Aktivitas PETI Merusak Sungai Benuang


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang

Sungai Benuang, Desa Baniamas Bengkayang yang tercemar akibat PETI

[Bengkayang
]- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Timonong, Desa Baniamas, Kelurahan Bengkayang menyebabkan kerusakan alur sungai dan mencemarkan air sedemikian parah sehingga tak layak dikonsumsi lagi oleh masyarakat setempat maupun masyarakat yang dilalui aliran sungai tersebut.

Berdasarkan laporan yang disampaikan warga setempat, sebut saja Alaynus Sipit (40), aktivitas PETI di wilayahnya itu bahkan sudah berlangsung sejak lama. Namun demi kepentingan sekelompok orang, aktivitas tersebut terus berlangsung hingga kini. Aparat, baik pihak kepolisian maupun lembaga pemerintahan seperti Badan Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral Kabupaten Bengkayang seolah sengaja membiarkannya.
Sipit yang merupakan tokoh pemuda setempat mengaku resah dengan aktivitas tersebut. Ia juga menyayangkan akibat PETI, air sungai Benuang tidak dapat dikonsumsi lagi oleh masyarakat. Padahal, Sungai Benuang merupakan satu-satunya sumber air di Dusun Timonong.

“Mestinya aparat kepolisian maupun pemerintah jeli melihat aktivitas perusakan lingkungan seperti ini,” ungkap pria yang akrab disapa Sipit, Kamis (30/6) di Timonong.

Dari penuturannya lebih lanjut, Sipit menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar masyarakat mengandalkan air sumur sebagai sumber air bersih, mencuci dan sebagainya. Adapun sumber air bersih yang bisa mereka dapati berada jauh dari pemukiman. Meski penanganan lamban dari aparat, Sipit mengatakan salah satu strategi agar aktivitas pertambangan perlahan-lahan dapat diminimalisir adalah dengan menumbuhkan kesadaran pada masing-masing pemilik tambang untuk tidak lagi beraktivitas. Dalam hal ini, campur tangan aparat desa sangat penting agar dapat memberikan pemahaman kepada warganya.

“Jangan pula aparat desa pun turut serta menciptakan kerusakan lingkungan dengan membuka PETI itu. Kapan bisa berakhir kalau saja aparat turut terlibat,” terangnya mengingatkan.

Dengan adanya penanganan cepat dari aparat, diharapkan agar kedepan aktivitas PETI di Dusun Timonong dapat berkurang dan pada akhirnya berhenti sehingga tidak semakin memperparah kerusakan lingkungan yang saat ini semakin didekati oleh aktivitas PETI.

“Saat ini saja kami sudah merasakan dampak dari kerusakan lingkungan tersebut, apalagi anak cucu kami kelak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s