Cornelis Kukuhkan Kepengurusan DAD Bengkayang


Oleh : KRISANTUS

Meski Ketua DAD Bengkayang periode 2010-2014 terpilih pada 16 Januari kemudian penetapan Kepengurusannya pada 26 Januari lalu,pengukuhan kepengurusan baru dilaksanakan pada kemarin, Sabtu 18 Desember 2010. Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Ketua DAD Kalbar, Cornelis, pada Sabtu (18/12) di Aula Paroki Bengkayang.Pengukuhan ini dilaksanakan sekaligus membuka Rapat Kerja Adat (Rakerdat) DAD Bengkayang oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot.

Baik acara pengukuhan maupun Rakerdat, keduanya dibuka dengan diadakannya upacara adat “Nyabul Adup”, adat dari Dayak Bakati’ Binua Palayo yang mana bertindak sebagai Panyangahatn, yakni Gubang. Pengukuhan tersebut ditandai dengan Penyematan Mahkota yang terbuat dari Burung Enggang oleh Ketua Umum DAD Kalbar, Cornelis kepada Kristianus Anyim.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Ketua Panitia Rakerdat, Yakobus Niron, kegiatan itu dihadiri Continue reading

Pemda Bengkayang Diminta Cari Solusi Terkait Pemasaran Bidai


Oleh : KRISANTUS

Kerajinan Tikar Bidai menjadi salah satu komoditi industri yang dapat diandalkan daerah ini bila dikelola dengan baik, namun setakat ini pemberdayaan terhadap kerajinan ini masih minim. Hal ini diungkapkan salah seorang pengrajin Bidai asal Seluas, Attah Lazarus yang meminta agar Pemda Bengkayang dapat mencari solusi dalam memberdayakan para pengrajin Bidai terutama terkait sulitnya memasarkan bidai di Indonesia (Bengkayang).

Rotan merupakan bahan baku utama Tikar Bidai disamping Tali Tuhup

Menurut Lazarus, kesulitan tersebut disebabkan beberapa hal, diantaranya minat beli masyarakat yang rendah serta harga yang cenderung rendah sehingga keuntungan yang diperolehpun tidak mampu menutup biaya produksi yang dikeluarkan. Selama ini, hampir setiap bidai yang dibuat pengrajin di Seluas dan Jagoi Babang selalu dipasarkan di Serikin Malaysia sebagai akibat mudahnya pemasaran serta harga yang lumayan tinggi. Lazarus mengatakan untuk ukuran 4×6 feet harganya RM.55, ukuran 5×7=RM.80, ukuran 6×9=RM.120-125, ukuran 7×8=RM.120-125 dan untuk ukuran 7×10 feet harganya RM.160.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkayang, M. Syarief Rahman mengatakan sejauh ini Pemda Bengkayang menempatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bengkayang sebagai wadah untuk menampung kerajinan tersebut kemudian dipasarkan. Hanya saja, diakuinya tikar bidai yang ditampung jarang sekali terjual akibat harga yang menurut anggapan masyarakat cukup tinggi. Sementara, para pengrajin biasanya mematok harga sesuai dengan nilai yang diperoleh ketika dipasarkan ke Serikin, Malaysia. Selain ditampung melalui Dekranasda, hasil kerajinan Bidai juga dipromosikan oleh Pemerintah melalui berbagai event, seperti pameran.

SKPD Jangan Hanya Buat Laporan Diatas Meja


Oleh : KRISANTUS

Bupati Bengkayang, SURYADMAN GIDOT menekankan kepada seluruh pimpinan SKPD yang ada di Bengkayang agar mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, tidak hanya sebatas membuat laporan diatas meja tanpa terjun langsung kelapangan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal ini diungkapkannya pada saat melantik Camat Bengkayang, Yustinus Kancil dan Camat Tujuh Belas, Frans Ahu, Kamis (16/12) lalu di Kantor Kecamatan masing-masing.

Camat merupakan bagian dari Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kecamatan. Karena berhubungan langsung dengan masyarakatnya, Gidot meminta agar lebih peka terhadap permasalahan yang dihadapi mereka. Camat semestinya tidak begitu saja mempercayai laporan yang diberikan bawahannya terkait perkembangan wilayah yang dipimpinnya tanpa melihat dan mendengarkan langsung di lapangan sehingga tidak ada istilah lagi laporan tersebut bersifat ABS (Asal Bapak Senang).

Dalam menunjang percepatan pembangunan, Bupati mengingatkan agar para Camat maupun SKPD yang ada tidak malu bertanya guna mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, Ia juga mengharapkan agar para pegawai dilingkungan Pemda Bengkayang, termasuk di Kecamatan agar terus meningkatkan kedisiplinan kerja serta team work yang baik. Team work ini penting demi mendapatkan sebuah hasil kerja yang maksimal bagi masyarakat. Adanya laporan warga bila Camat dengan Sekretarisnya tidak terbuka atau antara Camat dengan Kasi-nya diharapkan agar tidak terdengar lagi. Semua elemen mestinya saling mendukung satu sama lain.