Ribuan Masyarakat Saksikan CGM di Bengkayang


Oleh : KRISANTUS

Tatung

Seorang Bapak Rela Dibakar Panas Matahari Hanya Untuk Menyaksikan Atraksi Tatung Pada Perayaan Cap Go Meh di Bengkayang 2011

Tak seperti hari biasanya, Kamis (17/2) kemarin, suasana kota Bengkayang begitu ramai dipadati ribuan masyarakat yang datang dari berbagai kecamatan. Mereka seolah tak ingin melewati moment yang berlangsung satu tahun sekali itu. Tak peduli cuaca panas, sebagian orang tua bersama anak-anak mereka rela ditimpa terik matahari. Dan pihak yang paling sibuk dengan kondisi ini adalah Aparat Kepolisian serta Pihak Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi yang harus bekerja ekstra mengatur arus lalu lintas. Hampir semua ruas jalan utama dijejali. Meski demikian, ramainya masyarakat yang datang ke Pasar Bengkayang itu ternyata menjadi suatu berkah bagi para pedagang karena barang dagangan laris manis, terlebih warung-warung yang menjual makanan.

“Tahun ini masyarakat yang hadir menyaksikan perayaan Cap Go Meh (CGM) lebih ramai dibanding tahun lalu,” kata Ketua Panitia CGM Bengkayang, Tjin Jan Khong, usai perarakan Tatung di Vihara Ariamarama.

Seperti diketahui bersama, Perayaan CGM tahun ini jatuh pada Kamis (17/2) atau 15 hari setelah Imlek, Kamis (3/2) yang lalu. Bahkan menurut Sekretaris Panitia, Surianto (Aliong) maupun Lurah Bumi Emas, Eduardus Ason, kemeriahan CGM tahun ini lebih ramai dari perayaan hari Kemerdekaan tahun lalu (Agustus-an).

CGM di Bengkayang kali ini disuguhkan dengan atraksi para Tatung yang datang dari Bengkayang, Teriak, Sei Betung dan Kota Singkawang. Berdasarkan Laporan Panitia, jumlah tatung yang turut meramaikan CGM lebih dari 200 Tatung, diantaranya melakukan atraksi pada 32 tandu yang dipasangi senjata tajam, seperti Pedang, Tombak, Trisula, Paku, Mandau. Jumlah tatung pun lebih banyak tahun ini, terutama disebabkan karena banyak Tatung yang datang dari Singkawang. Kemeriahan ini bertambah dengan adanya atraksi permainan Kuda Lumping, Penampilan Grup Musik Tanjidor, Pawai Menggunakan Pakaian Adat Multi Etnis.

Cap Go Meh Bengkayang

Salah Seorang Tatung Yang Menunjukkan Aksinya Pada Perayaan Cap Go Meh di Bengkayang 2011

Seperti tahun sebelumnya, pawai yang diadakan, khususnya Atraksi Tatung, rute yang dilalui masih sama. Yakni dimulai dari Vihara Ariamarama, Kemudian melewati Terminal, Jalan Susteran, Jalan Jeranding AR, Jalan Ngura, Basuki Rachmat, Jalan Pasar Tengah, Jalan Tabrani dan kembali lagi ke Jalan Migang (Vihara Ariamarama). Kendati demikian, sebelum memulai atraksi mengelilingi Kota Bengkayang, para Tatung beserta pihak panitia berkumpul di Jalan Jeranding AR guna mendapatkan sambutan dari Pimpinan Daerah. Kali ini, pawai dibuka oleh Sekretaris Daerah, Drs. Kristianus Anyim, M.Si yang mewakili Bupati Bengkayang yang berhalangan hadir karena harus mengikuti rapat bersama Gubernur di Pontianak.

Dalam sambutannya, Sekda berharap agar kedepannya, penyelenggaraan CGM tidak hanya semata sebagai perayaan yang dilakukan secara seremoni belaka. Lebih jauh diharapkan agar penyelenggaraannya dapat menjadi salah satu daya tarik wisata di Bumi Sebalo. Melalui perayaan CGM ini juga diharapkan agar hubungan antara masyarakat dari berbagai latar belakang Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dapat terjalin dengan baik dimana pada akhirnya membantu proses percepatan pembangunan daerah.

Keamanan Tetap Terjaga

Pelelangan Barang

Ketua Panitia CGM Bengkayang, Tjin Jan Khong dan Sekretaris Panitia, Surianto/Aliong

Usai atraksi Tatung, Tjin Jan Khong menyebutkan rangkaian perayaan CGM akan segera berakhir. Sembayang kemudian dilakukan untuk membuka puasa warga dimana tiga hari sebelumnya mereka berpuasa memakan berbagai jenis daging. Setelah itu, malam sekira jam 19.00 WIB, barulah dilanjutkan dengan pelelangan barang.

“Hingga saat ini keamanan tetap terjaga,” kata Kabag Ops. Polres Bengkayang, AKP. Cepi Noval disela-sela istirahatnya ketika ditanyai mengenai kondisi keamanan pada pelaksanaan CGM.

Menurutnya, kondisi tersebut tercipta karena adanya kesadaran serta kerjasama yang baik antara Aparat Keamanan, Pemda, Panitia serta Masyarakat. Selain kesibukan mengatur kelancaran lalu lintas, pengamanan tidak mengalami halangan berarti. Dari keterangannya, dalam proses pengamanan CGM, pihak Kepolisian menempatkan 154 personil dari semua satuan, dari jumlah tersebut 43 diantaranya secara bergantian melakukan pengamanan pada malam hiburan yang diselenggarakan panitia.

“Masa pengamanan CGM sendiri akan berakhir pada 23 Februari ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s