Tes Keperawanan Vs Test Urine Anggota DPRD


Oleh : KRISANTUS

Bila beberapa waktu lalu, ada oknum anggota DPRD yang mencetuskan ide perlunya test keperawanan bagi siswi sekolah, kali ini, secara khusus Kepala Desa Kelayu, Kecamatan Suti Semarang, Bengkayang, Markus B., Senin (13/12) mencetuskan usulan bila perlu juga dilakukan uji kesehatan terutama mengingat kejadian terjaringnya tiga anggota DPRD Kabupaten Pontianak dalam razia narkotika oleh jajaran Polda Kalbar, Sabtu (11/12) lalu.

“Hal ini dimaksud guna menghindari adanya anggota Dewan yang terlibat Narkoba sebab mereka adalah panutan rakyat,” ungkap Markus.

Uji kesehatan yang paling sederhana menurutnya adalah dengan melakukan uji urine masing-masing anggota Dewan, tidak hanya Dewan Bengkayang tetapi anggota DPRD secara keseluruhan. Ide yang diungkapkannya ini sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah. Ditanya hal ini, Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB), Hendro Kamseno mengungkapkan dirinya menyambut baik hal tersebut. Dimana hal itu dilandasi dengan tugas dan tanggungjawab yang dimiliki oleh anggota DPRD merupakan amanah rakyat.

“Bila wakil rakyatnya mengkonsumsi obat-obat terlarang, bagaimana nasib rakyat yang telah mempercayai mereka untuk memperjuangkan aspirasinya?,” katanya dengan nada Tanya. Gagasan dilakukannya test urine bagi anggota DPRD, khususnya DPRD Bengkayang merupakan sesuatu yang positif dan tidak perlu ditakuti. Menurutnya, bila ini (test kesehatan) ini dilaksanakan secara kontinyu, kedepannya diharapkan DPRD Bengkayang dapat menjadi contoh yang baik bagi daerah lain.

Gelar Operasi Zebra, Kesadaran Pengendara Masih Rendah


Oleh : KRISANTUS

Polres Bengkayang

Kanit Patroli Satlantas Bengkayang

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru serta persiapan sebelum digelarnya Operasi Lilin, Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang sejak 1 Desember hingga 20 Desember mendatang menggelar operasi Zebra. Operasi Zebra ini bertujuan menekan angka kecelakaan, memperlancar arus lalulintas, menertibkan angkutan umum maupun pengendara sepeda motor serta meminimalisir kejadian Ranmor. Memasuki hari ke-13, Senin (13/12), Kanit Patroli Satlantas Polres Bengkayang, Bripka Tukidjan mengatakan sejauh ini pihaknya telah menggelar Operasi Zebra pada tiga titik.

“Titik pertama digelar di depan Mapolres, Titik Kedua di Depan Pos Lantas yang terletak di tengah pasar Bengkayang dan hari ini di Jalan Bengkayang-Teriak,” terang Tukidjan.

Sejak digelarnya operasi tersebut, Tukidjan menyebutkan pihaknya masih banyak menemukan para pengendara yang tidak melengkapi dirinya dengan kelengkapan administrasi yang semestinya digunakan saat mengendarai kendaraan seperti STNK maupun SIM. Selain kelengkapan administrasi itu, kesadaran pengendara masih rendah dalam mematuhi aturan berkendaraan, seperti kendaraan (Sepmot) yang tak dipasangkan kaca spion, lampu kendaraan tak dihidupkan.

“Selain itu, dihimbaukan kepada pengendara angkutan umum agar jangan menurunkan/menaikkan penumpang tidak pada tempatnya,” pintanya.

Disebutkannya, operasi Zebra yang digelar di Jalan Bengkayang-Teriak, Senin (13/12) dimulai pukul 09:00 WIB hingga 11:30 WIB. Operasi menempatkan 10 personil, 8 personil Satlantas dan 2 Personil Provost dan ditunjang 1 Unit Mobil Patroli dan 1 Sepeda Motor. Operasi Zebra ini akan dilanjutkan dengan Operasi Lilin yang dimulai 21 Desember.

PKK Bengkayang Bantu Pengrajin di Lima Kecamatan.


Oleh : KRISANTUS

Semenjak 10 Agustus lalu hingga sekarang, sudah beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Bengkayang. Dan saat ini baru lima kecamatan yang dapat dirangkul untuk mengembangkan produk pada masing-masing kecamatan seperti Lumar, Seluas, Jagoi Babang, Sungai Raya Kepulauan, dan Sanggau Ledo.

“Beberapa waktu lalu kami ke Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepuluan untuk membantu pengrajin disana. Mereka membuat manisan rumput laut dan pala. Selama ini mereka kesulitan untuk memasarkannya. Oleh karena itu, kami memfasilitasi mereka dengan membelinya dan menjualnya kembali dengan maksud produk mereka dapat lebih dikenal oleh masyarakat di luar Kabupaten Bengkayang,” jelas Sekretaris PKK Bengkayang, Sesilia Ones di Kantor Bupati, Jumat (10/12).

Ones mengatakan, di Sungai Keran juga memiliki potensi, yakni Continue reading

Penerimaan CPNS, Utamakan SDM Setempat


Oleh : KRISANTUS

Proses perekrutan CPNS 2010/2011 di Bengkayang kini telah melewati beberapa tahapan, termasuk test tertulis. Saat ini dua ribuan pelamar sedang berharap-harap cemas menunggu pengumuman hasil test yang tentunya akan berpengaruh pada jalan hidup mereka kedepannya.

“Sebagai pelamar, saya berharap agar Pemda Bengkayang lebih mengutamakan Sumber Daya Manusia (SDM) setempat, tentunya SDM yang memiliki kemampuan,” ungkap salah seorang pelamar, Yupentius Piter Tomo, Minggu (12/12) di Bengkayang.

Menurut pria yang saat itu mengaku melamar pada posisi Analis Kepegawaian tersebut, pentingnya hal itu diperhatikan Pemda setempat mengingat saat ini SDM Bengkayang tidak kalah kualitas dengan SDM dari luar daerah. Bahkan salah satu keuntungan dengan memberdayakan SDM setempat, katanya, adalah pemahaman terhadap lingkungan kerja didaerah ini.
Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB) di Pontianak, Wardi, S.Si, menyebutkan dengan memperhatikan SDM setempat, hal tersebut akan mampu menunjukkan kepercayaan Pemda Bengkayang terhadap kualitas SDM daerah.

“Berikan kesempatan bagi SDM setempat untuk berperan serta dalam pembangunan daerah ini melalui jalur pemerintahan, namun tetap selektif,” pintanya. Sebelumnya, Ketua LSM Lumbung Pemuda Peduli Kabupaten Bengkayang (LPPKB), Andri Froniko, mengharapkan dalam proses penerimaan CPNS ini, Pemda Bengkayang melalui Panitia yang menangani dapat berlaku sesuai prosedur, sehingga diperoleh para lulusan yang benar-benar murni.

Biasakan Pola Hidup Bersih


Oleh : KRISANTUS

Menciptakan lingkungan yang bersih ditengah kehidupan social masyarakat yang beragam bukanlah sesuatu hal yang mudah. Perlu pemahaman semua pihak terutama dalam membiasakan pola hidup bersih. Demikian kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Heru Pudjiono beberapa waktu lalu diruang kerjanya.

“Pengetahuan positif belum tentu menunjukkan sikap atau perilaku yang positif,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pengetahuan seseorang terhadap bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat lingkungan yang kotor dan tidak terjaga belum tentu mempengaruhi sikap seseorang tersebut agar bisa berperilaku hidup bersih. Menurutnya, guna membiasakan pola hidup bersih dalam masyarakat tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu yang singkat. Oleh karena itu, Ia berpendapat bahwa dalam menanamkan pola, sikap dan perilaku tersebut perlu dilakukan sejak dini.

“Hal itu penting, karena apabila kesadaran akan hidup bersih itu ditanamkan sejak dini, kedepannya generasi muda dapat menjaga lingkungan mereka,” tandas Heru.