Dekranasda Bengkayang Gelar Pasar Murah


Oleh : KRISANTUS

Menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru kali ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bengkayang bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bengkayang, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan mengadakan pasar murah di Kecamatan Seluas.

“Pasar murah tersebut diadakan, Sabtu (11/12) ini dan dipusatkan di SMAN 1 Kecamatan Seluas,” terang Kadis Perindag, M. Syarief Rahman, Kamis (9/12) di ruang kerjanya. Pasar murah itu diselenggarakan sebagai salah satu upaya menanggulangi adanya kenaikan harga sembako menjelang hari raya tersebut. Disebutkannya, pada saat pasar Murah pihaknya akan membagikan 500 paket sembako dengan nilai Rp.110 ribu namun akan dijual dengan harga Rp.50 ribu.

“Setiap paket berisi 5 Kg beras, Mentega 1 Kg, Gula Pasir 2 Kg, Sirup Marjan 1 botol dan susu 1 Kaleng,” sebut Syarief Rahman. Selain mengadakan pasar murah, pada kesempatan itu juga akan diadakan pengobatan gratis, sunatan massal (Dinke dan IDI), penyuluhan bagi anak usia sekolah (Dinsosnakertrans), bantuan bibit (Dinas Pertanian) dan makan telur di Seluas (Makluas).

“Kita berharap dengan diadakan pasar murah dan kegiatan sosial ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu,” tandasnya.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Mulai Naik


Oleh : KRISANTUS

Kurang tiga minggu menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Bengkayang mulai merangkak naik. Meski belum terlalu signifikan, namun dampaknya sudah terasa dimana harga yang diberikan para pengecer kepada konsumen tidak seperti biasanya pada harga normal.

“Akibat kenaikan harga Sembako tersebut, harga yang saya jual kembali rata-rata dinaikkan antara Rp.1.000-Rp.Rp.1.800,” ungkap Pemilik Warung Kelontong, Marius, Kamis (9/12) dikediamannya.

Ia menyebutkan, kenaikan harga Sembako terjadi pada harga Telur, Minyak Goreng, Bawang Merah dan Bawang Putih. Termasuk sayur-sayuran, kecuali Timun semua mengalami kenaikan harga.

Khusus harga telur, Marius mengatakan terjadi kenaikan harga sebesar Rp.3000-3.500/Kg dari sebelumnya Rp.15.000-Rp.15.500/Kg menjadi Rp.18.000-Rp.18.500,-. sehingga dirinya menjual ke konsumen dengan harga Rp.20.000/Kg. Untuk harga Gula Pasir, dari harga cenderung stabil, dimana saat ini harga masih berkisar Rp.8.800/Kg dan dijual kekonsumen dengan harga Rp.10.000,-. Untuk harga Minyak Goreng saat ini harganya Rp.11.000, naik Rp.1000 dari sebelumnya, dengan harga tersebut, Marius menjual ke konsumen dengan harga Rp.12.000,-. Sementara untuk harga bawang merah dan bawang putih masing-masing naik menjadi Rp.28.000 dan Rp.26.000,-.

“Biasanya kenaikan harga tergantung dengan harga yang diberikan agen pemasok,” terang Marius.

Ia berharap kenaikan harga Sembako tidak berlangsung lama, karena dengan adanya kenaikan harga tersebut dapat membuat daya beli masyarakat menurun.

“Kenaikan harga tidak hanya berdampak bagi konsumen, tetapi juga bagi kami pengecer, karena daya beli konsumen berkurang, praktis barang yang ada akan lama terjual,” tandasnya.