat SMP tenaga pendidik yang tersedia hanya 3 orang tenaga guru, itupun berasal dari guru SD tersebut. Akibatnya proses belajar mengajar siswa menjadi kurang maksimal.

Kepala Desa Lomba Karya, Ahyar Walian menuturkan bahwa SMP Satu atap yang berada di dusun Bentarat, Desa Lomba Karya tersebut menjadi pertanyaan masyarakat sekitar. yang ada dibeberapa dusun dan desa sekitarnya, seperti warga dusun Mensari, Tuhu, Pelomba dan Pagoh, serta wilayah Desa Sidai mencakup Dusun Tabalian dan Jugan. Masyarakat disini berharap. Anak-anaknya setelah tamat Sekolah dasar (SD) nantinya tidak perlu lagi melanjutkan pendidikannya ke luar daerah yang jauh dari pengawasan orang tua Continue reading