Tiga Potensi Bencana di Bengkayang


Oleh : KRISANTUS

Indonesia relatif rentan terhadap bencana, baik bencana geologi (gempa, gunung meletus, dan semburan lumpur), oseonologis (banjir pasang), meteorologis (banjir, kekeringan, puting beliung), maupun gabungannya (tsunami, tanah longsor, dan gelombang tinggi). Sebagian akibat proses alami yang tidak ada peran manusia, seperti gempa, gunung meletus, dan tsunami. Sebagian lagi akibat proses alami yang terkait dengan ulah manusia, baik secara langsung (seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor), maupun yang tidak langsung (seperti banjir pasang akibat penurunan permukaan tanah daerah pantai). Namun dari semua potensi yang disebutkan tersebut, khusus di Bengkayang, potensi bencana yang berpeluang besar melanda daerah ini ada tiga.

”Tiga potensi tersebut, yakni Continue reading

Selama 2010, KP2T Tangani 270 Izin


Oleh : KRISANTUS

Peranan yang dijalankan Kantor Perizinan dan Pelayan Terpadu (KP2T) Bengkayang sejak keberadaannya Februari 2010 lalu sudah mulai menunjukkan kinerja yang maksimal. Meski tergolong baru, selama keberadaannya itu, KP2T telah berhasil menerbitkan 270 perizinan bagi kebutuhan masyarakat Bengkayang. Dengan telah diterbitkannya beberapa ijin itu, Yan mengungkapkan bila hal tersebut telah memberikan sumbangan bagi Pendapatan Daerah

“Perizinan yang diterbitkan tersebut mulai sejak Oktober hingga Desember 2010,” ungkap Kepala KP2T Bengkayang, Yan, S.Sos, M.Si kepada awak media ini di ruang kerjanya.

Adapun bentuk perizinan yang telah diterbitkan antara lain, 127 ijin terkait Undang-Undang Gangguan, 35 ijin IMB, 16 ijin SUIJK, 58 ijin SIUP, 28 ijin Tanda Daftar Perusahaan, 5 ijin Praktek Dokter serta 1 ijin keramaian. Mantan Camat Lumar ini menyebutkan, apabila waktu pelaksanaan pembuatan ijin sudah berjalan, dalam satu tahun, surat-surat terkait perizinan maupun pelayanan akan lebih banyak lagi. Selama ini, dikatakannya, pihak KP2T baru mulai benar-benar bisa bekerja dan menerbitkan izin pada bulan Oktober.

“Sebelumnya KP2T tengah mempersiapkan kebutuhan administrasi dan penyusunan rencana kerja, sehingga baru pada bulan Oktober urusan perizinan bisa dikelola,” terang Kandidat Doktor Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Sementara itu, terkait penempatan KP2T pada eks. Kantor Bupati, Yan menyebutkan hal itu sebagai sebuah terobosan yang baik, terutama dari pimpinan daerah ini yang telah menyediakan kantor tersebut bagi KP2T. Menurutnya, Kantor berada dilokasi yang sangat strategis karena mudah dijangkau oleh masyarakat Bengkayang karena keberadaannya tepat dijantung kota.

“Bila letak kantor sudah seperti ini, kedepan kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang malas dalam membuat perijinan,” tandasnya.