Bupati Tekankan Peningkatan Pelayanan Masyarakat


Oleh : KRISANTUS

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, menekankan agar arah kebijakan belanja daerah pada tahun depan (2011) lebih difokuskan pada peningkatan pelayanan masyarakat. Hal ini dikatakannya ketika menyampaikan Nota Pengantar terhadap Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2010 dihadapan Anggota DPRD serta, serta seluruh jajaran Muspida Bengkayang, Kamis (25/11) di Gedung DPRD.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan mengingat masyarakat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam kehidupan bernegara sehingga pelayanan menjadi prioritas utama pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Bengkayang yang sejahtera, cerdas, sehat, beriman, demokratis dan mandiri dalam keberagaman.

Guna mencapai tantangan tersebut, asas penting yang perlu diperhatikan adalah asas pengelolaan keuangan daerah secara tertib, taat pada aturan perundang-undangan yang berlaku efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan kepatutan serta manfaat bagi masyarakat, yang meliputi pelayanan masyarakat yang diwujudkan dalam pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, infrastruktur transportasi dan fasilitas umum yang layak.

Selain itu, perlunya prioritas anggaran guna membiayai program dan kegiatan SKPD yang berganggungjawab melayani masyarakat secara langsung.

“Setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat pada pengeluaran atas beban APBD jika pengeluaran untuk mendanai pengeluaran tersebut tidak tersedia atau cukup tersedia,” sebutnya lagi.

Agar dapat mendukung terealisasinya target pencapaian kinerja tahun 2011, maka ditetapkan proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah tahun 2011 sebagai berikut, peningkatan Pendapatan ditargetkan sebesar Rp.463.813.822.511. Sementara pada sisi Belanja, dianggarkan sebesar Rp.489.334.076.639. Dimana bila dilihat dari rancangan KUA dan PPAS 2011 terutama pada sisi Pendapatan dan Belanja maka akan terjadi defisit anggaran sebesar Rp.25.520.254.128. Sedangkan dari sisi pembiayaan daerah pada bagian penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA sebesar Rp.36 Miliar, bagian pengeluaran sebesar Rp.10.479.745.872.

“Total pembiayaan tahun anggaran 2011 sebesar Rp.25.520.254.128. Pembiayaan inilah yang menjadi sumber yang digunakan untuk menutup defisit anggaran tahun 2011,” tandasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s