Konversi Gas LPG ke Mita Perlu Dikaji Mendalam


Oleh : KABAG HUMAS BENGKAYANG, YAKOBUS.

Berkaitan dengan adanya opini masyarakat yang menolak konversi minyak tanah ke elpiji sehubungan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh Pertamina maka pada prinsipnya kita menyambut baik rencana konversi tersebut karena hal tersebut merupakan salah satu kebijakan nasional yang patut didukung pelaksanannya didaerah.

Berkaitan dengan itu maka dan mengingat perubahan bahan bakar tersebut bukan hanya berdampak pada efisiensi biaya subsidi yang ditanggung oleh negara tetapi juga berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Hal ini perlu mendapat kajian yang lebih matang karena masyarakat kita terutama di Kabupaten Bengkayang baik dipedesaan maupun perkotaan dan terutama dipinggiran kota keberadaan minyak tanah bukan hanya sebagai bakar untuk kegiatan didapur tetapi juga sebagai satu satunya bahan bakar untuk penerangan dimalam hari. Berkaitan dengan itu maka dalam menerapkan kebijakan konversi tersebut maka perlu dipertimbangkan beberapa hal:

Ketersediaan elpiji dan sistem pelayanan distribusi. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat sebagai bahan bakar elpiji sangat membantu kegiatan dalam rumah tangga, oleh karena itu perlu dipersiapkan terlebih dahulu unit unit penyalur sehingga dapat dipastikan elpiji dapat diperoleh setiap saat dan disemua tempat yang terjangkau oleh masyarakat.

Mengingat bahwa penyebaran pemukiman penduduk sebagian besar berada didaerah pedesaan yang orbitrasi dan aksesnya menuju pasar sangat terbatas, akan berdampak pula pada panjangnya jalur distribusi yang pasti berdampak pada besaran biaya yang ditanggung, oleh karena itu perlu dipikirkan tambahan biaya tersebut apakah menjadi beban pemerintah atau masyarakat pengguna jika menjadi beban masyarakat maka subsidi menjadi salah arah dan salah formulasi.

Minyak tanah disamping digunakan sebagai bahan bakar tetapi juga digunakan sebagai sumber penerang khususnya dibeberapa daerah terutama didaerah pedesaan yang selama ini belum teraliri listrik, lain hal dengan daerah yang telah teraliri listrik. Jika demikian maka perlu alternatif kebijakan lain yang perlu dipertimbangkan dalam rangka konversi minyak tanah ke elpiji sehingga tidak berdampak pada sulitnya masyarakat memperoleh bahan penerangan alternatif.

Dengan beberapa catatan tersebut maka sangat dimaklumi jika terjadi penolakan masyarakat terhadap rencana konversi ini, namun jika dijalankan dengan terintegrasi dengan penyiapan perangkat penunjang maka sangat memungkinkan kedepan konversi ini dilaksanakan tanpa merugikan pihak lain dalam hal ini khususnya masyarakat.

Keluarga Korban Minta Pihak Bus “Puncak” Bertanggungjawab


Oleh : KRISANTUS

Lakalantas yang menimpa Surianto Bateh (29), warga Magmagan Karya, pada Selasa (9/11) lalu diruas jalan Bengkayang-Lumar, tepatnya di Dusun Doyot menyebabkan korban harus menderita cacat seumur hidup. Atas kejadian itu, Surianto Bateh mendapat beberapa jahitan dibagian kepalanya serta tulang kaki kanan patah dan harus menggunakan tongkat agar bisa berdiri.

“ Selain cacat seumur hidup, kami selaku pihak keluarga juga mengalami kerugian materil yang cukup besar, dimana biaya pengobatan Bateh (korban) semua ditanggung oleh pihak keluarga,” ungkap adik Korban, Subarjo (26), Senin (29/11) di Bengkayang.

Subarjo menyebutkan, setelah terjadinya Lakalantas, Continue reading

Togel Bertambah Marak, Polres Bengkayang Dinilai Tutup Mata


Oleh : KRISANTUS

Buku Mimpi

Perjudian dengan cara menebak angka atau Toto Gelap (Togel) di Bengkayang semakin marak. Ibarat jamur yang tumbuh dimusim hujan, peredarannya tidak hanya sebatas di Kota Bengkayang, melainkan juga sudah merambah hingga ke Desa. Kejadian ini sudah berlangsung lama, bahkan selama tahun 2010, belum ada bandar togel didaerah ini yang diamankan pihak kepolisian Bengkayang.

“Maraknya peredaran judi Togel di tengah masyarakat Bengkayang saat ini sebagai akibat dari lemahnya pengawasan yang dilakukan aparat kepolisian setempat,” ungkap Ketua Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Borneo Bengkayang, Zakarias, SH, Senin (29/11) di Bengkayang.

Menurut penilaiannya, kondisi yang terjadi saat ini aparat penegak hukum seolah-olah tidak peduli dengan penyakit masyarakat yang satu ini. Lebih tegas lagi, Zakarias menilai aparat seakan menutup mata dengan maraknya judi togel ditengah masyarakat. Dikatakannya, aparat seharusnya bisa memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan bila ini terus dibiarkan.

“Apa bedanya aktivitas PETI atau Peredaran Minuman Keras dengan Judi Togel, kenapa pengamanannya berbeda?,” tanya Zakarias.

Terkait Judi Togel di Bengkayang, Zakarias berharap agar aparat dapat mengambil tindakan tegas secepatnya, terutama dengan menangkap Bandar judi tersebut. Bahkan Zakarias mengingatkan apabila ditemukan ada Oknum aparat terlibat, agar juga dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Dalam memberikan tindakan, aparat jangan pandang bulu. Bahkan Continue reading

Stepanus Aty : ”Targetkan Hanura Tak Sekedar Partai Pengusung”


Oleh : KRISANTUS

Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Baharudin Nahris (kiri) bersama Ketua DPC Partai Hanura Bengkayang, Stepanus Aty, SE.,MM

Musyawarah Cabang (Muscab) I DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Bengkayang di Aula Pertemuan Indah Mandiri, Bengkayang, Sabtu (27/11) kemarin berhasil menetapkan kembali Stepanus Aty, SE.,MM sebagai Ketua DPC Partai Hanura Bengkayang periode 2010-2015.

Terpilihnya Stepanus Aty ini setelah 8 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 11 PAC yang aktif menentukan pilihannya secara aklamasi kepada pria yang juga anggota DPRD Kalbar tersebut. Delapan PAC yang hadir itu antara lain, PAC Sungai Raya Kepulauan, Monterado, Lembah Bawang, Teriak, Bengkayang, Lumar, Sanggau Ledo dan PAC Tujuh Belas. Sementara 3 PAC lainnya, Ledo, Seluas, Jagoi Babang tidak hadir dengan pemberitahuan. Continue reading

Bupati Tekankan Peningkatan Pelayanan Masyarakat


Oleh : KRISANTUS

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, menekankan agar arah kebijakan belanja daerah pada tahun depan (2011) lebih difokuskan pada peningkatan pelayanan masyarakat. Hal ini dikatakannya ketika menyampaikan Nota Pengantar terhadap Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2010 dihadapan Anggota DPRD serta, serta seluruh jajaran Muspida Bengkayang, Kamis (25/11) di Gedung DPRD. Continue reading

IMKB Desak Bupati Efesienkan Penggunaan Mobdin


Oleh : KRISANTUS

Terkait masih adanya Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) yang belum ditunjang dengan fasilitas memadai guna menunjang kinerja struktur tersebut, seperti mobil dinas, sementara disatu sisi adanya lembaga daerah ini yang memiliki lebih dari satu unit Mobil Dinas (Mobdin), Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB) di Pontianak mendesak agar Bupati Bengkayang, melalui instansi yang berwenang agar dapat mengefisienkan penggunaan Mobdin tersebut.

“Jika satu lembaga memiliki tiga Mobdin, satu untuk Kepala, satu untuk Sekretaris dan satu lagi untuk Bendahara, sedangkan Badan atau Kantor lainnya tidak memiliki Mobdin, ini merupakan sebuah pemborosan,” terang Ketua IMKB, Hendro Kamseno, Jumat (26/11) di Kantor Bupati.

Menurut Mahasiswa Fisipol Untan ini, selain menghambat atau kurang mendukung perangkat kerja lainnya, penumpukan Mobdin disatu lembaga akan menimbulkan pemborosan. Hal itu terjadi karena secara otomatis Mobdin tersebut akan menggunakan uang daerah untuk biaya perawatan yang akhirnya bisa berujung pada penyalahgunaan anggaran dilembaga tersebut.

“Seharusnya mereka (instansi) memiliki rasa malu memiliki Mobdin lebih dari satu sementara lembaga lain belum ada,” tandas Hendro.

Penggunaan Mobil Dinas Jangan Mubazir


Oleh : KRISANTUS

Penggunaan Mobil Dinas disetiap struktur organisasi pemerintahan daerah ini benar-benar sesuai kebutuhan sehingga tidak terkesan mubazir yang akhirnya berpengaruh pada anggaran daerah. Hal ini disampaikan salah seorang PNS dilingkungan Pemerintah Bengkayang yang enggan namanya disebutkan. Hal tersebut mengingat ada beberapa Struktur Pemerintahan (SKPD) yang memiliki mobil dinas lebih dari satu buah, sementara ada beberapa struktur lainnya belum memiliki fasilitas yang memadai, termasuk mobil dinas.

Satu SKPD Punya Lebih Dari Satu Mobil Dinas, Sementara Kantor atau Badan lain masih ada yang belum punya fasilitas tersebut

“Selain tidak efisien, hal itu termasuk pemborosan dan tidak mendukung struktur pemerintahan lainnya yang belum didukung fasilitas tersebut,” kata narasumber ini, Selasa (23/11) dikediamannya.

Menanggapi situasi itu, Zakarias.,SH dari Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Borneo, Rabu (24/11) di Kantornya, Jalan Sanggau Ledo, meminta agar hal ini mesti ditanggapi serius oleh Pemda Bengkayang melalui instansi terkait. Sebab menurutnya, bila terus dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan ketimpangan dalam melaksanakan kinerja mereka.

“Selain itu akan muncul pemborosan dalam SKPD yang memiliki lebih dari satu mobil dinas tersebut, sebabnya karena masing-masing pemegang mobil dinas akan memanfaatkannya guna mengeluarkan dana perawatan mobil,” terang Zakarias.

Menurut Zakarias, semestinya antar struktur pemerintahan tersebut saling mendukung kinerja dari struktur lain, jangan hanya mementingkan satu lembaga saja. Lebih lanjut, pengacara asal Sebalo ini mengingatkan agar dengan adanya penumpukan mobil dinas disatu instansi jangan sampai menimbulkan masalah yang berujung pada penilaian negative atau disclaimer pada saat diadakan pemeriksaan oleh lembaga pemeriksa keuangan.

*100 Hari Duet SG-AN* Bupati Mesti Bijak Pilih Pejabat


Oleh : KRISANTUS

Masa kepemimpinan duet Suryadman Gidot dan Agustinus Naon sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang telah melewati masa seratus hari sejak dilantik 10 Agustus yang lalu.

Beberapa pencapaian seperti peningkatan disiplin pegawai yang semakin meningkat, situasi keamanan yang kondusif, hubungan yang baik antara eksekutif dengan legislative maupun lembaga lainnya didaerah ini, kemudahan mengakses informasi dan masih banyak lainnya. Guna meningkatkan kinerja keduanya, banyak hal yang mesti dibenahi.

Salah satunya upaya mencapai jalannya sistem pemerintahan yang baik adalah dengan Continue reading