Kepengurusan KONI Bengkayang Berakhir 


Oleh : YOPI CAHYONO, S.Hut (HARIAN EQUATOR)

BENGKAYANG- Sejak 1 Januari 2011, kepengurusan KONI Bengkayang dinyatakan berakhir. Segala kewenangan, hak dan penggunaan atribut yang masih melekat pada kepengurusan 2006-2010 dinyatakan tidak berlaku lagi. Hal ini diungkapkan Kasi Pembinaan Olahraga Disbudparpora Fabianus Oel, S.Pd.

Pada kesempatan itu, Ia mengatakan telah menjalankan perintah Bupati Bupati Bengkayang Suryadman Gidot SPd untuk mengurus secara teknis dengan lowongnya kepengurusan KONI Bengkayang karena massa bhakti 2006-2010 telah berakhir 31 Desember 2010 lalu.

Ini dibuktikan surat nomor 400/0047/Kesra/2011 tanggal 17 Januari 2011 perihal Pemberitahuan Berakhirnya Masa Jabatan Kepengurusan KONI Bengkayang masa bhakti 2006-2010. Yang ditandatangani Bupati.

“Sejak 1 Januari 2011, kepengurusan KONI Bengkayang dinyatakan berakhir. Segala kewenangan, hak dan penggunaan atribut yang masih melekat pada kepengurusan 2006-2010 dinyatakan tidak berlaku lagi,” tegas Oel-sapaan akrabnya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/2).

Dalam penjelasannya, Ia mengatakan bawasannya amanat Bupati Bengkayang agar hal ini mesti disampaikan kepada seluruh Pengkab dan Pengurus KONI Bengkayang.

“Sambil menunggu akan dilaksanakannya Musorkab KONI Bengkayang, sebagai upaya pembentukan kepengurusan yang baru diharapkan kepada semua Pengkab yang ada, segera melengkapi bukti kepengurusan yang berupa SK dari Pengda kalbar dan bendera Pengkab ke Sekretariat KONI di Jalan Sentagi Dalam,” harap Oel.

Perlu diketahui, dasar surat ini ialah SK KONI Kalbar No.01/2008 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus KONI Bengkayang 2006-2010, Surat Ketua Umum KONI Kalbar No. 47/ORG/II/2010 tertanggal 4 Februari 2011 Perihal Perpanjangan Masa Bhakti Kepengurusan KONI Bengkayang yang sebelumnya berakhir 31 Januari 2010 diperpanjang 31 Desember 2010. Selain itu, KONI Kalbar mendesak KONI Bengkayang melakukan Musorkab dengan surat Sekretaris Umum KONI Kalbar No 02/ORG/I/2010 tertanggal 6 Januari 2011 Perihal Pemberitahuan Musorkab KONI Bengkayang.

Pria yang juga Ketua Pajanang Dewan Adat Dayak Banyadu’ ini meminta agar semua Pengkab yang ada di Bengkayang sesegera mungkin menyampaikan data ke Disbudparpora, karena selama ini tidak pernah disampaikan oleh pihak KONI Bengkayang kepada kami. Kami membutuhkan data-data tersebut untuk diberi pembinaan oleh Pemda Bengkayang. Selain itu, untuk mengantisipasi dualisme kepengurusan. Sehingga undangan Musorkab tiba ke tangan yang benar.
Adapun data-data yang perlu disampaikan oleh Pengkab kepada Disbudparpora, bukti fisik SK dari Pengda Kalbar, bendera pengkab, dan data atlit binaan. Apabila bendera ada pada Pemda Bengkayang, bendera tersebut akan dipajang di Disbudparpora. Sedangkan pihaknya meminta data atlit binaan, tidak lain untuk mengantisipasi ada pengurus tetapi atlit tidak ada. Oel mengaku, selama ini pihaknya mengalami kesulitan dalam mencari data pengkab yang ada di Bengkayang. Hal ini karena KONI dan Disbudparpora berjalan sendiri-sendiri. Sehingga kurangnya koordinasi antara Koni dan Disbudparpora. Parahnya, SPJ KONI Bengkayang 2006-2010 tidak pernah sampai ke Kabid Olahraga. Oleh karena itu, untuk sementara urusan teknis pemda mengambil alih terutama dari Disbudparpora. Setelah kepengursa sudah terbentuk, akan diserahkan kepada pengurus yang baru.

“Lowongnya kepengurusan KONI Bengkayang, sehingga Bupati Bengkayang sebagai kepala daerah mengambil kebijakan untuk sementara waktu beliau yang pimpin sambil menunggu Musorkab dan kepengurusan baru terbentuk,” tandasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s