Stop Eksploitasi Orangutan Untuk Promosi Sawit


Siaran PERS Center for Orangutan Protection [COP]

[(JAKARTA]- Menteri Pertanian Indonesia, Suswono melakukan kunjungan ke Perancis dan Spanyol dengan misi menyampaikan informasi dan mengkomunikasikan kebijakan serta upaya mengembangkan industri kelapa sawit nasional dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. Kunjungan serupa juga akan dilakukan ke Amerika Serikat pada tanggal 23 Mei 2011. Direncanakan, dalam kunjungan tersebut Menteri akan membawa serta orangutan dan menyerahkannya ke kebun binatang sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap orangutan terkait dengan pengembangan kelapa sawit.

Berkenaan dengan rencana ekspor orangutan tersebut, Daniek Hendarto selaku Juru Kampanye Centre for Orangutan Protection (COP) menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

“ Cara paling efektif untuk mengkampanyekan kelapa sawit yang ramah orangutan adalah dengan penegakan hukum. Pemerintah bisa memulainya dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan. Laporan tersebut menyatakan bahwa 31 perusahaan kelapa sawit telah membabat hutan di Kalimantan Tengah. Kompromi antara pemerintah dan para penjahat hutan merupakan publikasi yang buruk bagi pengembangan kelapa sawit yang ramah orangutan. Misi Menteri Pertanian hanya akan menjadi lelucon saja jika tidak ada aksi nyata untuk melindungi orangutan dan habitatnya. “

Dalam 4 bulan terakhir ini COP mendokumentasikan bagaimana perusahaan – perusahaan perkebunan kelapa sawit masih terus membabat hutan dan mengancam orangutan. Dalam misinya, COP terpaksa mengevakuasi 4 anak orangutan yang induknya telah terbunuh oleh para pekerja sawit.

“Setidaknya ada 1200 orangutan yang kini terduduk di Pusat – Pusat Penyelamatan Satwa. Korban orangutan masih terus berjatuhan hingga saat ini dan sungguh ironis, Kementerian Pertanian dan industri kelapa sawit malah mengeksploitasinya sebagai alat promosi. Sungguh tidak etis dan biadab. Kami menentangnya. ”

Kecamatan Teriak Butuh Sentuhan Pembangunan


Oleh : DIDI SULAIMAN

[TERIAK]- Berdiri diatas 18 Desa, dimana sebagian besar penduduknya masih bergantung pada sektor pertanian, Kecamatan Teriak membutuhkan sentuhan pembangunan dari berbagai sektor. Tercatatnya 1691 Kepala Keluarga (KK) yang masih menerima bantuan Beras Miskin (Raskin) diharapkan dapat diminimalisir seiring pembangunan yang merata. Termasuk pembangunan sektor infrastruktur yang menghubungkan antar desa. Camat Teriak, Bernardus Amui ditemui wartawan ini beberapa waktu lalu mengakui bila Kecamatan Teriak membutuhkan sentuhan pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat. Namun dilain pihak, hal itu tidak dapat dilakukan secara serta merta.

“Pembenahan dilakukan secara bertahap dan perlu pengkajian mendalam,” ungkapnya.

Menurut Amui, dengan adanya bantuan dari Pemerintah seperti Raskin, Askeskin, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Pemberdayaan seperti PNPM-MP, P2DTK dan lain sebagainya diharapkan dapat mengurangi beban yang dihadapi masyarakat. Disamping itu, agar iklim pembangunan didaerah ini dapat berjalan dengan baik, Amui mengharapkan agar masyarakat Teriak memberikan dukungan sepenuhnya sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Firdaus : “Olahraga Bukan Wadah Mencari Uang”


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[BENGKAYANG]- Setelah melewati beberapa tahap, akhirnya, Sabtu (30/4) kemarin, Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkayang periode 2011-2015 dikukuhkan. Acara yang berlangsung sederhana tersebut dilaksanakan di Mess Pemda Bengkayang dan dihadiri berbagai kalangan, baik Bupati, Asisten, Kepala Dinas, Camat, Pengurus Cabang Olahraga hingga Sekretaris KONI Propinsi.

Kegiatan pengukuhan ini juga menjadi proses penting bagi era baru perkembangan prestasi olahraga Bengkayang kedepan, tentunya untuk lebih maju dan berprestasi. Sebab yang selama ini (periode sebelumnya)terjadi, olahraga di Bengkayang seolah berjalan ditempat. Dengan adanya pengukuhan kepengurusan ini pula akan menjadi sebuah harapan tinggi masyarakat Bengkayang secara keseluruhan guna melihat potensi-potensi daerah (atlet) mengharumkan Bumi Sebalo diberbagai level. Continue reading