Buat Izin di Bengkayang Berbelit


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[SELUAS]- Proses pembuatan izin yang dilakukan Syaiful, warga Seluas untuk membuka usaha penambangan Galian C ternyata tak mudah. Ibarat bola, Ia terpaksa bolak-balik ke Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral, Kantor Perizinan, Pelayanan Terpadu namun tak menghasilkan apa yang diinginkan. Ia pun beranggapan proses pembuatan izin di Bengkayang berbelit-belit.

Nyobeng 2011

“Mungkin Dinas (Distamben) dan Kantor Perizinan (KP2T) Bengkayang bingung untuk memproses izin tersebut, karena mungkin Saya adalah masyarakat Bengkayang pertama yang punya niat membuat izin penambangan Galian C,” ungkap Syaiful, Kamis (16/6) di Seluas. Seperti diceritakannya, keinginannya membuat izin atas usaha Galian C tak lain adalah agar usaha yang dijalankannya resmi (legal) sehingga tidak dikejar-kejar akan rasa bersalah karena tak memiliki izin. Galian C yang dimaksud adalah penambangan pasir di alur sungai Kumba, Seluas. Selain itu, dengan adanya keberadaan izin itu juga Ia turut memberikan sumbangan pendapatan kepada daerah ini, yakni dengan membayar pajak.

Beberapa persyaratan untuk proses pembuatan izin yang dimaksudnya tersebut sudah dipersiapkan sejak akhir tahun 2010 yang lalu, seperti surat pengantar dari Kepala Desa, Camat serta beberapa persyaratan yang dibutuhkan. Namun tak semua persyaratan yang diperlukan untuk membuat izin tersebut diketahui, Syaiful lantas berkomunikasi dengan pihak Dinas Distamben. Tetapi, setelah menunggu beberapa lama dan bertemu dengan pihak yang dimaksud, Ia diarahkan untuk menanyakan persyaratan tersebut pada Kantor Perizinan, Pelayanan Terpadu. Setelah didatangi, pihak KP2T lantas mengarahkan lagi ke Dinas Pertambangan. Akan tetapi, hasilnya nihil.

Tak cukup melakukan konsultasi dengan 2 lembaga pemerintah itu, Syaiful mencoba menanyakan proses pembuatan izin Galian C dengan Kepala Bappeda Bengkayang, Wakil Bupati. Nama terakhir yang disebutnya ini lantas mengarahkan Syaiful agar langsung berkonsultasi dengan orang nomor 1 di Bengkayang. Bupati kembali mengarahkan agar dalam proses pembuatan izin tersebut melalui KP2T dan Distamben. Akibat proses yang demikian, Ia kemudian memutuskan untuk menunda pembuatan izin dan otomatis usaha penambangan pasir yang hendak dijalankannya terpaksa tertunda.

“Maksud hati ingin bertindak secara benar, tapi tidak mendapatkan dukungan,” tandasnya.

2 Comments

  1. gan,aku anak sanggau ledo tp dah lama dijawa..pgnya balik lagi ke sanggau ledo,coz kq msh punya tanah 3ha ditransau ma sekip sanggau ledo…… gan.. mo tanya klo harga tanah didaerah sana pa msh mrh kyk dulu pa dah naik….trus prospek usaha apa yg bgs disana…khususnya kuliner…trims,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s