PERPRES NOMOR 54 TAHUN 2010


    PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 54 TAHUN 2010
    TENTANG
    PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
a. bahwa Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang efisien, terbuka dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan Barang/Jasa yang terjangkau dan berkualitas, sehingga akan berdampak pada
peningkatan pelayanan publik;

b. bahwa untuk mewujudkan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu pengaturan mengenai tata cara Pengadaan Barang/Jasa yang sederhana, jelas dan komprehensif, sesuai dengan tata kelola yang baik, sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif bagi para pihak yang terkait dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Continue reading

Tarif Parkir Motor Rp.500 Bukan Rp.1.000


Oleh : KRISANTUS

Aktivitas masyarakat di Kota Bengkayang, semakin hari semakin ramai. Keadaan pasar terlihat lebih hidup akibat transaksi yang dilakukan antara pembeli dan pedagang. Akibat aktivitas ekonomi yang hidup tersebut, kondisi ekonomi masyarakatpun mengalami perubahan. Saat ini, terpantau setiap harinya, masyarakat yang datang kepasar sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor). Itu sebagai nilai positif dari perkembangan yang terjadi.

Krisantus

Juru Parkir Tolong Jaga Helm Ku

Ramainya masyarakat yang datang ke pasar menggunakan Sepeda Motor dan Mobil menjadi berkah tersendiri bagi para Juru Parkir (Jukir). Keuntungan dari mengatur letak kendaraan masyarakat itu setidaknya mampu membuat mereka bertahan hidup menjadi lebih baik.

Akan tetapi satu hal yang sangat disayangkan adalah, para Jukir terkadang tidak menghargai para pengendara, khususnya sepeda motor. Hal ini terkait biaya parkir yang ditarik mereka kepada pengendara. Meski nilainya kecil, namun tarif parkir yang seharusnya Rp.500 selalu dipungut Rp.1.000. Jarang sekali dikembalikan uang pengendara ketika diserahkan uang Rp.1.000. Bahkan pernah dialami wartawan ini ketika mencoba menyerahkan uang Rp.500 kepada Jukir disalah satu sudut pasar Bengkayang, tetapi ditolaknya dengan maksud meminta uang tersebut ditambah Rp.500 lagi. Tidak menjadi permasalahan besar bagi pengendara, tetapi hal tersebut telah melanggar aturan.

“Sama dengan ditempat lain di Kalbar, Sesuai Perda yang berlaku, tarif parkir untuk roda empat keatas adalah Rp.1000 sedangkan bagi kendaraan roda dua (sepeda motor), tarif parkir yang berlaku adalah Rp.500,” terang Kepala Bidang Angkutan Darat Dishubtel Bengkayang, P. Yudha S., saat dikonfirmasi, Selasa (28/12).

Yudha mengakui keadaan yang terjadi dilapangan bertolak belakang. Untuk tarif sepeda motor biasanya para Jukir mengambil pungutan Rp.1000. Dari kejadian dilapangan itu, Yudha menyebutkan tarif tersebut diberlakukan para Jukir dengan alasan tidak ada uang kecil untuk uang kembalian. Alasan klasik.

Terhadap permasalahan ini, Yudha menyebutkan kesulitan mendapatkan data yang dibutuhkan terkait permasalahan yang terjadi dilapangan karena sesuai dengan Perda yang dimaksud, kewenangan tentang parkir dilimpahkan ke masing-masing kecamatan.

Berdasarkan pantauan dilapangan, keberadaan parkir di Pasar Bengkayang terdapat hampir disemua sudut pasar, mulai dari Jalan Jeranding AR, Tabrani, Pasar Tengah, Ngura, Migang, dan hampir semua Jukir menarik biaya kepada pengendara sebesar Rp.1000.

Optimis Timnas Mampu Kalahkan Malaysia


Oleh : KRISANTUS

Logo AFF Cup 2010

Euforia kemenangan yang berhasil dicapai Timnas PSSI Indonesia pada ajang AFF 2010 hingga melaju pada babak final tersentak oleh kekalahan yang diderita pada pertandingan final Leg I di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 26 Desember lalu. Kekalahan dengan skor mencolok, yakni dengan skor 3-0 tersebut memang sangat menyakitkan jutaan pendukung Timnas, tetapi hal itu bukanlah akhir dari segalanya karena masih ada 90 menit yang harus dilakoni kedua tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Saya yakin Timnas PSSI mampu kalahkan Timnas Malaysia pada pertandingan besok (sore ini di RCTI),” ungkap Ketua DPRD Bengkayang, Sebastianus Darwis, Selasa (28/12) di Bengkayang ketika diminta mengomentari peluang yang dimiliki Timnas saat ini.

Krisantus

Garuda Kebanggaanku

Kekalahan dengan skor 3-0 diakuinya membuat peluang Timnas sangat tipis guna menjuarai Piala AFF 2010 atau untuk yang pertama kalinya. Tetapi, Darwis yakin peluang tersebut masih ada. Ia yakin, dengan kualitas pemain dilihat dari segi tekhnis, fisik, kerjasama tim, mental akan mampu berbuat banyak pada pertandingan Leg II. Apalagi dengan kehadiran pelatih asal Austria, Alfred Riedl, yang terkenal disiplin itu, Darwis mengaku dukungan terhadap Timnas besok tidak akan berkurang.

“Saya optimis Timnas akan mampu mencetak minimal 3 gol kegawang Malaysia besok,” sebutnya memberikan prediksi.

Optimisme tinggi juga keluar dari pengakuan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, berpegang pada filosofi, Bola Itu Bundar, dimana skor akhir masih bisa ditentukan oleh permainan kedua tim, Ia pun menyakini segala sesuatu dapat terjadi selama 90 menit pertandingan antara Timnas besok.

“Jika pada pertandingan penyisihan Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dengan skor 5-1, kenapa pada pertandingan besok hal yang sama tak bisa diraih. Oleh karena itu, saya yakin peluang Timnas masih besar,” komentarnya.

Krisantus

Skuad "Garuda" Pada Ajang AFF Cup 2010

Selain itu, Gidot juga berharap, pemain ke-12 Timnas akan memainkan peranan mereka dengan baik dengan memberikan semangat kepada para pemain, sebab dengan dukungan dari para supporter itulah diharapkan semakin melecut semangat juang para pemain serta memberikan tekanan kepada pihak lawan.

Kemenangan dan keberhasilan hingga mencapai babak final menjadi sesuatu yang perlu disyukuri. Menurut Ketua Harian PSSI Bengkayang, Tarmizi, prestasi yang dicapai Timnas tersebut pada sisi lain akan mampu membangkitkan motivasi para insan sepakbola ditanah air, termasuk bagi Bengkayang agar terus berprestasi dengan semangat sportivitas yang tinggi pula.

“Prestasi Timnas kita harapkan mampu melecut semangat para insan sepakbola di Bumi Sebalo, mulai dari pemain hingga pengurus agar kedepannya dapat mencapai sebuah prestasi yang cemerlang,” terang pria yang juga anggota KPU Bengkayang tersebut.

Krisantus

My Idol Irfan Bachdim

Ungkapan itu diumbarnya mengingat prestasi sepakbola Bengkayang yang sangat melorot sejak beberapa tahun silam. Padahal pada awal keberadaannya, Persibeng (Persatuan Sepakbola Bengkayang) cukup disegani oleh daerah lain di Kalbar. Terakhir kali Persibeng meraih trophy empat tahun lalu (2006) diajang Porprop, itupun hanya meraih posisi ke-3. Kebangkitan PSSI kali ini dikatakannya menjadi sebuah pelajaran bagi Persibeng akan kejayaan sepakbola daerah ini seperti yang telah dicapai pada tahun 2000 dan 2002 dalam turnamen antar perserikatan. Dimana kala itu, Persibeng selalu menjadi finalis.

“Setelah sempat vakum, mulai 2011 ini, PSSI Bengkayang akan menggelar beberapa ajang kejuaraan guna menunjang prestasi sepakbola Bengkayang kedepan,” kata Tarmizi.

Hal realistis yang akan menjadi agenda PSSI Bengkayang adalah Kejuaraan memperebut Piala Bupati (Umum) dan Wakil Bupati (Khusus Pelajar). Kejuaraan ini pada awal terbentuknya Kabupaten Bengkayang merupakan ajang rutin yang digelar PSSI Bengkayang. Kejuaraan ini terhenti semenjak kepemimpinan Jacobus Luna-Suryadman Gidot pada periode 2005-2010.

Program KBR, Bengkayang Dapat Jatah 33 Desa


Oleh : KRISANTUS

Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu daerah yang menjalankan program Kementerian Kehutanan melalui program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dari 291 Kabupaten seluruh Indonesia yang disebarkan lagi pada 8000 Desa. Seperti yang dipaparkan Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bengkayang, Usman Yahya, Senin (21/12) diruang kerjanya, daerah ini mendapatkan jatah sebanyak 33 Desa yang dilaksanakan secara langsung oleh setiap 33 Kelompok Tani yang telah ditetapkan.

Usman mengatakan, KBR bertujuan menunjang program menanam 1 Miliar Pohon Indonesia Untuk Dunia sebagai upaya rehabilitasi lahan dan hutan di Indonesia.Dimana saat ini masih terdapat sekitar 30 juta luas lahan kritis di Indonesia.

“Saat ini Kabupaten Bengkayang sedang menjalankan program tersebut,” ungkap Usman.

Program yang mulai dijalankan pada akhir September 2010 ini baru dikerjakan oleh 33 Kelompok Tani pada minggu ketiga Oktober. Masing-masing Poktan, mendapatkan dana sebesar Rp.50 juta yang digunakan untuk menanam 50.000 bibit beberapa jenis bibit kayu sesuai dengan kondisi lahan dan potensi daerah. Sementara Mekanisme monitoring nya akan melibatkan Dinas Kehutanan dan UPT di Kemenhut, dalam hal ini BPDAS Kalbar. Monitoring juga lebih mudah karena setiap kebun yang didanai harus disertai letak koordinat kebun pembibitan.

“Jadi tak mungkin fiktif, karena dicatat dan dimonitor langsung,” terangnya.

Usman berharap dengan adanya program ini, kedepannya, selain mempercepat proses rehabilitasi lahan dan hutan, tentunya juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang jauh dari bencana. Untuk diketahui bersama luas hutan Kabupaten Bengkayang (data Dishut Kalbar 2007) adalah 596.415 Ha yang terdiri dari Cagar Alam seluas 4.165 Ha, Taman Nasional seluas 45.200 Ha, Hutan Lindung seluas 43.755 Ha, Hutan Produksi Terbatas seluas 44.900 Ha, Hutan Produksi Tetap seluas 87.700 Ha, Hutan Produksi Konversi seluas 8.295 Ha serta areal penggunaan lain seluas 371.400 Ha.

Open House Natal Sebagai Bentuk Silahturahmi


Oleh : KRISANTUS

Open House Natal yang digelar Bupati, Wakil Bupati serta Sekda Bengkayang pada 25 dan 27 Desember dikediaan masing-masing dimaknai sebagai bentuk silahturahmi langsung dengan seluruh elemen masyarakat di Bengkayang.

“Dengan moment ini (Natal) hubungan antara pihak pemerintah dengan masyarakat semakin dekat,” ungkap Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot. Kedekatan itu menurutnya diharapkan dapat mendukung jalannya roda pembangunan didaerah ini. Dimana dengan terjalinnya hubungan yang baik tersebut akan muncul keterbukaan dan saling percaya terhadap kinerja dan kebutuhan masing-masing elemen.

“Keterbukaan dan saling percaya sangat penting sehingga pembangunan di Bengkayang dapat berjalan seiring dan seimbang,” terangnya.

Gidot : “Pemerintah dan Masyarakat Mesti Tanamkan Sikap Disiplin”


Oleh : KRISANTUS

Menjalankan roda pemerintahan di daerah guna mencapai sebuah keberhasilan bagi seluruh masyarakat tak semudah membalikkan telapak tangan. Melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA) bukan sebuah jaminan. Perlu dukungan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Memadai dalam arti bukan dilihat dari kapasitas semata akan tetapi juga dilihat kemampuan SDM tersebut untuk membangun daerah dengan kerja keras dan semangat kerja yang tinggi serta profesional.

“Untuk mencapai keberhasilan tersebut, perlu dukungan dari semua pihak, baik unsur pemerintah maupun masyarakat,” ungkap Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot ketika wartawan ini mengunjungi kediamannya.

Menurut orang nomor satu di Bumi Sebalo ini, kedua unsur yang dimaksud harus mampu menanamkan sikap kedisiplinan pada diri mereka. Sebab kedisiplinan merupakan kunci yang paling penting guna mencapai keberhasilan dalam sistem pemerintahan. Dalam struktur pemerintahan, apabila sikap tersebut dapat ditanamkan, hal yang akan diperoleh adalah terciptanya pelayanan publik yang baik, minimnya kesalahan-kesalahan kerja, manejemen yang teratur dll. Sementara bagi masyarakat, sikap tersebut akan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri dan memiliki kreativitas tinggi.

“Bengkayang tidak akan maju bila sikap dan nilai positif seperti kedisiplinan tak dimiliki oleh seluruh unsur didaerah ini,” tegas Gidot.

Cornelis Kukuhkan Kepengurusan DAD Bengkayang


Oleh : KRISANTUS

Meski Ketua DAD Bengkayang periode 2010-2014 terpilih pada 16 Januari kemudian penetapan Kepengurusannya pada 26 Januari lalu,pengukuhan kepengurusan baru dilaksanakan pada kemarin, Sabtu 18 Desember 2010. Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Ketua DAD Kalbar, Cornelis, pada Sabtu (18/12) di Aula Paroki Bengkayang.Pengukuhan ini dilaksanakan sekaligus membuka Rapat Kerja Adat (Rakerdat) DAD Bengkayang oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot.

Baik acara pengukuhan maupun Rakerdat, keduanya dibuka dengan diadakannya upacara adat “Nyabul Adup”, adat dari Dayak Bakati’ Binua Palayo yang mana bertindak sebagai Panyangahatn, yakni Gubang. Pengukuhan tersebut ditandai dengan Penyematan Mahkota yang terbuat dari Burung Enggang oleh Ketua Umum DAD Kalbar, Cornelis kepada Kristianus Anyim.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Ketua Panitia Rakerdat, Yakobus Niron, kegiatan itu dihadiri Continue reading