Pembangunan Gereja PIBI Melabo Perlu Dikaji Ulang


Oleh : DIDI SULAIMAN

(BENGKAYANG)- Guna menghindari timbulnya permasalahan dimasa mendatang, Pendirian Gereja Persekutuan Injil Baptis Indonesia (PIBI) di Dusun Melabo, Desa Suka Mulia, Kelurahan Sebalo, mesti dikaji ulang oleh pihak yang terlibat dalam pembangunannya. Hal ini diungkapkan salah seorang warga setempat, Kucin (42) ketika ditemui dikediamannya baru-baru ini.

Seperti yang terjadi dilapangan, Gereja tersebut saat ini telah mulai dikerjakan dengan adanya pendirian pondasi gereja. Sementara dalam pengakuan Kucin sendiri, tanah atau lahan diatas bangunan tersebut sampai sekarang belum ada kejelasan, terutama belum dibebaskannya lahan itu kepada pemiliknya. Lokasi itu sejak tahun 1990 sudah ada Surat Pernyataan Tanah (SPT) atas nama Maria, yang mana pada waktu itu Desa Suka Mulia dipimpin oleh Aminoto.

“Jangan hanya untuk mencapai kepentingan pihak atau golongan tertentu, kemudian pihak lain dirugikan,” keluh Kucin yang tak lain adalah suami Maria, si pemilik tanah yang dimaksud.

Sedangkan Maria, selaku pemilik tanah ketika diwawancarai wartawan ini mengaku heran dengan tindakan pihak yang mendirikan bangunan Gereja yang tidak cermat dan kurang teliti atas kepemilikan tanah untk pembangunan gereja tersebut.

“Padahal secara hukum, dengan adanya SPT, tanah itu adalah sah milik saya,” ujar Maria.

Ia pun mempertanyakan tindakan pembangunan gereja yang bertindak semena-mena atas kepemilikan tanah miliknya, tanpa ganti rugi dan kejelasan yang dapat diterima. Secara pribadi, baik Kucin maupun Maria mengakui jika pada dasarnya kedua warga tersebut tidak berkeberatan atas pembangunan Gereja diatas lokasi mereka, namun yang jadi permasalahan adalah, lahan tersebut diserobot begitu saja tanpa ada ganti rugi kepada pemilik tanah.

Masyarakat Mesti Perhatikan Izin Usaha


Oleh : KRISANTUS

(BENGKAYANG)-Agar usaha yang dijalani tidak menimbulkan permasalahan, masyarakat Bengkayang khususnya, mesti memperhatikan legalitas usaha mereka, salah satunya adalah dengan dimilikinya Surat Izin Tempat Usaha (SITU) ataupun Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Hal ini juga berguna untuk masyarakat menghindari melepaskan diri dari membayar pajak usaha yang dijalani.

Mengingat pentingnya legalitas tersebut, Senin (4/4) kemarin, Pemda Bengkayang melalui Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KP2T), Lurah Bumi Emas dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pengecekan terhadap unit usaha di Pasar Bengkayang.

“Upaya ini dilakukan agar memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya Surat Ijin Usaha (SITU),” kata Kepala KP2T Bengkayang, Yan, S.Sos.,M.Si, disela-sela kegiatan tersebut.

Yan juga mengatakan bahwa hal itu tidak hanya penting bagi masyarakat yang membuka usaha didaerah perkotaan, tetapi juga bagi masyarakat yang berada disemua tingkatan yang ada di Bengkayang. Dijelaskannya, salah satu keuntungan dengan adanya surat ijin usaha adalah masyarakat dapat menjadikannya sebagai bahan jaminan ketika hendak mendapatkan dana kepada pihak tertentu guna mengembangkan usaha mereka. Dilain pihak, dengan adanya legalitas tersebut, masyarakat telah berpartisipasi membangun daerah ini melalui pajak usaha mereka itu. Pt. Jesy ak lakeng