PT. PAR dan PT. MBM Membohongi Masyarakat Desa Suka Bangun


Oleh : LIBERTUS HANSEN

RADAR BORNEO, SUNGAI BETUNG

Ternyata tidak hanya perusahaan perkebunan sawit yang kerap menimbulkan permasalahan dalam masyarakat didaerah operasionalnya, tetapi, keberadaan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan juga ternyata kerap menimbulkan masalah bagi masyarakat.

Buktinya, berbekal janji-janji manis mereka kepada masyarakat, PT. PAR maupun PT. MBM telah membohongi masyarakat Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang yang akhirnya menyengsarakan masyarakat tersebut.

Dimana guna memperoleh ijin operasional dari masyarakat setempat, awalnya PT. Puri Aneka Rezeki (PAR) menjanjikan kepada masyarakat Desa Suka Bangun bahwa pihak perusahaan bersedia membantu pemerintah Bengkayang melakukan pembangunan diwilayah tersebut. Setidaknya ada sembilan poin perjanjian yang disampaikan pada saat sebelum beroperasi, yakni memperbaiki jalan dan jembatan, rumah ibadah, pembangunan SD mini, Bis mini, Aula Pertemuan di Dusun Sengkubang, Beasiswa kepada anak kurang mampu, menyisihkan sedikit pendapatan bagi desa, memberikan Jamsostek.

“Lebih parah lagi, masyarakat setempat dan sekitarnya tidak ada yang diberdayakan pihak perusahaan untuk menjadi tenaga kerja,” ungkap Ketua BPD Desa Suka Bangun, Asmajaya, S.Pd kepada Koran ini.

Keberadaan PT. PAR di Desa Suka Bangun mulai pada tahun 2008. Di desa tersebut, sesuai dengan bidang usahanya, PT. PAR melakukan usaha penambangan, yakni penambangan mangan. Akan tetapi, pada tahun 2011, aktivitas penambangan bukan lagi dilakukan oleh perusahaan tersebut, melainkan dijalankan oleh PT. Membangun Bersama Maju (MBM).

Lebih lanjut, Asmajaya menyebutkan, keberadaan perusahaan bukannya membantu proses pembangunan didaerah yang ada malah berperan besar menghancurkan pembangunan yang sudah ada. Sebut saja, kerusakan jalan yang semakin parah akibat aktivitas kendaraan mereka.

Melihat kondisi itu, dimana tidak adanya kepedulian perusahaan kepada masyarakat, beberapa waktu lalu, dengan inisiatif dan kesadaran mereka, masyarakat Desa Suka Bangun melakukan pemalangan terhadap jalan yang mengakses ke perusahaan. Masyarakat menuntut agar perusahaan dapat menepati janji mereka.

“Perusahaan hanya tahunya merampok hasil bumi disini, tetapi enggan berpartisipasi terhadap pembangunan didaerah ini,” kata salah seorang warga, Anggu.

Anggu juga menyayangkan tindakan perusahaan yang telah mendatangkan aparat kepolisian untuk mengamankan lokasi. Seolah-olah masyarakat di Desa Suka Bangun adalah penjahat.

“Kami berharap agar Pemda Bengkayang dapat memfasilitasi penyelesaian permasalahan ini antara masyarakat dengan perusahaan,” tandas Anggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s