Perbatasan di Bengkayang Butuh Perhatian Ekstra


Oleh : KRISANTUS

Hingga saat ini tak dipungkiri bila masih banyak masalah yang dihadapi oleh masyarakat perbatasan diberbagai segi. Baik dari segi infrastruktur, pendidikan, ekonomi, kesehatan, akses informasi, kriminal dan masih banyak lagi. Termasuk yang saat ini dialami masyarakat di perbatasan Jagoi Babang (Bengkayang). Masalah tersebut secara kasat mata dapat dilihat ketika kita mengunjungi daerah paling ujung di Kabupaten Bengkayang itu.

Jalan berlobang yang membentuk kubangan dapat kita temui dari mulai dari Kecamatan Sanggau Ledo hingga Jagoi, Bangunan kosong tanpa diisi SDM-nya. Di Kecamatan Siding, sebagian besar masyarakat lebih mengandalkan akses transportasi sungai dibanding jalur darat hal yang disebabkan karena tak dimilikinya jalan yang memadai (masih berupa tanah merah). Masih pada kecamatan yang sama, anak-anak usia sekolah lebih memilih Continue reading

Desa Kelayu Butuh SD Mini


Oleh : KRISANTUS

Sebagai Kecamatan yang baru, Kecamatan Suti Semarang, Bengkayang tentunya memerlukan pembangunan dalam berbagai sektor, termasuklah disektor pendidikan sebab sejauh ini desa Kelayu belum memiliki sarana pendidikan ditingkat dasar yang notabenenya bertujuan untuk meningkatkan SDM setempat.

“Dari delapan desa yang ada di Kecamatan Suti Semarang, hanya desa Kelayu yang belum memiliki Sekolah Dasar (SD), padahal jumlah anak usia sekolah disini bisa dikatakan memadai untuk mengisi sebuah SD,” terang Kades Kelayu, Markus B, baru-baru ini di Bengkayang.

Disebutkannya, saat ini murid-murid SD di Desa yang dipimpinnya tersebut sebagian besar bersekolah di SD yang terdapat di Desa Sukamaju. Dengan jumlah penduduk 400 jiwa lebih dari 99 KK, Desa Kelayu layak memiliki SD mini, jumlah murid yang bisa mengisi sekolah tersebut kurang lebih 60 murid.

Mengenai pengajuan SD mini itu, Markus menyebutkan, pihak desa telah berulangkali mengajukan hal itu kepada pihak pemerintah, baik melalui kegiatan Musrenbang, juga melalui proposal langsung ke instansi terkait. Padahal lahan untuk lokasi pembangunan sudah disediakan masyarakat setempat.

“Sebagai Kades, pengajuan pembangunan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2007 lalu,” ungkap Markus sembari berharap agar tahun ini pemerintah dapat memperhatikan dunia pendidikan di Desa Kelayu.

Bendungan Madi Jadi Alternatif Wisata Masyarakat Lumar 


Oleh : KRISANTUS

Lokasi Wisata Bendungan Madi Kecamatan Lumar

Sehari usai menyambut pergantian tahun, atau setiap tanggal 2 Januari, Bendungan Madi menjadi alternatif tempat wisata bagi masyarakat Lumar dan sekitarnya. Kebiasaan berwisata disini ibarat tradisi, sebab ketika tanggal 2 Januari, objek wisata yang belum tersentuh pihak pengelola ini selalu dipenuhi oleh ribuan orang. Mereka menikmati suguhan alam yang masih asli, kejernihan air, deretan gunung yang dipenuhi hutan lebat, serta air terjun dilereng gunung bawang sebelum memulai aktivitas ditahun yang baru.

Menikmati panorama alam yang indah itu, sebagian besar pengunjung mengisinya dengan membuat berbagai kegiatan, terutama memasak sambil mencari udang dan sayur mayur dari hutan itupula, keriuhan para remaja yang menikmati aliran sungai menambah seru rekreasi serta salah satu hal favorit yang dilakukan adalah menikmati embun air terjun madi sambil meluncur dihamparan batu bide’.

Yohanes L. Juhadi, warga Lumar, mengatakan sangat terkesan dengan aktivitas wisata masyarakat di Bendungan Madi. Menurutnya, kunjungan wisata itu merupakan satu hari diantara hari-hari lainnya pada setiap tahun. Seusai Hari Raya Idulfitri, Imlek, Menjelang Liburan Sekolah, atau pada hari libur lainnya, banyak warga yang berwisata di Bendungan Madi.

“Bila masyarakat setempat dan pemerintah (Dinas Pariwisata) jeli melihatnya, hal ini merupakan suatu potensi yang cukup bagus bila dikembangkan bersama. Apalagi kawasan tersebut termasuk dalam kawasan hutan lindung,” ungkap Yohanes.

Menimpali pendapat tersebut, Kepala Desa Tiga Berkat, Kalan mengakui bila sejauh ini potensi yang dimiliki kecamatan Lumar tersebut belum mampu dimaksimalkan. Khususnya pihak pemerintah, campur tangan yang besar terhadap hal itu sangat dibutuhkan.

“Paling tidak sosialisasi tentang pengembangan pariwisata kepada masyarakat itu sangat penting, sebab membentuk masyarakat yang sadar wisata itu tidak mudah,” pintanya.

Bendungan Madi Objek Wisata Alam yang selalu ramai dikunjungi namun belum memberikan Rupiah Kepada Masyarakat setempat

Bila kesadaran wisata sudah tertanam dalam diri masyarakat setempat, kedepannya kinerja pemerintah akan dipermudah karena dukungan masyarakat itu sendiri. Berdasarkan keterangannya itu, Bendungan Madi menjadi objek wisata di Kecamatan Lumar yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan dibanding objek yang ada di Desa lainnya.

“Jaraknya tidak terlalu jauh, sementara akses mencapai bendungan bisa ditempuh dengan kendaraan,” tandas Kalan.

Aparat Tutup Mata Terhadap Togel


Oleh : KRISANTUS

Perjudian dengan menebak angka atau yang kerap disebut Toto Gelap (Togel) sudah begitu menjamur di Bengkayang. Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari peran serta aparat setempat yang menutup mata akan peredaran permainan judi ini. Demikian ungkap salah seorang pemerhati sosial, Kuen, SH di Bengkayang.

“Aparat kepolisian Bengkayang seakan menutup mata dengan menjamurnya penyakit sosial yang satu ini,” terang Kuen.

Dalam keterangannya, Kuen menyebutkan bila jenis perjudian ini sudah merebak hingga kelapisan masyarakat tingkat bawah. Hal yang sangat mengkhawatirkan bila terus berlanjut karena dapat merusak mentalitas masyarakat, apalagi bila sudah menjalar pada anak usia dini yang seharusnya tak boleh mengenal semua bentuk perjudian. Terkait penyakit sosial ini, Kuen mengindikasikan adanya sebuah jaringan yang kuat sehingga membuat Togel seolah paten dan dibiarkan bebas beroperasi.

“Jika permasalahan yang sudah didepan mata tidak dapat diselesaikan, bagaimana bisa mengungkap permasalahan yang besar dan sulit,” tegasnya dengan harapan agar aparat dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku judi Togel.

Sementara, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Borneo, Zakarias, SH meminta agar aparat kepolisian setempat agar tidak tebang pilih dalam memberantas segala bentuk perjudian, termasuk judi Togel. Semua tindakan kriminal, menurutnya sama melanggar hukum.

“Apa bedanya menertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan memberantas judi (Togel)?,” tandasnya.

Desa Seles Belum Dialiri Listrik


Oleh : KRISANTUS

Tak Ada Listrik, Pelitapun Jadilah...

Kemerdekaan yang diraih Republik ini 65 tahun lalu ternyata belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di Desa Seles, Kecamatan Ledo,setidaknya sampai saat ini masyarakat setempat belum juga menikmati indahnya malam yang diterangi listrik negara.

“Sumber penerangan masyarakat di Desa Seles sebagian menggunakan mesin Genset dan pelita,” kata Kepala Desa Seles, Diham baru-baru ini di Bengkayang.

Dengan jumlah penduduk 667 jiwa dari 137 Kepala Keluarga (KK), Diham menyebutkan sudah selayaknya desa yang dipimpinnya itu dialiri listrik.

Selain mengharapkan masuknya listrik, Diham juga mengeluhkan tak kunjung dibangunnya jalan menuju desanya serta kerusakan beberapa jembatan yang tak mendapat perhatian pemerintah. Jarak antara Desa Seles dengan jalan utama kurang lebih 12 Km. Selain dapat diakses melalui jalur darat, Desa ini bisa ditempuh melalui jalur sungai, yakni Sungai Ledo (Kecamatan Ledo) dan Sungai Sebalo (Bengkayang). Namun masyarakat cenderung memanfaatkan jalur darat untuk mengakses kota dan pasar.

Keterisoliran dan Kemiskinan Tantangan Pembangunan Bengkayang


Oleh : KRISANTUS/HUMAS PEMDA

Pertumbuhan ekonomi Bengkayang sejak berdiri sebelas tahun yang lalu hingga kini mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal ini disampaikan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot dalam sambutan akhir tahunnya 31 Desember lalu di Mess Pemda.

Dimana dalam sambutannya, Bupati memaparkan dari beberapa keberhasilan tersebut yaitu aktivitas perekonomian yang menujukan peningkatan yang positif yang ditandai dengan tingkat pertumbuhan pdrb diatas rata-rata 4,5%, yang berdampak pula pada pendapatan perkapita yang mengalami kenaikan rata-rata 13% untuk setiap tahunnya dimana pada tahun 2005 PDRB Perkapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp.6,1 juta rupiah menjadi Rp.10,2 juta rupiah pada tahun 2009 yang lalu. Continue reading

Masyarakat Mesti Jaga Hasil Pembangunan


Oleh : KRISANTUS

Sebelas tahun sejak dimekarkan dari kabupaten Sambas, berbagai hasil pembangunan baik yang bersifat fisik maupun non-fisik di Bengkayang sudah dapat dirasakan masyarakat Bumi Sebalo. Terhadap hasil pembangunan yang telah dicapai tersebut pulalah, Bupati Bengkayang meminta kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga, merawat dan mendayagunakannya semaksimal mungkin.

“Bagaimana cepat maju bila setiap kali hasil pembangunan selalu dirusak,” tegasnya.

Dijelaskannya, untuk membangun sebuah daerah bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kerja keras dari semua pihak, serta tak lepas dari besarnya anggaran yang dikeluarkan. Jadi ketika masyarakat tidak menjaganya, maka yang merasakan kerugiannya adalah masyarakat Bengkayang secara keseluruhan.

Disamping menghimbau agar warganya mampu menjaga setiap hasil pembangunan, Gidot juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Bengkayang dimana selama ini telah mampu menjaga situasi kondusif didaerah. Hal ini, menurutnya memberikan efek yang cukup besar dalam percepatan pembangunan di Bengkayang, salah satunya adalah ketertarikan investor untuk menanamkan modalnya di Bengkayang.

“Sikap seperti inilah yang kita inginkan bersama,” tandasnya.