Aktivitas PETI Merusak Sungai Benuang


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang

Sungai Benuang, Desa Baniamas Bengkayang yang tercemar akibat PETI

[Bengkayang
]- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Timonong, Desa Baniamas, Kelurahan Bengkayang menyebabkan kerusakan alur sungai dan mencemarkan air sedemikian parah sehingga tak layak dikonsumsi lagi oleh masyarakat setempat maupun masyarakat yang dilalui aliran sungai tersebut.

Berdasarkan laporan yang disampaikan warga setempat, sebut saja Alaynus Sipit (40), aktivitas PETI di wilayahnya itu bahkan sudah berlangsung sejak lama. Namun demi kepentingan sekelompok orang, aktivitas tersebut terus berlangsung hingga kini. Aparat, baik pihak kepolisian maupun Continue reading

Polemik Pilkades Suti Semarang, Bupati Bengkayang Akan Diperkarakan


Oleh : YOPI CAHYONO, S.Hut

[SUTI SEMARANG]- Tak hanya Pilkada Bupati atau Gubernur saja yang mengalami polemik. Ditingkat Desa pun, proses demokrasi tersebut tak terlepas dari masalah. Seperti yang terjadi dalam Pilkades Suti Semarang, dimana untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa, setiap Balon harus mengeluarkan biaya pendaftaran sebesar Rp. 5 juta. Hal ini tentunya sangat memberatkan.

Markus Sasi (32), Warga Desa Suti Semarang mengatakan, dirinya tidak terima atas kebijakan panitia Pilkades Suti Semarang yang Continue reading

DWP Bengkayang Adakan Sosalisasi Narkoba pada SIswa SMA


Oleh : YOPI CAHYONO, S.Hut

[BENGKAYANG]- “Saya mengancungi jempol kepada DWP karena telah melakukan langkah antisipasi sejak dini yakni memberikan sosialisasi kepada generasi muda terutama anak remaja terutama pada tingkat SMA/SMK di Kecamatan Bengkayang,” ungkap Kasatreskrim Polres Bengkayang, M. Azin ditemui di SMA negeri 1 Bengkayang, Rabu (22/6).

Azin menjelaskan, jangan sampai generas penerus kita yang terjerumus pada narkoba. Baik dalam lingkungan keluarga, tetanga maupun sekolah. Berteman boleh saja asalka jangan berkawan dengan pelaku narkoba. Karena konsekuensi penyalahgunaan narkoba ialah keranah hokum sesuai dengan UU No. Continue reading

Kisruh Tender Proyek, Anggota DPRD Bengkayang Dipolisikan


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[Bengkayang]- Proses pelelangan proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkayang, Rabu (22/6) diwarnai dengan aksi pemukulan dua orang peserta lelang, yakni Irawan dan Badarudin. Dimana menurut pengakuan keduanya, aksi pemukulan tersebut dilakukan oleh salah seorang Anggota DPRD Bengkayang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkayang , Martinus Kajot.

Kejadian ini bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika Irawan hendak memasukan dokumen penawaran pada kotak yang telah disediakan oleh panitia. Sebelum dokumen tersebut diserahkan, sempat terjadi adu argument antara Irawan dan Martinus Kajot. Dalam pengakuannya, Irawan mengatakan adu argument terjadi karena oleh Martinus Kajot, dirinya diminta agar jangan memasukan dokumen penawaran lagi pada paket yang sama dengan alasan paket tersebut merupakan paket milik Partai, PDIP.

Diketahui ada 2 paket yang saat itu diperebutkan keduanya, yakni paket Continue reading

PLN Bengkayang Resmikan Program Pemasangan Listrik 1 Juta Pelanggan 


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

PLN Bengkayang

Jaringan Listrik Bengkayang

[BENGKAYANG]-
Terkait realisasi dari program pemasangan jaringan listrik 1 juta pelanggan di Kabupaten Bengkayang secara simbolis dilakukan dengan pemasangan jaringan dirumah Sekretaris Daerah Bengkayang, Drs. Kristianus Anyim, M.Si, Jumat (17/6) di Komplek Perumahan Pemda.

Menurut Kepala Ranting PLN Bengkayang, Adi Kurniawan, untuk pemasangan jaringan listrik tersebut sebenarnya sudah dimulai awal tahun 2011.

Seperti data yang disampaikan oleh Kepala Ranting PLN Bengkayang, Adi Kurniawan, bahwa dalam program tersebut pada tahun 2011, Bengkayang mendapat jatah sebanyak Continue reading

Oknum Pegawai KPU Bengkayang Diduga Melakukan Penipuan


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

KPU Bengkayang

Waspada Terhadap Penipuan

[BENGKAYANG]-
Oknum pegawai di Kantor KPU Bengkayang, SW (inisial) berbuat ulah, Ia diduga melakukan penipuan terhadap Jimmi. Penyebabnya tak lain, yakni masalah uang. Dimana uang sebesar Rp. 5 juta yang dipinjamnya dari Jimmi tak kunjung dilunasi.

“Setiap kali saya menagih, SW selalu berdalih. Banyak alasan yang dilontarkannya untuk menghindari pengembalian uang yang telah saya pinjamkan kepadanya,” ungkap Jimmi saat bertandang di Kantor Harian Kalbar Times Bengkayang, Selasa (14/6).

Dari penuturannya, Jimmi mengatakan awal masalah tersebut terjadi pada bulan Maret 2011 lalu, dimana SW yang merupakan kenalan Istrinya mengutarakan maksudnya untuk meminjam uang sebesar Rp. 5 juta kepadanya dengan dalih uang itu hendak digunakan untuk keperluan tertentu. Mengingat SW merupakan kenalan istrinya dan Ia juga tahu dimana SW bekerja dan tinggal, akhirnya dengan secarik kwitansi bermaterai 6000 yang ditandatangani SW sendiri, uang tersebut diberikan.

“Semula SW berjanji akan mengembalikan uang yang dipinjamnya dalam jangka waktu 10 hari sejak peminjaman,” terang pria asal Kecamatan Ledo ini.

Namun apa yang terjadi, Continue reading

Buat Izin di Bengkayang Berbelit


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[SELUAS]- Proses pembuatan izin yang dilakukan Syaiful, warga Seluas untuk membuka usaha penambangan Galian C ternyata tak mudah. Ibarat bola, Ia terpaksa bolak-balik ke Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral, Kantor Perizinan, Pelayanan Terpadu namun tak menghasilkan apa yang diinginkan. Ia pun beranggapan proses pembuatan izin di Bengkayang berbelit-belit.

Nyobeng 2011

“Mungkin Dinas (Distamben) dan Kantor Perizinan (KP2T) Bengkayang bingung untuk memproses izin tersebut, karena mungkin Saya adalah masyarakat Bengkayang pertama yang punya niat membuat izin penambangan Galian C,” ungkap Syaiful, Kamis (16/6) di Seluas. Seperti diceritakannya, keinginannya membuat izin atas usaha Galian C tak lain adalah agar Continue reading

Jangan Lupakan Pendidikan di Pedalaman!


http://edukasi.kompas.com/read/2009/

[JAKARTA, KOMPAS.com] – Pendidikan anak bangsa tidak terjadi di ruang hampa, melainkan berada dalam realita perubahan sosial yang sangat dahsyat. Sekolah merupakan salah satu subsistim dari keseluruhan sistim pendidikan yang terdiri dari sentra keluarga, masyarakat, media, dan sekolah. Di saat bangsa Indonesia sedang bertransformasi menuju kesejajaran dengan bangsa-bangsa lain dalam upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium, hal itu tidaklah cukup dengan hanya menilai dari keberhasilan dan kemajuan prestasi anak-anak Indonesia yang terpilih di ajang-ajang internasional, sebutlah di Olimpiade Matematika atau Fisika misalnya. Bahkan, prestasi segelintir anak berprestasi tersebut bisa memberikan pesan “menyesatkan” dan pembenaran atas berbagai fenomena pengabaian sebagian besar anak yang tertinggal. Continue reading

Beberapa PTS di Perbatasan Diubah ke PTN


http://edukasi.kompas.com/read/2011/

[MERAUKE, KOMPAS.com] – Pendidikan di daerah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga harus mendapat perhatian. Upaya ini sebagai komitmen untuk membuat wilayah perbatasan menjadi beranda terdepan bangsa.

“Dalam beberapa tahun belakang ini ada pergeseran jika wilayah perbatasan yang selama ini terbelakang harus jadi terdepan. Bukan hanya kemajuan fisik yang dikejar, tapi juga mutu sumber daya manusia,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh dalam kunjungan kerja di Merauke, Jumat (3/6/2011).

Pada kesempatan kali ini, Menteri Pendidikan Nasional juga meresmikan Universitas Musamus menjadi perguruan tinggi negeri. Sebelumnya, universitas ini merupakan kampus swasta.

“Ada lima perguruan tinggi swasta di daerah perbatasan yang juga diubah jadi PTN. Ada di Kalimantan Timur, Papua, Bangka Belitung, dan Batam. Ini karena pemerintah mau menjadikan daerah perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia, termasuk juga dalam pendidikan,” kata Nuh.

Merauke berbatasan dengan Papua Nugini dan Australia. Indonesia, khususnya, menjadi piilihan tempat belajar siswa dari Papua Nugini, terutama di daerah perbatasan di Sota.

Bengkayang Masih Berlakukan Sistem Informasi Tradisional


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL/Sekretaris AWANDA Bengkayang

[BENGKAYANG]- Seiring perkembangan teknologi informasi saat ini yang semakin pesat, Pemkab Bengkayang dinilai lamban dan kurang tanggap menerima hal tersebut. Apakah SDM-nya masih gagap teknologi (Gaptek) atau memang tidak memiliki keterbukaan, yang pasti hingga saat ini UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) masih belum diterapkan.

Untuk mendapatkan informasi terkait Bengkayang sangat sulit karena disini (Bengkayang) masih menganut sistem tradisional, yakni sistem informasi satu pintu.

Dengan sistem penginformasian satu pintu itu, segala informasi yang layak dan pantas dikonsumsi masyarakat umum terkait pembangunan di Bengkayang harus melalui pejabat teratas didaerah ini dan prosedur yang berbelit-belit. Dapat dibayangkan ketika seseorang masyarakat yang hendak mengetahui informasi mengenai data perkebunan misalnya, ternyata dengan mendatangi Kepala Dinas Perkebunan informasi tersebut belum bisa diperoleh dengan alasan harus mendapat izin dari Bupati. Untuk mendapatkan izin dari Bupati, kita harus mendapatkan surat pemberitahuan dari pihak Humas dan Protokol. Darisitu, bukan berarti kita langsung mendapatkan informasi, tak jarang alasan yang diterima yakni “Bupati Tidak Ada Ditempat atau Bupati Sedang Sibuk” yang diterima. Padahal informasi tersebut bisa saja diberikan oleh Kepala SKPD yang bersangkutan, karena memang merekalah yang lebih mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh organisasi mereka sendiri.

Sudah saatnya Pemda Bengkayang tidak lagi menerapkan paham Tradisional seperti itu. Diantara informasi yang sulit diperoleh dan diketahui public akibat sistem tradisional itu yakni data APBD, Rencana Pembangunan yang berkaitan dengan anggaran dan lain-lain. Hal ini tidak terlepas dari anggapan yang menyatakan semua dokumen sebagai dokumen yang dirahasiakan.