Pemda Bengkayang Diminta Cari Solusi Terkait Pemasaran Bidai


Oleh : KRISANTUS

Kerajinan Tikar Bidai menjadi salah satu komoditi industri yang dapat diandalkan daerah ini bila dikelola dengan baik, namun setakat ini pemberdayaan terhadap kerajinan ini masih minim. Hal ini diungkapkan salah seorang pengrajin Bidai asal Seluas, Attah Lazarus yang meminta agar Pemda Bengkayang dapat mencari solusi dalam memberdayakan para pengrajin Bidai terutama terkait sulitnya memasarkan bidai di Indonesia (Bengkayang).

Rotan merupakan bahan baku utama Tikar Bidai disamping Tali Tuhup

Menurut Lazarus, kesulitan tersebut disebabkan beberapa hal, diantaranya minat beli masyarakat yang rendah serta harga yang cenderung rendah sehingga keuntungan yang diperolehpun tidak mampu menutup biaya produksi yang dikeluarkan. Selama ini, hampir setiap bidai yang dibuat pengrajin di Seluas dan Jagoi Babang selalu dipasarkan di Serikin Malaysia sebagai akibat mudahnya pemasaran serta harga yang lumayan tinggi. Lazarus mengatakan untuk ukuran 4×6 feet harganya RM.55, ukuran 5×7=RM.80, ukuran 6×9=RM.120-125, ukuran 7×8=RM.120-125 dan untuk ukuran 7×10 feet harganya RM.160.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkayang, M. Syarief Rahman mengatakan sejauh ini Pemda Bengkayang menempatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bengkayang sebagai wadah untuk menampung kerajinan tersebut kemudian dipasarkan. Hanya saja, diakuinya tikar bidai yang ditampung jarang sekali terjual akibat harga yang menurut anggapan masyarakat cukup tinggi. Sementara, para pengrajin biasanya mematok harga sesuai dengan nilai yang diperoleh ketika dipasarkan ke Serikin, Malaysia. Selain ditampung melalui Dekranasda, hasil kerajinan Bidai juga dipromosikan oleh Pemerintah melalui berbagai event, seperti pameran.

SKPD Jangan Hanya Buat Laporan Diatas Meja


Oleh : KRISANTUS

Bupati Bengkayang, SURYADMAN GIDOT menekankan kepada seluruh pimpinan SKPD yang ada di Bengkayang agar mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, tidak hanya sebatas membuat laporan diatas meja tanpa terjun langsung kelapangan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal ini diungkapkannya pada saat melantik Camat Bengkayang, Yustinus Kancil dan Camat Tujuh Belas, Frans Ahu, Kamis (16/12) lalu di Kantor Kecamatan masing-masing.

Camat merupakan bagian dari Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kecamatan. Karena berhubungan langsung dengan masyarakatnya, Gidot meminta agar lebih peka terhadap permasalahan yang dihadapi mereka. Camat semestinya tidak begitu saja mempercayai laporan yang diberikan bawahannya terkait perkembangan wilayah yang dipimpinnya tanpa melihat dan mendengarkan langsung di lapangan sehingga tidak ada istilah lagi laporan tersebut bersifat ABS (Asal Bapak Senang).

Dalam menunjang percepatan pembangunan, Bupati mengingatkan agar para Camat maupun SKPD yang ada tidak malu bertanya guna mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, Ia juga mengharapkan agar para pegawai dilingkungan Pemda Bengkayang, termasuk di Kecamatan agar terus meningkatkan kedisiplinan kerja serta team work yang baik. Team work ini penting demi mendapatkan sebuah hasil kerja yang maksimal bagi masyarakat. Adanya laporan warga bila Camat dengan Sekretarisnya tidak terbuka atau antara Camat dengan Kasi-nya diharapkan agar tidak terdengar lagi. Semua elemen mestinya saling mendukung satu sama lain.

Dukungan Pemda dan Masyarakat Kembangkan BPD Kalbar Cabang Bengkayang


Oleh : KRISANTUS

Setelah berkiprah selama 21 tahun (1989), Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalbar, Cabang Bengkayang terus mengalami kemajuan. Semua itu tidak terlepas dari dukungan yang diberikan masyarakat (nasabah) serta Pemda Bengkayang yang telah mempercayakan Bank milik daerah ini untuk menjadi mitra mereka dalam mendukung pembangunan didaerah ini. Hal ini diungkapkan langsung Kepala Cabang BPD Kalbar Cabang Bengkayang, Heryandi, SE saat ditemui, Jumat (17/12) diruang kerjanya.

Dimana hal itu juga disampaikannya pada saat diadakan Event Business Gathering (pertemuan bisnis) di Hotel Lala Golden, Bengkayang, Kamis (16/12) yang dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Kepala SKPD, Kapolres, Danki Yonif 641 Beruang Hitam, Ketua Asosiasi, Kontraktor, Tokoh Masyarakat, Nasabah Mitra Utama Bank Kalbar Bengkayang, serta unsur pimpinan Bank Kalbar, Samsir Ismail (Dirut Bank Kalbar) dan Musafir (Kadiv. Kredit Bank Kalbar).

Dijelaskannya, Continue reading

Pengajuan Kantor Desa Tiga Berkat Mentok di Musrenbang


Oleh : KRISANTUS

Sejak ditetapkan sebagai Kepala Desa tiga tahun yang lalu (2007), Alan, tidak pernah merasakan enaknya berkantor di Kantor Desa. Sehingga mau tidak mau, dalam kurun waktu tersebut, Alan harus memanfaatkan kediaman pribadinya sebagai Kantor sementara dalam menangani keperluan administrasi masyarakatnya.

“Pengajuan pembangunan kantor desa itu sudah sering dilakukan, terutama ketika Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), namun pengajuan itu bagai menyodorkan kertas kosong. Selalu mentok disitu,” ungkap Kepala Desa Tiga Berkat tersebut.

Mengingat kondisi itupula, kedepannya Ia mengaku akan berupaya dengan mengajukan langsung pembangunan Kantor Desa tersebut langsung ke Instansi yang menangani pemerintahan desa dan berharap dapat diperhatikan. Desa Tiga Berkat merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Lumar, memiliki empat dusun, Dusun Sibol, Lumar, Madi dan Mabak. Adapun tak tersedianya Kantor Desa pada desa tersebut disebabkan karena kantor desa yang lama yang terletak didusun Mabak terbakar, satu tahun menjelang Pilkades, dimana hingga kini belum mampu diungkap oleh aparat kepolisian penyebab kebakarannya.

APKL dan Pemda Bengkayang Bagikan 40 Gerobak


Oleh : KRISANTUS

Lurah Bumi Emas (tengah) berfose dengan PKL pada penyerahan bantuan 40 Gerobak

Sebagai UPAYA memberdayakan UMK serta menambah gairah usaha bagi pengelut Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL) daerah ini, Rabu (15/12) kemarin, Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Bengkayang secara resmi menyerahkan bantuan berupa gerobak kepada para PKL. Adapun gerobak yang diserahkan tersebut secara keseluruhan berjumlah 40 buah. Keberadaan gerobak itu juga tak terlepas dari campur tangan yang diberikan Pemda Bengkayang, dalam hal ini Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) yang telah menyisihkan anggaran 2010 ini untuk membantu pembiayaan pembuatan gerobak, tentunya tak secara keseluruhan. Peran penting juga telah diberikan pihak Kelurahan Bumi Emas yang memperlancar proses pengadaan gerobak tersebut.

Para PKL mengelilingi pasar untuk menunjukkan kepada masyarakat lain atas bantuan yang telah diberikan APKL dan Pemda Bengkayang

“Bantuan gerobak ini merupakan yang perdana kita lakukan, dan berharap pada tahap kedua nanti akan disediakan sekitar 70 gerobak lagi bagi para PKL,” sebut Ketua APKL Bengkayang, Dirham HS.,saat mendampingi 40 PKL berkeliling pasar Bengkayang sambil menampilkan gerobak baru mereka.

Menurutnya, para PKL yang mendapatkan bantuan tersebut merupakan PKL yang sudah terdaftar sebagai anggota APKL Bengkayang. APKL daerah ini secara resmi berdiri sejak 21 Maret 2005 lalu. Hingga kini, mereka yang tergabung dalam organisasi itu berjumlah kurang lebih 500-an orang, yang berasal dari pedagang aksesoris, buah-buahan, makanan, dll dan tersebar diseluruh pasar yang ada di Bengkayang, termasuk di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Lebih lanjut, Dirham menyebutkan, penyerahan bantuan tersebut secara resmi telah dilakukan pada saat peresmian pasar tradisional di Kecamatan Samalantan, Rabu (8/12), dimana penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot.

“Dengan bantuan ini kita berharap agar para taraf kesejahteraan pelaku ekonomi seperti PKL dapat meningkat, selain itu, kita juga berharap agar dengan bantuan ini dapat memberikan berbagai dampak positif seperti terbukanya lapangan kerja, sumber pemasukan daerah serta lancarnya perputaran uang di Masyarakat,” timpal Lurah Bumi Emas, Eduardus Ason.

Bengkayang

Lurah Kelurahan Bumi Emas Bengkayang

Dikatakannya, program kerja yang dilakukan APKL ini merupakan sesuatu yang positif, apalagi dengan keberadaan para pedagang ini nantinya kondisi pasar Bengkayang diharapkan terus hidup. Sebagai perpanjangan Pemerintah ditingkat kelurahan, Ason mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar dapat memberdayakan masyarakat seperti para PKL itu demi menunjang pembangunan daerah.

Sementara, mendapat bantuan tersebut,baik Junaidi maupun Along, PKL yang setiap malamnya setia berjualan minuman, rokok, dan makanan ringan itu mengaku senang atas kepedulian yang diberikan kepada mereka, baik dari APKL maupun Pemda Bengkayang.

“Kami senang atas perhatian yang diberikan kepada kami dan berharap dengan bantuan ini usaha kami semakin berkembang,” tandas Along.

*Rayakan HUT Ke-XI. DWP Berperan Besar Dalam Pembangunan Daerah


Oleh : KRISANTUS

Seiring berjalannya waktu, kini organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bengkayang sudah menginjak usia yang ke-XI pada 13 Nopember 2010 sejak berdirinya daerah hasil pemekaran kabupaten Sambas tahun 27 April 1999 ini. Dengan semakin bertambahnya usia tersebut, peran yang diberikan organisasi ini tidak bisa dipandang rendah, justru peranan organisasi inilah sebagai penyokong penting dari penyelenggaraan pemerintahan daerah ini.

DWP Bengkayang

Ketua DWP Bengkayang, Anastasia Maria Anyim saat menyerahkan Piala bagi pemenang lomba membuat nasi tumpeng pada HUT DWP Bengkayang ke-XI

DWP merupakan organisasi wanita yang anggotanya berasal dari istri para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tanpa mereka, kinerja pemerintahan pasti akan terhambat karena tak dipungkiri banyak hal yang telah dilakukan mereka dalam mendukung kinerja para suami. Oleh karena itu, berkaitan dengan bertambahnya usia DWP Bengkayang ini, Ketua DWP Bengkayang, Anastasia Maria Anyim meminta agar anggotanya dapat menunjukkan peran mereka dalam mendukung pembangunan di Bengkayang.

“Anggota DWP Kabupaten Bengkayang lebih giat lagi fokus ke organsiasi sesuai dengan seksi-seksinya masing-masing. Bekerjalah sesuai dengan Continue reading

Kaji Ulang Konversi MITA ke LPG di Bengkayang


Oleh : KRISANTUS

Kebijakan pemerintah bagi masyarakat atas konversi Minyak Tanah (Mita) ke Tabung Gas (LPG) 3 Kg di Kabupaten Bengkayang semestinya butuh kajian mendalam. Sebab, kondisi setiap daerah, apalagi diluar pulau Jawa tidaklah sama.

“Jangan samakan Bengkayang dengan daerah-daerah di Pulau Jawa yang sebagian besar lebih maju,” ungkap Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB) di Pontianak, Hendro Kamseno, Selasa (14/12) di Pontianak. Disebutkannya, dari 17 Kecamatan yang ada, sebagian wilayahnya (Desa) yang belum terjangkau dengan infrastruktur yang memadai, seperti akses transportasi. Dari 17 Kecamatan itupula, tiga diantaranya, yakni Siding, Suti Semarang dan Lembah Bawang belum terjangkau pelayanan listrik negara.

“Belum lagi jika dikaitkan dengan tingkat pendidikan, tingkat ekonomi ataupun pekerjaan utama masyarakatnya,” terang Hendro. Akibat kondisi tersebut, Continue reading