Panglima TNI RI Kunjung POS Sat. PAMTAS Jagoi Babang


Dikutip dari : http://www.bengkayangkab.go.id/news/view/100

Bengkayang

Panglima TNI, Agus Suhartono Ketika Mengunjungi Perbatasan Bengkayang di Jagoi Babang

(JAGOI BABANG)-
Dalam rangka meningkatkan mobilitas anggota PAMTAS dalam mengamankan area perbatasan, meningkatkan sarana prasarana pendukung dalam pengamanan area perbatasan, serta mengetahui kendala dan masalah yang terjadi di daerah perbatasan, Sabtu (26/02/11), Panglima TNI, Agus Suhartono berkunjung di Kabupaten Bengkayang guna memantau langsung Pos Sat. PAMTAS Jagoi Babang.

Tepat Pukul 09.00 Wib, Helikopter Superpuma yang membawa Panglima TNI beserta rombongan mendarat di lapangan Sepakbola Jagoi Babang. Selanjutnya rombongan langsung menuju Pos Sat Pamtas Jagoi Babang bersama Bupati Bengkayang serta Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Sesampainya di Pos Sat PAMTAS, Panglima TNI beserta rombongan langsung memasuki ruangan aula untuk mendengar pemaparan dari Letkol Inf. Tri Sakti mengenai sarana prasana pendukung yang tersedia, kendala-kendala dan masalah yang sering terjadi di daerah perbatasan ini.

Letkol Inf. Tri Sakti dalam pengarahannya melaporkan bahwa Continue reading

Suryadman Gidot, S.Pd.: Pemimpin Muda, Pendobrak Ketertinggalan


Dikutip dari : http://www.kalbarina.net

(BENGKAYANG)- Kabupaten Bengkayang memang masih harus mengejar ketertinggalnya dibandingkan 13 kabupaten/kota lain di Kalbar. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Sambas di sebelah utara, Kabupaten Landak dan Kota Pontianak di sebelah selatan, Laut Natuna dan Kota Singkawang di sebelah barat, dan Kabupaten Sanggau dan Serawak Malaysia di sebelah timur. Tak hanya sekadar ide, tapi butuh keberanian sosok pemimpin yang mampu memajukan daerah seluas 5.396,30 kilometer persegi yang terbagi menjadi 14 kecamatan ini.

Berikut hasil wawancara wartawan Harian Equator, Yopi Cahyono dengan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd. Continue reading

Pemkot Pontianak Belum Transparan *Implementasi UU KIP Tidak Maksimal PONTIANAK


Harian Pontianak Post, Kamis 31 Maret 2011

(PONTIANAK)—Implementasi Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik di Kota Pontianak dinilai belum ada kemauan kuat pemerintah dalam merealisasikannnya meski sudah mempunyai Perda Nomor 2/2009 tentang keterbukaan informasi.Hal itu dikarenakan masih mengganggap semua dokumen menyangkut anggaran sebagai rahasia negara. Hingga membuat pemerintah terkesan tertutup soal publikasi mengenai kebijakan yang dijabarkan dalam anggaran.

“Semangat, prinsip, dan kemauan dari lembaga atau institusi pemerintah untuk mengadopsi keterbukaan, transparansi dan kebebasan informasi publik belum ada. Sifat dan prilaku serta paradigma berpikir di kalangan pemerintahan masih menganggap dokumen dan informasi publik merupakan dokumen yang dirahasiakan,” kata Indra Aminullah Manajer JARI Borneo Barat dalam temu pers hasil uji coba KIP di Kota Pontianak, Selasa (30/3). Continue reading

PT. TPA Polisikan Danlanud Singkawang II


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

(BENGKAYANG)-Dianggap telah melakukan tindak pidana pencurian buah sawit, PT. Tanggi Prima Agro (TPA) melaporkan Komandan Landasan Udara (Danlanud) Singkawang II yang sudah tidak aktif lagi atau pensiun, Letkol PNB. (Purn.) Edward Tenlima Alias Edo (74) ke Polres Bengkayang. Hal yang sama juga menimpa adik kandungnya, Yohanes J. Tenlima. Laporan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/414/B/XI/2010 tertanggal 18 Nopember 2010.

Danlanud Singkawang II

Letkol PNB. Edward Tenlima (tengah) sedang berbincang dengan Pengacaranya, Widya Nur Hidayah Nugraha Kusuma Wardhana

Akibat dari laporan PT. TPA itu, bersama adik kandungnya, purnawirawan kelahiran 1936 sejak tanggal 7 April 2011 terpaksa harus mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Bengkayang hingga diadakan persidangan pertama, pembacaan dakwaan pada 19 April. Kini, setelah mendapat jaminan dari pihak keluarga, usai persidangan, pria yang menjadi saksi sejarah penumpasan pemberontak PGRS Paraku ini menjadi tahanan kota.

Berdasarkan Surat Dakwaan dari Kejaksaan Negeri Bengkayang Nomor: REG.PERKARA : PDM-64/BKY/Ep.1/04/2011 mendakwa Edward maupun Yohanes Tenlima pada 18 Nopember 2010 sekira pukul 12.00 WIB telah mengambil barang sesuatu berupa buah sawit sebanyak 3 ton, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, yakni PT. Tanggi Prima Agro, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan bersekutu. Continue reading